BRONDONG TENGIL BU DOSEN!
Perut mereka kenyang, hati mereka senang, tinggal ayang-ayangan.
"Mana sini tangan kamu yang bengkak, aku oles salep memar dulu ..." Mayang kembali meraih kotak P3K-nya dan mengeluarkan salep untuk mengobati tangan Gilang.
Gilang mengulurkan tangan kanannya yang mulai membiru mendekati ungu. Padahal tenaga yang tadi dia keluarkan untuk Cipto belum sampai mendekati maksimal. Dulu, sewaktu menghadapi Ian dan genk-nya, bukan Gilang tidak mau melawan, tapi posisi mereka saat itu berada dalam lingkungan kampus.