Desah Di Kamar Sebelah
“Sama-sama, Ina. Oh, ya, di ponselmu sudah aku belikan kartu perdana plus pulsa senilai satu juta rupiah. Sudah kusambungkan ke sinyal WiFi rumah ini juga. Semuanya siap pakai. Pulsa bisa kamu gunakan untuk menelepon atau mengirim SMS ke keluargamu di desa. Kalau mau nonton YouTube atau main internet lainnya, bisa pakai WiFi saja.”
Betapa jengkelnya aku mendengarkan ucapan Nami yang seakan-akan mau merendahkan martabatku tersebut. Dia pikir, aku ini manusia gua apa? Sampai-sampai hal seperti itu pun harus dia jelaskan panjang lebar juga. Hello! Aku tidak norak-norak amat kali, Nami! Aku juga tahu, kalau mau nonton YouTube atau bermain sosial media segala, aku lebih baik pakai WiFi. Kesalnya