Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Catur Rogo

Catur Rogo

Ia kemudian duduk karena sudah menyelesaikan memindahkan baju. Taksa mengikuti Seto dan berdiri di sebelahnya. Tubuhnya agak ke belakang dengan pinggang yang bersandar pada meja kasir. Kedua sikunya bertumpu juga di sana. "Emang kenapa? Bentuk rumahnya aneh? Atau letaknya di dekat kuburan?" Taksa menatap Seto, ia penasaran karena penjelasan yang sedari tadi ia dengarkan. "Bukan di dekat kuburan, tapi terletak di ujung jalan di jalur pertigaan. Rumah tusuk sate kebanyakan orang bilangnya," ungkap Seto dengan meneguk air minum dari botol mineral.
104.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 154 Beses bilang patung hokben
Read
+Library
Teman Seranjang

Teman Seranjang

Ranti sedang tidak ada di rumah karena harus mengirimkan baju yang telah ia jahit kepada pelanggan sehingga hanya ada Alice yang berada di rumah. Dengan langkah yang sangat malas, Alice melangkah menuju ke depan pintu. Sebelumnya, ia mengintip terlebih dahulu dari jendela di samping pintu untuk mengetahui siapa yang datang ke rumahnya. Pria dengan tinggi seratus tujuh puluh lima sentimeter, rambut hitam yang dibelah samping, alis mata yang tebal, hidung mancung, mata berwarna coklat, lesung di kedua belah pipinya dan kulit yang sedikit kecoklatan. Dia adalah Nino, kekasih dari Alice yang rencananya besok baru pulang dari Surabaya tapi ternyata hari ini sudah sampai ke depan rumah Alice.
107.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 268 Beses bilang patung hokben
Read
+Library
DENDAM HATI YANG TERLUKA

DENDAM HATI YANG TERLUKA

Di pagi hari yang cerah terlihat lelaki paruh baya yang berusia sekitar 40 tahun, duduk di sebuah bangku di depan rumahnya dengan tongkat yang berada di sebelahnya, di ujung tongkat itu terlihat jelas patung naga yang menjadi daya tarik tersendiri pada tongkat itu. “Bagaimana perkembangan Iqbal?” tanya lelaki paruh baya itu dengan seseorang melalui sambungan telepon.
107.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 179 Beses bilang patung hokben
Read
+Library
Harapanku

Harapanku

Karna sesuai pesan ayahnya dirinya harus kuat menjalani kehidupan untuk meraih cita-citanya. Acara tahlilan kedua orang tuanya sudah selesai sampe 7 hari, dan untuk acara 40 hari orang tuanya akan di adakan di rumah neneknya di Pekalongan. Semua keluarga sudah sibuk dengan aktifitas nya masing-masing.
2.4K viewsOn holdIdinagdag sa Library 51 Beses bilang patung hokben
Read
+Library
Pengantin Tuan Haidar

Pengantin Tuan Haidar

“Apa laki gue, presdir sayur lobak?” Seorang pelayan wanita menghampiri Andin. “Nona muda,” sapanya dengan santun sambil menundukkan kepalanya. Andin menoleh ke samping, di mana sang pelayan wanita yang usianya hampir setengah abad berdiri di sampingnya sambil menundukkan pandangannya. “Tanaman sayuran di sini banyak banget, apa ini untuk dijual?” tanya Andin kepada pelayan wanita yang bernama Bi Narti.
9.7588.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 22.4K Beses bilang patung hokben
Ipakita ang mga Review (156)
Read
+Library
Nyi Ratu
Terima kasih atas dukungan kalian yang udah ikutin terus novel ini sampai tamat. Ada MUG cantik bergambarkan pengantin tuan haidar untuk pembaca yang beruntung. Silakan reviews novel ini dari s1- s2, mau s1 nya aja juga boleh, reviews s2 nya aja juga boleh. Tulis komentar kalian di sini ya!
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Basahin ang Lahat ng Review
ARI SIHOMBING

ARI SIHOMBING

Menjeda sebentar lalu bernapas, ibu melanjutkan ceritanya, sedangkan aku mendengarkan dengan baik. "Ketika kamu lahir waktu itu.. Ayah kamu tidaklah peduli dengan kamu, di usia kamu umur 1 Tahun, kamu mau di baptis bayi oleh Ayah mu. untuk memberikan nama di gereja dengan bernama Arios, karna perjuangan Ibu yang begitu keras tidak setuju dengan nama tersebut, lalu akhirnya Ibulah yang membawa kamu ke gereja sendiri, setelah itu Ayah kamu menyusul. Lalu Ibu berdebat dengan Ayah kamu di baptis, dan Ibu ingin memberikan nama kepada kamu dengan nama Hokkop Halomoan yang artinya anak yang selalu di lindungi, jadi ketika akan memberikan nama ke kamu ada menyarankan menyambungkan nama itu menjadi H
104.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 149 Beses bilang patung hokben
Read
+Library
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

sahut Bondut Jolma sembari melangkah maju. Ia membuka bungkusan kain putih, menampakkan sebuah patung Debata Raja Mula Jadi Nabolon yang diukir dengan sangat detail. Di zaman ini, saat keyakinan kuno masih mengakar kuat di Tanah Batak, patung itu adalah simbol penghormatan tertinggi.
101.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 40 Beses bilang patung hokben
Read
+Library
Mutiara Lembah Hitam

Mutiara Lembah Hitam

sapa yang lebih tua dengan senyum ramah. “Tadi malam, Mbak. Nama saya Susanti,” ujarnya sambil memperkenalkan diri. “Selamat datang. Semoga betah di sini,” pembantu yang lebih muda kembali berkata dengan seringai kecil di sudut bibirnya. “Saya Ipah,” katanya menambahkan. “Yang itu Mbak Fitri.” Ia menunjuk ke arah perempuan ramah yang tengah mengaduk masakan dalam panci besar.
106.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 182 Beses bilang patung hokben
Read
+Library
Penguasa Negeri Jin

Penguasa Negeri Jin

Jin Lembah Paekatakhijau mulai sesenggukan. "Kalau...kalau kau memang Patampi anakku, di punggungmu pasti ada tanda kehijauan. " Mendengar kata-kata Jin Penjunjung Roh itu Si Jin Budiman gerakkan tangan kanan untuk menurunkan jubahnya sampai sebatas pinggang. Lalu dia memutar tubuh, mengarahkan punggungnya pada Jin Penjunjung Roh. Si nenek terdengar memekik keras ketika dia melihat pada punggung Si Jin Budiman ada tanda kehijauan sebesar telapak tangan.
1032.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 672 Beses bilang patung hokben
Read
+Library
Giok Langit

Giok Langit

Dentuman keras tercipta saat tongkat baja yang ujungnya terdapat bola besar itu menghantam tanah dengan keras luar biasa. “Sungguh tidak mencerminkan sifat kegagahan!” Lagi-lagi orang itu berseru saat menarik tongkat dan meletakkannya di pundak. “Aku, Jin Beng, akan jadi lawanmu,” katanya sambil menunjuk Cu Lim.
103.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 79 Beses bilang patung hokben
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status