Jadi Mama Bohongan? Siapa Takut!
“Kamu sudah siap pidato, Az?”
Azka mengerutkan dahi, matanya menatap ke langit-langit. “Belum... aku lupa.”
Suara tawa riuh pun meledak dari sudut ruang tamu itu, menghangatkan sore sederhana nan penuh tawa.
***
Malam mulai tenang setelah Azka akhirnya terlelap, tubuhnya kelelahan usai bermain dan latihan lagu seharian.
Akira duduk di teras depan, matanya menelusuri daftar kebutuhan acara wisuda TK yang tersampir di tangannya. Dari dalam rumah, Arka keluar membawa dua gelas teh hangat, langkahnya ringan.
Hot Chapters