Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Asmaraloka

Asmaraloka

“Apaan, sih. Freak banget” “Ciee ciee..” ucap Kanza sembari menaruh makanan mereka. “Gue sebenernya udah kelar dari tadi, tapi gue gamau ah jadi nyamuk. Gimana rasanya jadi nyamuk, Al?” lanjutnya. “Hah? Emang tadi ada kejadian apaan?” “Yee, fokus banget ya lo ngeliatin si nomor 15 sampai melewatkan moment yang hiiiihhh” Ujar Kanza. “Mulai rese deh lo, Za”
2.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai peka
Baca
+Pustaka
Di Bawah Langit Senja

Di Bawah Langit Senja

“Ya begitulah, makanya aku merasa seperti katak dalam tempurung” “Oh... ya, seperti apa sih Maraekaca itu?” Ulfa berfikir sejenak, “Ya... wisata pantai gitu, ada beberapa wahana air yang kau bisa menyewa perahu untuk mengelilinginya, dan bagusnya lagi, Maraekaca itu ada miniatur Jawa tengah” “Kalau Taman Mini Indonesia Indah itu ada miniatur Indonesia, di Maraekaca ada miniatur Jawa Tengah, kau bisa mengunjungi semua anjungan kabupaten yang ada di Jawa Tengah.”
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 212 kali sebagai peka
Baca
+Pustaka
Cinta Diam-Diam Sang Bos

Cinta Diam-Diam Sang Bos

Fajar memasukkan semuanya ke dalam truk, dan kami pun berangkat, seharian kami di perjalanan. Kami tiba di Pekanida Sabtu malam. Panji sudah kelelahan, tapi dia sangat menikmati perjalanan, semuanya sangat baru dan menarik baginya. Kami pun membereskan barang-barang, memesan makanan, dan setelah makan, langsung tidur. Hari Minggunya, kami keliling kota untuk mengenal lingkungan sekitar. Pekanida adalah kota industri modern yang besar di pesisir. Pelabuhannya ramai dan menjadi pusat bisnis, membuat kota ini seperti kota di negara maju.
9.840.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai peka
Baca
+Pustaka
Ta'aruf Before Married

Ta'aruf Before Married

“Ini Radit ngajak kita ke kafe! Katanya dia ada menu baru. Namanya Pempek Beranak. Ayok coba!” “Mampus aku,” pikirku. Belum juga menjawab apapun, tanganku sudah ditarik Reina ke atas motornya. Kami menerobos rintik hujan yang menghadang sore itu. Aku merasa setelah keluar dari kandang singa, aku malah masuk lubang buaya. Dan parahnya lagi, si singa ikut. --------------------------------------------------------------------- “GUEDEEE, REK!!!” seru Reina melihat betapa besarnya pempek yang ada dihadapannya itu.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai peka
Baca
+Pustaka
Aku Pria Biasa yang Tinggal dengan Enam Wanita Berbahaya

Aku Pria Biasa yang Tinggal dengan Enam Wanita Berbahaya

Gema dari Perang Dingin Semua mata tertuju pada koordinat yang ditunjuk Raka. "Cape Wrath, Dataran Tinggi Skotlandia," Kael membaca koordinat tersebut, keningnya berkerut. "Tidak ada apa-apa di sana selain tebing curam, domba liar, dan kabut abadi. Korporasi bahkan tidak menempatkan pos jaga di wilayah mati itu."
10857 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai peka
Baca
+Pustaka
Posesif My Husband

Posesif My Husband

sambung Madya mengalihkan pembicaraan dan menunjuk pada penjual yang ada di teras sebuah toko suvenir," Naya dan Marren menoleh menatap pada seorang pedagang kaki lima dengan gerobak pendek tanpa atap yang berdiri di depan sebuah toko dan sisi dalam trotoar. "Oh, itu pempek-pempek Tante. Makanan khas Palembang itu memang enak sekali dan cocok saat dingin-dingin begini," papar Naya menjelaskan seraya berjalan menuju kepada pedagang itu.
5.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai peka
Baca
+Pustaka
Berondong Buleku

Berondong Buleku

Seperti perintah ibunya, Luna pergi ke warung neneknya yang ada di seberang jalan, dekat dengan sekolah dan deretan pertokoan, di sana lah warung sederhana pecel pincuk Mbah Minah berada, hanya bangunan berdinding bambu tapi pembeli banyak mengantri. "Mbah, sek toh. Aku makan dulu," kata Dimas yang melihat Mbah Minah sudah sibuk merapikan warungnya. "Ya sudah, makan saja. Mbah juga nunggu dijemput kok, lanjut makannya, pelan-pelan, ojo kesusu!" pesan Mbah Minah sedikit tertawa saat Dimas mengunyah nasinya begitu cepat. "Nanti biar saya yang bantu saja, Mbah. Saya juga ada perlu dengan Ibu Tari," kata Evan yang memang sedang makan bareng dengan Dimas ini.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai peka
Baca
+Pustaka
Istriku Pemalas

Istriku Pemalas

tanya Arfi saat mereka kini dalam perjalanan. “Apa itu Gacoan?” “Semacam restoran tradisional. Ala ala sambel Layah, Sambel ijo dan lain lain. Nongkrongnya anak anak muda. COba ya?” “Nggak apa nih kita seharian cuma jalan jalan gini habisin duit kamu? Aku lagi nggak ada duit soalnya nih. Ah, jadi nggak enak kan?” ucap Mimi.
1014.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 340 kali sebagai peka
Baca
+Pustaka
Ipar Ipar Serakah

Ipar Ipar Serakah

Aku diam saja dan memilih sibuk untuk melayani para pembeli. "Assalamu'alaikum," sapa seseorang, rupanya itu adalah Lek Painem yang merupakan tetangga desa baru saja pulang dari kota. "Walaikum salam. Eh, Lek Painem, kapan pulang makin segar aja," godaku.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai peka
Baca
+Pustaka
PETAKA MADU BARU

PETAKA MADU BARU

jawabkum "Mas Haris pulang dari rumah, Mbak, juga terlihat lesu, ibu pingsan dan Mas Haris terlihat kingkung, ada apa ini Mbak? Apa yang harus kulakukan?" "Kamu punya hape kan?" "Iya," jawabnya ragu. "Hubungi ambulance." "Buat apa?" Astaga, dia lemot atau apa? "Ya, buat bawa ibu ke rumah sakit dong, buat apa lagi?"
7.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 231 kali sebagai peka
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status