Dosa dalam Cinta
Tangannya mengepal, rahangnya mengeras, dan di matanya, ada bara api yang mulai menyala, bukan sekadar karena marah, tapi karena ketakutan—ketakutan pada sesuatu yang lebih besar, sesuatu yang bahkan dia sendiri tak sanggup pahami sepenuhnya.
Pria tinggi di ambang pintu, yang masih memegang gulungan itu, menatap mereka semua dengan sorot mata dingin, seolah dia bukan hanya pengamat, tapi pengadil, eksekutor dari perjanjian yang telah lama terlupakan. Senyum tipis yang nyaris tak terlihat terbentuk di sudut bibirnya, senyum yang penuh dengan pengetahuan gelap, seperti seseorang yang baru saja menyalakan sumbu pada tong mesiu dan kini menunggu ledakannya.
Hot Chapters