Malam Terakhir di Singgasana
Dia tak peduli.
Dibandingkan penderitaan yang dia tanggung di istana, rasa sakit ini tak ada apa-apanya. Selama dia bisa mendapatkan kembali kebebasannya, semua itu akan sepadan.
Dia mendongak. Puncak sudah di depan mata.
Sedikit lagi, dan dia akan berhasil.
Dia menarik napas dalam-dalam, lalu menguatkan diri dan mendaki lagi.
Akhirnya, dia mencapai puncak. Angin gunung yang kencang menderu, menerpa pakaiannya dan membuat rambutnya beterbangan.