DASAR BENALU!
“Santai aja, Pak. Ini kafe saya. Silakan Pak RT pesen. Gratis! Itung-itung sebagai mantan warganya Pak RT dulu. He he he.”
“Wah, jadi ini kafenya Bu Vi? Kereeen! Padahal saya sering ke sini, loh. Tapi, kok, ya, nggak pernah ketemu,” papar Pak RT alias Pak Iyan atau Pak Haryanto itu.
“Iya, Pak. Usaha kecil-kecilan,” jawabku nyengir.
Tak lama kemudian dua cangkir coffee latte mendarat di meja kami. Seketika aromanya memenuhi rongga hidung.
Hot Chapters