Kutukan Perjaka Tua
Aku menunjuk ke arah tangga setelah gagal mendeskripsikan gadis yang kumaksud.
Perempuan dua puluh tahunan di depanku mengernyit, tapi sesaat kemudian seakan paham. "Oh, Mbak Resva? Lagi kuliah, Mas."
"Kuliah?" Aku sedikit tidak percaya kalau gadis bernama Resva itu sudah kuliah. Wajahnya terlalu imut. Aku pikir, dia masih SMA.
"Kuliah di mana, Mbak?"
"Din, sudah beres?" Suara wanita paruh baya menginterupsi kasir yang hendak menjawab pertanyaanku.