BUKAN MENANTU KAYA
“Bibi ke sini buat nganterin ini, Neng. Neng cobian geura. Lontong sama opor,“ katanya seolah tahu isi hatiku.
Aku tersenyum, “terimakasih, Bi.“
“Mau makan sekarang, Neng? Kalau mau, biar bibi ambilin piring sama sendoknya.“
“Enggak usah, Bi. Saya masih kenyang, nanti saya nunggu Mas Hasan sama Khalid,“ balasku.
Mas Hasan dan Khalid sedang ke masjid. Melihat prosesi pemotongan hewan qurban. Bi Irah mangut-mangut.
“Kalau begitu bibi pamit ya, Neng. Assalamualaikum,“ ucapnya.
Hot Chapters