Sebatas Mimpi
Pandu tersenyum manis sekali, membuat Renata menyadari bahwa ia benar-benar sedang merindukan laki-laki ini.
“Apa ada yang salah?” tanyanya khawatir.
“Ini mimpi?” tanya Renata.
“Menurutmu?” katanya membalik pertanyaan.
“Aku nggak tahu” jawabnya polos.
“Kamu berharap ini bukan mimpi?” tanya Pandu resah.
“Ya, tentu saja,” jawab Renata murung.
Angin malam berhembus lembut di antara anak rambut Renata, ia masih menunggu kalimat lain meluncur dari bibir Pandu, tapi laki-laki itu hanya diam.