Rahasia Ibu Mertuaku
Pintu dibiarkan tertutup begitu saja, tanpa dikunci dari luar atau dalam.
Sesampainya aku di dalam kamar, aku langsung menutup pelan pintu kamar dan menguncinya. Ini semua aku lakukan atas dasar perintah dari mas Harto. Aku tidak tau apa alasannya. Jika aku bertanya, mas Harto hanya membalasnya dengan senyum. Aneh sekali.
"Mas, kapan kamu pulang?" tanyaku, melalui panggilan telepon.
"Nanti sore Yank, ada apa? Kamu mau dibelikan apa?" tanya mas Harto, suaranya begitu lembut menenangkan.