Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tumbal Ketujuh Obsesi Sang Nyai
Baca
+Pustaka
Menutup Pintu Masa Lalu

Menutup Pintu Masa Lalu

“Cukup! Jangan ribut lagi!” Peter menutup mulutku, lalu menyeretku keluar dari ruang kantor. Telapak tangannya menekan hidung dan mulutku begitu kuat, seakan ingin membuatku benar-benar mati lemas.
6.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 183 kali sebagai pintu harap ditutup kembali
Baca
+Pustaka
Istri Pengganti Malam Pertama

Istri Pengganti Malam Pertama

ucap Arga tak peduli jika pintu masih terbuka. "Mas!" Mbak Sinta muncul di ambang pintu. Dengan cepat Arga mengusir Mbak Sinta, lalu menutup pintu dengan dibanting. Arga semakin kesal saat pintu gak bisa dikunci. Aku mendekat dan membantu menutup pintu. Memang tidak bisa dikunci karena sudah rusak setelah di dobrak tadi.
5.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai pintu harap ditutup kembali
Baca
+Pustaka
Lentera Terakhir

Lentera Terakhir

Deryn kembali berjalan mundur, karena wanita tua tersebut melangkah, mendekati pintu. "Pastikan kau menutup pintu dengan benar nanti, jangan biarkan serangga itu kembali naik," ucap wanita tua tersebut untuk terakhir kalinya. Hanya butuh dua detik saja, pintu langsung tertutup lagi. Dan serangga pun berbondong menikmati sumbangan nyawa secara gratis. Tiada teriakan yang terdengar, sekalipun rasa sakit merayapi sampai ulu hati.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai pintu harap ditutup kembali
Baca
+Pustaka
Ambil Saja Suamiku

Ambil Saja Suamiku

“Kenapa lagi?” “Pintu tutup dulu, terus mau gituan di mana?” tanya Sherin. Irwan menatap pintu rumah. “Aku tutup sebagian, tapi nggak rapat. Kalau dikunci malah bikin orang curiga.” Irwan pun menutup pintu, tapi tidak rapat. Memastikan tidak ada yang mencurigakan. Bahkan Irwan mengganjal pintu dengan box mainan Beni, pasti akan jatuh dan menimbulkan suara kalau pintu bergeser.
109.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 375 kali sebagai pintu harap ditutup kembali
Baca
+Pustaka
Sentuhan Panas Bos Suamiku

Sentuhan Panas Bos Suamiku

Pintu besar itu seharusnya tidak tertutup rapat karena saat pintunya ditutup rapat, pintu itu akan terkunci otomatis. "Sissy?" panggil Rania lagi. Tak ada jawaban. Hanya suara dengungan mesin pendingin dan embun yang menetes dari pipa. Ia meraih gagang pintu besar itu dan mendorong pintunya, tapi pintunya kini tertutup rapat. Jantung Rania mulai berdebar kencang dibuatnya. Dengan tenaga yang lebih besar, Rania mendorong pintunya lebih kuat, tapi pintunya tetap tidak bergerak.
9.9240.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.0K kali sebagai pintu harap ditutup kembali
Baca
+Pustaka
Dibuang Suami Diperistri Tuan Presdir

Dibuang Suami Diperistri Tuan Presdir

ucap Harry sambil terus mencoba membuka pintu kamar. “Jika Mas hanya ingin bicara masalah kemarin maka lebih baik mas pergi saja!” Tolak Zara "Zara, maafkan kebodohan Mas. Kamu tidak perlu melakukan itu. Buka pintunya Zara, kita akan selesaikan semuanya” Pinta Harry dengan nada penuh penyesalan.
1010.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 233 kali sebagai pintu harap ditutup kembali
Baca
+Pustaka
Perjanjian Gaib Untuk Kekayaan

Perjanjian Gaib Untuk Kekayaan

“Bukan lari. Pergi.” “Pergi adalah bentuk pulang yang lain,” jawab Mbah Ratri—kalimat yang mungkin sudah disiapkannya bertahun-tahun untuk orang yang belum pernah datang. Ia menepuk bahuku, matanya tajam tapi hangat. “Jangan lupa sesekali kembali menata pintu. Batu kadang geser. Kau tahu apa akibatnya kalau pintu dibiarkan longgar.” Aku mengangguk, setengah ragu, setengah yakin. Kata-katanya menggantung di udara seperti mantra yang tak butuh dijawab.
632 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai pintu harap ditutup kembali
Baca
+Pustaka
Istri Kedua  Tuan Presdir

Istri Kedua Tuan Presdir

"Kalau kamu cari wanita itu, kamu kembali besok lagi saja. Malam ini tidak ada." BRAK! Sarah menutup pintu itu kembali karena merasa tidak ada sesuatu hal yang penting. Akan tetapi, begitu membalikkan badan, Sarah terdiam sejenak. "Benar juga," gumamnya. Ia berbalik kembali ke pintu. Krieett! Pintu itu dibukanya kembali. "Oh ya, mau apa?" tanya Sarah. "Besok saja. Tidak jadi."
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai pintu harap ditutup kembali
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status