Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Temen Tapi Demen

Temen Tapi Demen

TEMEN TAPI DEMEN 16 B Oleh: Kenong Auliya Zhafira Pikiran yang tak menentu membuat kedua tangan Soni bergetar karena gerogi. Nampan yang berisi dua gelas teh menjadi bergoyang hingga menumpahkan sedikit isinya. Soni mengintip dari celah pintu kamar yang sedikit terbuka. Ia melihat dua wanita itu tengah asyik tertawa dan sesekali tersenyum.
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 324 kali sebagai pocong menyeramkan
Baca
+Pustaka
SANG PENGGODA

SANG PENGGODA

Dan yang terakhir adalah jiggle balls berupa dua bola yang terbuat dari silikon yang dikaitkan dengan tali berfungsi sebagai alat stimulasi seksual, seperti proses pemijatan otot-otot dasar panggul yang berpotensi menyentuh area G-spot sehingga otomatis membuat perempuan lebih berpeluang mencapai orgasme. Dan keseluruhan benda-benda ini adalah alat peraga seks. Reyhan tahu betul hal itu. Sebagai seorang laki-laki dewasa Reyhan jelas tahu apa-apa saja fungsi dari benda-benda itu. Berbeda halnya dengan Katrina yang sama sekali tidak mengetahui apapun mengenai benda-benda itu. Makanya dia tak sama sekali berani untuk menyentuhnya. "Aku tidak tahu itu benda apa, makanya tidak aku pakai. Cara pak
1019.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 380 kali sebagai pocong menyeramkan
Baca
+Pustaka
Mr. Park Revenge (Indonesia)

Mr. Park Revenge (Indonesia)

DORRRRR Suara tembakan itu bukan berasal dari pistol yang digengam Loey. Namun suara tembakan yang terdengar cukup kuat di lantai atas gedung itu membuat Loey terdiam dan tidak jadi menembak Kim Se-joon karena perasaannya tidak baik mendengar suara tembakan itu. Dia menurunkan pistolnya dan meninggalkan pria itu di sana. Loey kemudian berlari menaiki tangga menujuh rooftop gedung itu.
9.311.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 391 kali sebagai pocong menyeramkan
Baca
+Pustaka
Sang Pendekar

Sang Pendekar

Akhirnya ia menyadari bahwa apa yang dilihatnya itu hanya pantulan sinar rembulan yang mencurah ke permukaan telaga, dan ada sebuah gundukan baju-baju bekas yang bergerak karena angin. Keempat pemuda itu terkejut dan cepat berpaling. Tampak lembah di sebelah belakang masih diselubungi suasana seram seperti tadi. Keadaannya sunyi senyap tak ada orang yang muncul disitu. Mereka kembali mendengar jelas suara jin itu berseru, "Pulanglah kalian. Karena ada kabar baik terhadap kalian dan para murid di paguron silat Padepokan Wereng Ireng!"
9.9166.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai pocong menyeramkan
Tampilkan Ulasan (150)
Baca
+Pustaka
CahyaGumilar79
Terima kasih untuk semuanya yang sudah mampir di cerita ini. Buat Reader semua yang suka dengan karyaku, kalian bisa mampir juga ke cerita lainnya. Pandu Kesatria Genda Yaksa, Wanara, Sang Pendekar Season 2. Segala bentuk dukungan dari kalian sangat berarti buat aku sebagai penulis. Terima kasih...
Zhu Phi
Kalau berkenan mampir ya kak Cahya di Ksatria Naga Phoenix Ditunggu review-nya dan sarannya Terima Kasih Numpang promote juga ya Kisah ini bersetting kerajaan, persilatan, fantasi, serta misteri yang tidak terpecahkan
Baca Semua Ulasan
MISTERI TUSUK KONDE

MISTERI TUSUK KONDE

"Oh ya kamu kok belum tidur?" tanya Dion. "Iya Rasti tadi lihat penampakan pocong." "Pocong! Kok bisa?" "Gak tau. Tapi sepertinya pocong itu adalah tumbal dari tusuk konde ini, Yon." "Gila! Tusuk konde itu harus benar-benar di musnahkan. Sebelum makin banyak korban." "Iya. Eh, lanjut besok ya, Yon. Kasihan Rasti, aku harus temenin dia dulu."
1025.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 715 kali sebagai pocong menyeramkan
Baca
+Pustaka
Sang Pengantin Iblis

Sang Pengantin Iblis

Ia merasa keduanya tampak seimbang. "Lalu, bagaimana dengan kamu?" "Kenapa aku, Honey?" "Apa menurutmu panggilan honey itu tak jauh berbeda dengan panggilanku?" Kali ini, Vivian yakin atas dirinya. "Masalahnya, Sayang, poinku sudah tiga. Dan itu merupakan poin paling kecil dalam permainan ini. Jadi, aku masih aman-aman aja." "Kenapa jadi seperti itu? Kamu curang!" Vivian mengerucutkan bibir.
1012.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 418 kali sebagai pocong menyeramkan
Baca
+Pustaka
Pembohong yang Sempurna

Pembohong yang Sempurna

Ucapan sinis yang cukup manis, namun sarat akan makna yang menggambarkan isi hati keduanya. “Mengapa sih bukan kamu yang cerita? Kamu kan cewek.” “Aku ini lebih tangguh daripada kamu. Jadi, tidak usah sombong, tidak perlu sok kuat. Lihat!” Vika mengajak Parta menoleh ke sekeliling mereka yang sepi. “Di sini hanya ada aku sama kamu, tidak akan ada yang tahu kalau kamu orang yang cengeng.” Gelak tawa Parta pecah. “Bagaimana dengan kasak-kusuk hari ini? Apa telingamu tidak merasa panas mendengarnya?”
1010.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 393 kali sebagai pocong menyeramkan
Baca
+Pustaka
CALON TUMBAL

CALON TUMBAL

Reyna dan Selena yang melihat pocong itu dengan jelas, Reyna sampai terus menggenggam tangan Linggar karena sedikit ngeri melihat pocong hitam yang sangat besar dan bertaring. "Li, aku baru kali ini liat pocong super gede, bertaring lagi." Bisik Reyna. "Pocong!?" Deon terkejut mendengar bisikan Reyna ke Linggar. "SSHHH! Jangan keras-keras ngomongnya!" Ujar Reyna, dan Deon menutup mulutnya.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai pocong menyeramkan
Baca
+Pustaka
KUTUKAN LELUHUR

KUTUKAN LELUHUR

Namun makhluk ini adalah makhluk yang paling di takuti oleh manusia, karena muncul secara mendadak menampakan dirinya tepat di depan manusia itu. Pocong seringkali menghisap rasa takut manusia. Sehingga, siapa pun yang berada tepat di dekatnya, akan merasakan lemas dan tidak berdaya. Meskipun makhluk itu tangan dan kakinya terikat. Namun dengan wajahnya saja, dia sudah bisa membuat para manusia ketakutan. Bagja yang ketakutan kini hanya bisa berdiri dan kembali menjauh dari kebun tersebut, mencoba berusaha berlari kembali ke arah gunung meskipun energinya sudah hampir terkuras habis dibuatnya.
10126.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.4K kali sebagai pocong menyeramkan
Tampilkan Ulasan (35)
Baca
+Pustaka
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
mizall works
weleh itu udah 70an aja gem vote nya, kirain bakal bisa nyalip ke nomor 1 dengan cepat wkwkwk. sukses terus kang berkarya. salam dari kami di batam main" atuh kesini mungkin bisa dapat referensi novel baru haha
Baca Semua Ulasan
Jimat Tali Mayat

Jimat Tali Mayat

“Kehadiran elu itu bikin temen gua ... semaput, Cong. Ehe-he. Pergi sana, gih!” “Aargghhh!” Kembali makhluk berwujud pocong tersebut mengeluarkan suara menggeram. Akan tetapi secara mengejutkan, kali ini justru bisa sekalian berbicara. “Tidak akan kubiarkan kau hidup enak, Anak Manusia! Tapi akan lebih kusuka jika kau berbuat apa-apa yang semua Tuhanmu larangkan.” “Ah, kemajuan baru rupanya elu, Cong,” ujar Basri tertegun. “Sekarang elu udah bisa diajak bicara segala. Ha-ha. Bagus ... bagus ... baguslah!”
8.512.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 410 kali sebagai pocong menyeramkan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status