PESONA MAS IPAR
Jadi kami selalu berselisih.
"Mbak." Wanita yang sedang memilih-milih itu memanggil. Senyumnya mengembang sempurna di bibirnya yang eksotis. Bulu mata palsunya lentik, wajahnya bersih dengan make up yang lumayan rapi. Tidak terlalu tebal, meskipun tidak bisa dibilang sederhana. Dia terlihat cantik. Diam-diam aku merasa minder berada dekat dengannya. Apalah aku ini, yang bisanya hanya menggunakan sedikit bedak dan lipstik, tanpa blush on. Paling kutambah sedikit alis, celak mata, dan mascara. Itu sudah maksimal bagiku, karena memang hanya itu yang aku bisa.