Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rahim Tawanan

Rahim Tawanan

Wajahnya sama sekali tidak bersahabat dengan kedatangan orang disebelah ibunya itu. "Mengapa Mom memanggil orang ini?" tanya Kenan dengan sengit. "Stev yang akan membantu dalam proses bayi tabung kita." "Memangnya dia obgyn?" Kenan mengernyitkan dahinya bingung. Meski hubungannya dengan Stev seperti tom and jerry, sejatinya mereka sahabat yang tau seluk beluk hitup masing-masing. "Bukan memang, tapi pacarnya obgyn dan bisa tutup mulut tentunya."
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai prabu surawisesa
Baca
+Pustaka
Sang Dewi

Sang Dewi

Nyi Alam Kasuyatiansang dewiDewidewidewa/dewi
tanya Dharmasura pada Lokasura. "Dewi Laras Kencana, sang Prabu. Atau disebut juga Putri Larasati. Anak keempat Raja Jayabaya," jawab pria berparas tampan tersebut. Meski namanya Lokasura, tetapi Perdana Menteri Istana Karpala tersebut berwujud manusia, bukan golongan dari bangsa Asura. Selain tegas, pria bertubuh gagah yang mengenakan pakaian hitam tersebut memiliki sifat tak kenal ampun. Dia mahir dalam peperangan dan terkenal sebagai malaikat maut bagi para musuh.
2.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai prabu surawisesa
Baca
+Pustaka
Bareksa

Bareksa

Sementara itu, Dewi di sampingnya malah asyik menonton drama Korea dari ponselnya. "Sembarangan, cantik gini dikatain ibu tiri. Aku ini ibu peri tahu." Padma mengibaskan rambut panjangnya. Dirapikannya bando kain yang bertengger di atas kepalanya. "Sekarang jelasin ke kita-kita. Dua hari yang lalu kamu satu bus dengan kak Bagus. Hari ini kamu berangkat dibonceng kak Bagus. Cepet amat sih, La? Aduh ... jadi cewek itu yang ada jaimnya sedikit kenapa sih? Aku tahu kamu suka kak Bagus, tapi tarik ulur dikit dong biar dia penasaran!"
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai prabu surawisesa
Baca
+Pustaka
Ksatria Prabangkara

Ksatria Prabangkara

ucap Dutasena dengan penuh nada penghormatan. Argarota sangat terkejut mendengar kabar dari Dutasena. Namun dengan cepat ia dapat menguasai dirinya dan mulai berpikir sejenak. Tidak mengherankan jika Argarota begitu terkejut. Karena seperti yang telah diketahui, Kithara merupakan tapal batas Kerajaan Prabangkara. Sedangkan Anbawa yang merupakan ibu kota Kerajaan Prabangkara berada disebelah selatan.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai prabu surawisesa
Baca
+Pustaka
PRAS, and his destiny

PRAS, and his destiny

Dengan setelan jas licin mahalnya, Pras berdiri di depan podium dengan standing microphone di hadapannya, menatap satu-satu mata peserta rapat di sana. “Selamat pagi, terima kasih karena kalian semua mau hadir di sini. Aku langsung saja, tanpa perlu basa-basi. Gedung ini, Pras Laurent Joseph Tower, akan kuserahkan semua pengurusannya kepada saudara Bruno yang nanti akan terbagi lagi sebanyak 50 : 50 dengan pemerintah. Bruno akan memakai separuh gedung untuk kantor yang sebelumnya sudah kami jalankan akan dilanjutkan olehnya, sementara pemerintah bisa memakai separuh lainnya, bisa kalian jadikan untuk kantor jasa atau lainnya. Di sini, sekaligus kami, Joseph dan Laurent, menyerahkan semua ass
9.812.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 402 kali sebagai prabu surawisesa
Baca
+Pustaka
ARI SIHOMBING

ARI SIHOMBING

Ucap Suster "Oh, iya Sus silahkan." Ucapnya yang langsung menggeser posisinya. Suster itu memeriksa layar monitor, mengecek alat inpusan, dan mengecek suhu badannya. Ketika Suster itu sedang mengecek, datang lah seorang Ibu-Ibu membawa bubur untuk pasien yang di sebelahnya dan membagi rata. "Permisi ya Bu, Pak ini bubur nya serta air minum nya." Ucap Ibu-Ibu itu sambil mendorong rodanya ke meja.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai prabu surawisesa
Baca
+Pustaka
Dua Wajah Sang Kaisar

Dua Wajah Sang Kaisar

Para dayang terperanjat mendengar seorang pelayan berani mengkritik rancangan resmi istana. "Berani sekali kau!" Kasim Kepala membentak pelan sambil melangkah maju dengan wajah memerah. "Biarkan dia bicara," potong suara Ibu Suri dari balik tirai. Jemari tua yang dihiasi cincin giok mengibaskan tangan, memberi isyarat agar Kasim Kepala mundur. "Lanjutkan, Pelayan. Apa yang kau ketahui tentang fisik dan ketidaknyamananku saat mengenakan jubah tersebut?"
10571 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai prabu surawisesa
Baca
+Pustaka
Pesona Upik Abu

Pesona Upik Abu

Di dalamnya terdapat sebuah jam tangan mewah dari merek ternama Swiss—sebuah hadiah kecil yang sudah disiapkan Sagara khusus untuk Sri. Bagaimanapun, kemarin gadis itu telah resmi dinyatakan sebagai lulusan terbaik dengan nilai tertinggi se-provinsi. Keberhasilan Sri bukan hanya sekadar angka, melainkan sebuah pencapaian besar yang berhasil mengharumkan nama SMA Tunas Bangsa dan membuat yayasan pendidikan keluarga Mahardika sangat bangga di mata publik.
553 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai prabu surawisesa
Baca
+Pustaka
Sri Sultan

Sri Sultan

Dia terkejut melihat Trisula membawa seorang pemuda yang menundukkan kepala. Pemuda berumur tujuh belas tahun dengan fisik menyedihkan. Tubuhnya pendek, rambutnya keriting, dan berkulit hitam. “Siapa dia?” tanya Zivana kepada Trisula. “Pangeran Selim,” jawab salah satu Trisula sembari menggandeng pemuda itu masuk ke dalam.
1027.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 853 kali sebagai prabu surawisesa
Tampilkan Ulasan (32)
Baca
+Pustaka
Esi Apresia
Halo semua. Yang komen menyamakan cerita ini mirip film india. Tolong dibaca blurb depan ya. Apakah sama? Baca sampai akhir. Jangan merusak ide bos. Ini murni ide saya ya. Membacalah dengan bijak. Jangan menghakimi tulisan sebelum anda membaca. Makasih semuanya. Happy
Sari Yu
Awalnya menarik banget..Mustafa yang tampannya bayangin antara tarzan dan sultan kearab-araban, soalnya kelebihannya perpaduan mereka ber2..ceritanya kayak cerita seribu malam tapi lebih menarik lagi.wes top banget pokoknya..suka thor...
Baca Semua Ulasan
Catur Rogo

Catur Rogo

papar Mahes dengan napas tersengal. Asep mencondongkan badannya ke hadapan Mahes. Dengan nada santai ia bertanya, "apa yang lo lihat?" "Perkelahian dua orang. Yang satu pemilik keris itu. Yang satu tubuhnya tinggi kurus, ia yang muntah darah saat diserang." Mahes menjeda ucapannya dan meminum air yang disodorkan Taksa untuknya.
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai prabu surawisesa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status