Unexpected Night
Liam merebut ponsel dari tangan Arlene dan menunjukan urutan yang tertera di layar ponsel.
“Pertama, berdasarkan surat yang masuk lalu berdasarkan tingkat kepentingannya. Kau harus menyeleksi setiap surat yang masuk dan memprioritaskan urusan yang lebih penting dulu. Jika kau membuat agenda seperti ini, kau akan mempersulitku. Itulah mengapa aku membutuhkan sekretaris yang cerdas, tidak pelupa dan ceroboh sepertimu.”
Arlene tertawa singkat. “Apa kau mempunyai kebiasaan menghina seseorang, sir?”