Identity
Aku bisa bertemu dan berbicara dengan banyak orang.
Lantas, bagaimana jika Vian menemukan akunku? Ahh iya, aku bisa menggunakan nama dan foto profil palsu, toh hanya sekadar untuk mencari teman bercakap-cakap.
Aku membuka laptop yang terletak di meja kerja, satu-satunya tempat kesukaanku di rumah ini. Letaknya di salah satu sudut ruang TV. Selain laptop, meja itu dipenuhi buku-buku tentang menulis dan teknik merajut. Dulu, aku pernah memiliki hobi merajut, tapi sekarang aku tak bergairah lagi dalam melakukan apapun.
Hot Chapters