Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
REUNI

REUNI

Dan ketika sekarang jarum pendek sudah beranjak hampir ke angka sebelas rasa kantuk itu datang kembali. Aku mengecilkan suhu alat pendingin ruangan, lalu menarik selimut tinggi-tinggi. Mataku baru akan terpejam ketika bunyi notifikasi dari ponselku terdengar. Aku lupa mematikan data seluler. Terpaksa aku menjulurkan tangan, meraba permukaan atas nakas sampai menemukan benda ajaib itu. jariku bergerak menggeser layar untuk membuka kunci lalu pesan w******p dari Tama sontak terpampang. Tama : Good Night, Beb. Aku boleh kan manggil kamu Beb kayak Giko?
1015.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 380 kali sebagai puis
Tampilkan Ulasan (11)
Baca
+Pustaka
Yuli F. Riyadi
Halooo, Selamat Datang di Goodnovel. Ini cerita keempatku di sini. Semoga kalian suka membaca kisah Wina-Tama-Giko-Danar. Mereka akan menemani kalian tiap hari hingga tamat. Yuk! ramaikan dan jangan lupa tinggalkan review lima bintang .........
arwa
biasanya aku kurang suka baca cerita yg ceritanya cuma dr sudut pandang satu doang,,,tp ini lain,rasanya harus lanjut baca terus,bagus si,sayang nemu cerita ini baru,,,, habis ini enaknya lanjut cerita yg mana kak??
Baca Semua Ulasan
PLAYER

PLAYER

“Wasiat Papa kamu?” “Iya.” “Salah, kamu punya lima puluh persen saham di sana. Sepuluh persen dari papa kamu, empat puluh persen punyaku. Kan punyaku punyamu juga.” Arla merotasikan kedua bola matanya dengan malas. Ervin segera merengkuh pinggang istrinya setelah mengunci pintu kamar. Dengan jarak 21,8 km, mereka butuh waktu sekitar dua puluh menit untuk sampai di Site du vieux Château de Noyers—runtuhan kastil yang menjadi salah satu tempat wisata di Noyers-sur-Serein.
1039.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 818 kali sebagai puis
Baca
+Pustaka
PART-TIME

PART-TIME

“Kau pantas mendapatkannya.” Murka, Al mengeluarkan ponselnya. “Mati.” Kalimat yang tak Maria pahami karena Al seperti mengetik di ponselnya lalu melihat ponsel miliknya juga. Maria melihat ponselnya yang mati dan mencoba menghidupkannya, tak bisa. “Menyala.” Lagi-lagi Al meracau hal yang tak ia pahami dan bersamaan dengan itu ponselnya menyala kembali. “Mati.” Ponselnya ikut mati bersamaan dengan Al mengucapkan hal itu. “Menyala.”
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai puis
Baca
+Pustaka
DIA

DIA

"Halo Papi?" "Segera pulang ajak Lidya, Papi tunggu!" ​Sambungan telepon langsung terputus dari seberang. "Ayo pulang, Papi sudah menunggu," ajak Davka. "Tapi, makannya belum datang?" tanya Bayu menatap dengan wajah bingung, bergantian ke arah Lidya dan juga Davka. "Aku sudah tidak berselera," tukas Davka ketus sembari mengeluarkan enam lembar uang kertas berwarna merah dan menaruhnya di atas meja.
109.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 215 kali sebagai puis
Baca
+Pustaka
Lusia

Lusia

Aaron tidak ada. Di tengah keputus asaanya, Lusia melihat beberapa penjaga terburu – buru menuju gerbang, membuka lebar – lebar pagar besi super tinggi itu dan sebuah mobil berwarna hitam mengkilap yang terlihat mahal, melintas perlahan. Tamu. Batin Lusia.
106.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 270 kali sebagai puis
Baca
+Pustaka
PAWANA

PAWANA

Sudahlah masih ada esok hari. Handphone-ku bergetar. 1 pesan dari Angin. [Hope i can see u tomorrow!] See u? Jadi selama ini, dia bisa melihatku?
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai puis
Baca
+Pustaka
SATAPUSPI

SATAPUSPI

“Pegangan yang erat.” Reva yang terlalu lemas hanya bisa memeluk pelan leher Tobias, lelaki remaja itu sendiri mulai melangkah meninggalkan ruang UKS yang suram itu menuju lahan parkir sekolah, jarak keduanya yang tidak terlalu jauh membuat Tobias tidak begitu kesulitan untuk mencapai motornya, dan dia pun tidak perlu memangku Reva terlalu lama dan merasakan detak cepat jantung gadis itu di punggungnya.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai puis
Baca
+Pustaka
DAISY

DAISY

Kring ... kring .... Bel yang menandakan pelanggan baru saja masuk ke dalam toko kue kembali terdengar. Daisy menunjukkan senyum manisnya dan berdiri dari tempatnya duduk. "Selamat datang di toko DaisyMilk, ada yang bisa saya bantu?" Daisy memberikan buku menu yang berisi bermacam-macam roti yang ada di toko ini. Toko kue peninggalan Mama Erisya yang sedikit diubah Arthur menjadi toko minimalis.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 205 kali sebagai puis
Baca
+Pustaka
Choice

Choice

Maya membuat jus sayuran untuk menu diet Ardi. Campuran sawi, brokoli, strawberry, madu. Dituangnya jus itu ke tumbler bergambar winnie the pooh. “Ardi nggak bakal tahu warna jusnya karena tumbler tertutup gambar winnie the pooh, bahkan kalau jus itu warna hijau sekalipun. Rasa sayuran bisa tersamar dengan rasa segar buah. Ajak nonton kartun kesukaan dia, jadi dia teralihkan.”
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai puis
Baca
+Pustaka
Pulang

Pulang

Angga membaca isi kertas itu dengan seksama, sedangkan Yotta mengintip dari balik tubuh pria muda itu. "Seratus lima puluh juta!!! " Yotta tersentak dengan jumlah hutang yang tertulis. ** Selamat Membaca **
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai puis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status