Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

PUISI SATIR TENTANG YANG LUKA DIA TERBANG TAPI TAK PUNYA SAYAP KARENA DEMIKIAN SEKARANG IA SUDAH MERAYAP SAYANGNYA IA TIDAK MERAYAP SESUAI TEMPAT SEHINGGA DEDAUNANNYA ITU JATUH TERLEBIH DAHULU SEBELUM DIRAPAT JIKA DEDAUNANNYA SUDAH RUNTUH APALAH DAYA SEBUAH BUAH YANG TIDAK MEMPUNYAI ALAT FOTOSINTESIS SEBAGAI RUMAH YANG MEMBERINYA BUTUH TENTU BUAH ITU TAK JADI SEGAR TENTU BUNGA ITU TAK JADI MEKAR MEMANG SEBUAH KEJAHATAN TIDAK AKAN LARI DARI PENANGKAPAN MEMANG YANG BAIK ITU AKAN SELALU MENDAPATKAN CELAH KEMENANGAN
103.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 125 Beses bilang puisi bencana alam
Read
+Library
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

“SOALNA....” “AING BISA MERE BENCANA KA JELEMA, JELEMA-JELEMA ANU BOGA ELMU JANG NGENDALIKEUN HUJAN, ETA TI AING, JEUNG AING GAMPANG NYIEUN HUJAN, NYIEUN BANJIR, NYIEUN LONGSOR ANU BISA NYIEUN JELEMA PARAEH KABEH. (AKU BISA MEMBERIKAN BENCANA KEPADA MANUSIA, MANUSIA-MANUSIA YANG MEMPUNYAI ILMU UNTUK MENGENDALIKAN HUJAN, ITU DARIKU, DAN AKU MUDAH SEKALI MEMBUAT HUJAN, MEMBUAT BANJIR, MEMBUAT LONGSOR, YANG BISA MEMBUAT MANUSIA MATI SEMUA.)” Srtttt Duarrrrr
9.8683.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 23.2K Beses bilang puisi bencana alam
Ipakita ang mga Review (174)
Read
+Library
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Basahin ang Lahat ng Review
Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

Ia mendekati Ustadz Abdullah dan kelompok yang ada di ruangan. “Maafkan saya, Ustadz,” ujar Widya dengan napas tersengal, “saya baru saja menerima laporan tentang bencana alam yang mengguncang beberapa daerah. Bencana tersebut terjadi di sekitar gunung berapi di Pulau Sulawesi. Banyak korban jiwa berjatuhan dan situasinya sangat parah.”
102.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 79 Beses bilang puisi bencana alam
Read
+Library
Dari Budak Menjadi Bencana

Dari Budak Menjadi Bencana

Bukan nada musik, tapi nada eksistensi—sebuah pernyataan sederhana: Aku Ada. Badai di taman mereka bukanlah badai perusak. Ia adalah badai kelahiran. Dan Wa Lang, bersama semua penjaga Kebun Raya, harus belajar menjadi bidan untuk realitas yang sedang melahirkan dirinya sendiri—lagi.
101.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 43 Beses bilang puisi bencana alam
Read
+Library
Ketika Hujan Tak Lagi Reda

Ketika Hujan Tak Lagi Reda

Sebuah halusinasi sebelum mati akibat rasa tidak rela. Sampai dia mencubit dirinya sendiri keras-keras. Sampai dia memastikan tanggal di ponselnya. Sampai dia berlari ke perpustakaan untuk mencari informasi dan melihat berita-berita yang belum terjadi. Barulah, di tengah rasa absurd dan keterkejutan yang luar biasa, Olivia perlahan menerima kenyataan itu. Dia terlahir kembali. Kembali ke titik awal sebelum tragedi dimulai, saat semuanya masih bisa diubah.
2.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 74 Beses bilang puisi bencana alam
Read
+Library
Khair dan Khaira

Khair dan Khaira

“Setiap bencana berawal dari pandangan mata, Sebagaimana api yang besar berasal dari percikan bara. Berapa banyak pandangan sanggup menembus relung hati, Seperti kekuatan anak panah yang lepas dari busur tali. Seorang hamba, selama mengumbar pandangannya untuk memandang selainnya, Maka dia berada dalam bahaya. Ia menyenangkan mata dengan sesuatu yang membahayakan hatinya, Maka janganlah menyambut kesenangan yang akan membawa bencana.”
1011.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 246 Beses bilang puisi bencana alam
Ipakita ang mga Review (85)
Read
+Library
Eneng Susanti
Siapapun yang membaca cerita ini, tolong berikan tanda dengan komen atau ulasan. Walau hanya sepatah dua patah kata, itu sangat berarti bagi penulisnya 🥲 Terima kasih buat semua yang sudah memberikan ulasan ...
Agatha Orchidas
ternyata cerita ini manis kak... ... aku suka alurnya, aku gak paham ttg bahasa yg bagus baik dan benar itu seperti apa... sejauh ini bagiku bahasa hanya penghantar penyampaian kata... intinya aku suka... ... semangat terus kak... lanjut ya... ...
Basahin ang Lahat ng Review
Werewolf and Psychopath

Werewolf and Psychopath

Alam pun ikut menunjukkan kemurkaannya, banjir, gempa, tsunami, dan gunung meletus tiba-tiba terjadi dalam satu waktu, pada ilmuwan semakin kebingungan, karena tak ada persiapan mitigasi sama sekali, otomatis korban jiwa bertambah semakin banyak. Sementara itu kedua kubu pasukan yang bersitegang tengah bersiap untuk memulai perang. Suasana musim semi yang seharusnya damai menjadi sangat kacau, awan hitam nan gelap menyelimuti terangnya langit biru.
108.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 280 Beses bilang puisi bencana alam
Read
+Library
Hakikat Cinta (Kamu Berhak Bahagia)

Hakikat Cinta (Kamu Berhak Bahagia)

“Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu itu mudah bagi Allah.” (Qs. Al-Hadid: 22) 🌸🌸🌸 Munajah menyentuh dagu Jamilah. “Betapa baiknya kamu. Sudah jelas dia jahat padamu, tapi kamu masih berpikir baik tentang dia.”
1015.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 540 Beses bilang puisi bencana alam
Read
+Library
Ujung Senja

Ujung Senja

“Kemana perginya hati. Kemana hilangnya rasa. Engkau kan menghilang diri, Sayang, untuk insan yang kau puja. Kutakkan berkecil hati. Kutakkan rasa kecewa. Walaupun perih pilu di hati. Kau kuiring senyum mesra. Ingatlah, kau, duhai Jelita, hati ini untukmu saja. Dhai kasih, sanjungan kalbu, engkau pergi tanpa relaku. Hatiku kau curi kini, kau bawa pergi bersama. Kering kini taman sanubari, tiada lagi senyum indah.”
108.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 252 Beses bilang puisi bencana alam
Read
+Library
Hidden Secret

Hidden Secret

Karena, jika benar itu murni kejadian alam, tanda-tanda sebelumnya akan muncul dan terdeteksi oleh alat yang memang memiliki fungsi sebagai pendeteksi pra bencana. “Oh iya, kamu sudah baca artikel hari ini?” tanya prof. Rendra. “Belum prof. apakah ada sesuatu yang membuat anda penasaran dari artikel itu?” tanya Liana menatap Prof. Rendra. “Ya, saya pikir gempa bumi yang terjadi akhir-akhir ini sangatlah tidak wajar. Itu karena dibeberapa tempat, api keluar dari retakan selama beberapa detik. Kasus ini tidak hanya sekali terjadi, semenjak gempa beberapa bulan yang lalu, penjaga kawasan hutan lindung melaporkan jika beberapa jenis tananaman tiba-tiba hangus tanpa sebab. Bahkan, tidak ada api y
1011.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 357 Beses bilang puisi bencana alam
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status