Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MENANTI KEPASTIAN

MENANTI KEPASTIAN

Dini banjir tepuk tangan yang sangat meriah. Penampilan yang terakhir, di tutup dengan pembacaan puisi berantai oleh Fatiya, Puput dan Laura. Perwakilan kamar dua ratus tujuh belas. Gerak tubuh, mimik muka dan pembawaannya yang gokil, bikin mahasantri lantai tiga saling lempar tawa. Kuli Bangunan, Penjual Burung, dan Pemuja Wanita Kuli Bangunan : Aku adalah seorang kuli bangunan...
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai puisi berantai 3 orang santri lucu
Baca
+Pustaka
Pesan Rindu Dari Ma'had

Pesan Rindu Dari Ma'had

Cocok jadi mantu idaman. Lagi-lagi para santri bertepuk tangan, memang paling mudah membuat bahagia para santri. Rey sengaja mensensor nama agar tidak membuat heboh, walaupun usil dia tetap menjaga akhlaknya dan tau batasan. "Lanjut nggak nih?" tanya Rey. "lanjuuuut!!" jawab para santri serempak, mereka malah tambah semangat gara-gara Rey jadi hilang ngantuknya.
9.823.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 714 kali sebagai puisi berantai 3 orang santri lucu
Baca
+Pustaka
APLIKASI JODOH

APLIKASI JODOH

Marthino Mawikere
Trio yang terdiri dari Dinda si tomboy, Sandro si keling dan Bimbim si kontet. "Takkan kutergoda kalo kau menjanda nanti. Suwer, takkan kutergoda padamuuuu. Ow-yee ... takkan tergoda padamuuuuu...” Mereka bertiga masih nyanyiin lagu antah berantah tadi. Lagu dengan melodi yang lemah, jarak yang nggak teratur, dan syair yang nggak ngikutin pola a-b-a-b. Gilanya, lagu itu dinyanyiin tiga orang tapi dengan dua kunci berbeda.
1012.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 479 kali sebagai puisi berantai 3 orang santri lucu
Baca
+Pustaka
Belenggu Asmara Tukang Kebun

Belenggu Asmara Tukang Kebun

“Hari ini kita happy happy hey!” “Happy!” “Hari ini kita happy happy hey!” “Happy!” Mereka riang bernyanyi. Orang-orang kantoran berumur tiga puluhan itu kompak menyusuri tepi sungai sampai tiba di titik dimulainya permainan. Di atas ban mereka duduk telentang, tersambung satu sama lain sehingga membentuk formasi memanjang seperti ular. “Semua siap?”
109.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 317 kali sebagai puisi berantai 3 orang santri lucu
Baca
+Pustaka
SANG MENANTU TERBUANG

SANG MENANTU TERBUANG

Dingin, berat, dan setiap kali disentuh, ia merasakan gelombang energi asing mengalir dalam dirinya, bersamaan dengan kilatan memori yang semakin jelas: bukan hanya aula gelap, tetapi juga wajah wajah tanpa ekspresi yang membungkuk, dan bisikan dalam bahasa yang tidak ia pahami, namun entah bagaimana ia tahu artinya. Saat Arya sedang memindahkan beberapa kotak berisi suku cadang impor, sebuah bayangan besar menjulang di belakangnya. “Hei, Menantu Sampah! Kerja itu pakai tenaga, bukan pakai melamun!” Itu adalah Reno, kepala mandor gudang. Pria bertubuh gempal dengan kumis tebal dan wajah berminyak itu adalah kaki tangan Kinanti dan Laras di tempat ini. Ia sangat menikmati kekuasannya untuk me
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai puisi berantai 3 orang santri lucu
Baca
+Pustaka
Dua Pilar Cinta

Dua Pilar Cinta

ucap santri laki-laki bernama Raihan seraya melepas cengkeraman pria itu. Raihan segera memandangi sekeliling. Gadis pembuat onar itu nyatanya tak ada lagi di koridor. Sepertinya sudah kabur. Tak lama kemudian, para ustaz dan ustazah datang membubarkan kumpulan para santri. Namun, dibanding kembali ke ruangan, Raihan justru tertarik menuju ke arah belakang pesantren saat tanpa sengaja ia melihat gadis tadi sedang memanjat tembok. "Hei," panggil Raihan, "lu ngapain manjat tembok?"
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 185 kali sebagai puisi berantai 3 orang santri lucu
Tampilkan Ulasan (11)
Baca
+Pustaka
Eneng Susanti
langsung jatuh cinta akutuh pas baca blurb-nya. Apalagi isinya ... duh. Keren pisan ini mah. Sukaaaa ... suka sama papanya Rania, duh. Gokil banget tuh bapak-bapak. Pantesan anaknya kayak si Rania ... Semangat, thor. Salam dari Khair dan Khaira
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Dengan menulis, semoga Tuhan memberikan yang terbaik untuk saya dan keluarga. Lima santri saling konsentrasi dengan diri masing-masing. Saya melirik sekilas kanan-kiri, dan mereka benar-benar menikmati menjadi seorang pelukis. Sekali lagi saya heran, kenapa tangan mereka bisa begitu terampil dalam melukis? Santri yang berada di kanan saya terlihat melukis sebuah bunga teratai. Sebelah kiri saya terlihat tengah melukis gambar pegunungan, membuat saya kembali teringat dengan keadaan rumah di desa. Satu santri lainnya terlihat melukis pemandangan pedesaan. Anak-anak bermain sepak bola di sawah, sambil mentari menyinari sebelum benar-benar pergi. Benar-benar pemandangan yang membuat saya ingat m
8.910.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 398 kali sebagai puisi berantai 3 orang santri lucu
Baca
+Pustaka
Luka di Balik Senyum Istriku

Luka di Balik Senyum Istriku

Dua santri putri yang duduk di paling belakang dan di barisan tengah mengacungkan tangannya membuat Najma bingung karena mereka benar-benar bersamaan mengacungkan tangannya. "Karena kalian barengan ngacungnya, maka jawabnya harus bareng ya. Saya hitung dari satu sampai tiga, setelah hitungan ke tiga baru kalian jawab dengan barengan. Fahimtun?" "Fahimna!" jawab keduanya.
8.3119.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai puisi berantai 3 orang santri lucu
Baca
+Pustaka
Nikah Yuk, Gus!

Nikah Yuk, Gus!

Lain dengan Rozak yang lebih mirip dengan tiang listrik di pinggiran jalan. Detik itu ketika embun membutir di permukaan daun kaladium di depan rumah ndalem, para santri bersorak-sorai memuntahkan kekecewaan yang dari kemarin tertahan diam. Tangan saling terkepal menuju angkasa. Rupa-rupa disiram hangat matahari, sementara hati disulut kobaran api emosi. "Usir Gus Farhan!" teriak Aim sang provokator.
7.78.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 239 kali sebagai puisi berantai 3 orang santri lucu
Baca
+Pustaka
Antara Kita Bertiga

Antara Kita Bertiga

"Jangan bawa-bawa nama Andi di sini! Kamu tahu sendiri Sherine baru saja kabur dari neraka rumah tangganya!" Leo mengangkat kedua tangannya ke udara, memasang ekspresi seolah-olah ia tidak bersalah sama sekali. "Hei, santai, manis. Aku cuma bercanda. Ampun deh, sensitif amat sih kalian berdua hari ini." "Bercandamu tidak lucu, Leo!" timpal suara lain dari arah pintu depan yang mendadak terbuka lebar tanpa diketuk, membuat kami bertiga sontak menoleh kaget ke sumber suara.
10789 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai puisi berantai 3 orang santri lucu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status