CINTA DI BALIK BENCI
Tetapi, ada hal lain yang juga tidak bisa ia abaikan: perasaan terhadap Raka, yang semakin kuat dan tak bisa dihindari.
Lia bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan ke meja belajarnya, membuka buku catatan yang sudah lama tidak ia sentuh. Tanpa sadar, ia mulai menulis apa yang ada di pikirannya.
“Cinta itu bukan soal memilih siapa yang lebih baik, tapi siapa yang bisa membuat kita merasa lebih hidup,” tulisnya pelan. “Aku tahu aku harus memilih, tapi bagaimana jika aku takut jika keputusan itu akan mengubah segalanya?”
Hot Chapters