Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dikejar-kejar Brondong

Dikejar-kejar Brondong

lirihnya. Kini khayalan akan masa depannya tidak dapat ia lukiskan dengan baik. Semuanya tampak abu-abu. "Ya Allah, apa yang akan terjadi pada kehidupanku nanti?" "Sungguh aku telah kehilangan angan-angan dan harapan akan masa depan bersama seorang pria. Hatiku masih terluka dan lelah, sembuhkanlah luka hati ini, ya Allah. Engkaulah Maha Penyembuh, Maha Penghapus kegelisahan, kegundahan, kelelahan, maka hapuskan sakit, lelah, gundah dan gelisah itu. Kuatkan iman dan hati ini untuk dapat tetap menjaga kebersihan hati ini, ya Allah."
3.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai puisi harapan masa depan
Baca
+Pustaka
Cinta Setelah Luka

Cinta Setelah Luka

"Harapan? Kau pikir aku percaya dengan harapan? Berapa banyak harapan yang aku inginkan? Kenyataannya, apa sesuai dengan yang aku mau?" "Tidak semua harapan seperti yang kau inginkan. Namun, setidaknya, jika ada semangat darimu untuk sembuh, kau akan sembuh. Sebaliknya, jika kau menyerah, percuma saja berharap." "Aku lelah berharap. Kau tidak perlu menutupi apa pun dariku. Aku tahu apa yang terjadi dengan tanganku. Dengan masa depanku. Kau hanya mencoba mengulur waktu untuk membuatku bersabar."
96.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai puisi harapan masa depan
Baca
+Pustaka
Perjalanan Menjadi Yang Terkuat

Perjalanan Menjadi Yang Terkuat

Dia berjanji untuk menghormati keputusan anak itu dengan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dan menemukan cara untuk berkontribusi pada perdamaian dan keadilan di komunitas mereka. Dengan langkah yang penuh harapan, mereka semua meninggalkan gudang, menuju langit yang cerah dan masa depan yang penuh dengan kemungkinan. Dalam perjalanan mereka, mereka membawa harapan, pengampunan, dan tekad untuk membangun dunia yang lebih baik bagi generasi mendatang. Dan dalam hati mereka, mereka tahu bahwa meskipun perjalanan mereka mungkin penuh dengan rintangan, cahaya perdamaian akan selalu membimbing mereka di tengah kegelapan.
103.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai puisi harapan masa depan
Baca
+Pustaka
Antara Aku, Dia, dan Masa Lalu

Antara Aku, Dia, dan Masa Lalu

Karena kelelahan akibat lembur beberapa hari, ada bayangan biru muda di bawah matanya. Dan ada tahi lalat kecil berwarna cokelat di ujung matanya. Dia dulu adalah impian yang sangat tinggi dan tak terjangkau bagiku saat masih remaja. Aku tak bisa menahan diri, hidungku terasa memanas. Banyak hal yang sulit untuk diungkapkan. Mungkin kita selalu merasa rendah diri di hadapan orang yang kita pandang tinggi. Tapi, di dalam hatiku, aku tak rela mendorongnya menjauh.
42.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai puisi harapan masa depan
Baca
+Pustaka
Balas Dendam Sang Pendamping Setia

Balas Dendam Sang Pendamping Setia

Pegangan itu lembut tapi tegas, sama seperti dulu saat menenangkan ketakutannya di masa kecil. “Dendam sudah kamu lepaskan. Luka sudah kamu rawat. Tapi hidup bukan hanya soal sembuh dari luka, Nak, tapi juga soal menumbuhkan harapan.” “Aku punya harapan, Bu. Aku sedang berjuang untuk masa depan yang lebih baik—” “Untuk orang lain, iya. Tapi bagaimana dengan dirimu sendiri? Kapan terakhir kali kamu membiarkan dirimu bermimpi tentang kebahagiaan pribadi, bukan sekadar kesuksesan atau dampak sosial?”
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai puisi harapan masa depan
Baca
+Pustaka
Kekasih Hatiku Sang Tokoh Kedua.

Kekasih Hatiku Sang Tokoh Kedua.

"Ada gaun tua yang menyimpan kenangan, dan ada hati yang bersembunyi di baliknya. Undangan yang datang dari langit yang tak pernah ramah, kini menjadi jembatan antara masa lalu yang pahit dan masa depan yang penuh ketidakpastian." ***
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai puisi harapan masa depan
Baca
+Pustaka
Menantu yang Tak Diharapkan

Menantu yang Tak Diharapkan

Tangannya tanpa sadar menyentuh perutnya. Pelan. Refleks. Namun kali ini, ada hal lain yang ikut muncul. Rasa ingin melindungi. Ia mengembuskan napas panjang. “Besok…” Pertemuan itu kembali terlintas. Keluarga Rendra. Masa lalu yang ia anggap telah selesai, namun masa depan yang belum jelas. Matanya perlahan terpejam. Namun sebelum benar-benar tenggelam dalam tidur —satu pikiran muncul.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai puisi harapan masa depan
Baca
+Pustaka
Kelemahanku kekuatan untuk bertahan hidup

Kelemahanku kekuatan untuk bertahan hidup

Paus Benediktus XVI mengatakan, "Barangsiapa percaya kepada Kristus memiliki masa depan. Karena Allah tidak memiliki keinginan atas apa yang layu, mati, semu, dan akhirnya dibuang: Ia menginginkan apa yang berbuah dan hidup, Ia menginginkan hidup dalam kepenuhannya dan Ia memberi kita hidup dalam kepenuhannya." Dengan demikian harapan dapat membuat seseorang bertahan melalui pencobaan iman, kesulitan atau tragedi kemanusiaan yang mungkin terlihat luar biasa. Harapan dipandang sebagai "sauh bagi jiwa" sebagaimana dirujuk dalam Surat Ibrani di Perjanjian Baru. Ibrani 7:19 juga mendeskripsikan "pengharapan yang lebih baik" dari 'Perjanjian Baru' dalam Kristus, bukannya 'Perjanjian Lama' dari hu
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai puisi harapan masa depan
Baca
+Pustaka
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Dan inilah sajak yang tengah saya buat : Jika malam merenungi nasib Akan kemanakah dia pergi Jika hari telah berganti Kepada siapa dia mengabdi Tidak, dunia ini hanya sebuah harapan Harapan, harapan, serta harapan Apakah itu harapan? Dia adalah angan yang tidak akan kunjung Selalu ada, namun dia tiada Kita butuhkan, namun tidak dibutuhkan Dia berguna, tapi tidak berguna Adanya karena keadaan Sang Maha Ada Lantas, dia sejatinya tiada
8.99.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 319 kali sebagai puisi harapan masa depan
Baca
+Pustaka
Lembah Kaisar Takdir

Lembah Kaisar Takdir

Suasana malam yang damai itu memberi harapan baru, dan Raka merasakan bahwa suatu hari nanti, cerita mereka akan menjadi legenda yang dikenang oleh seluruh umat manusia. Pagi pun tiba dengan sinar matahari yang hangat, mengusir dinginnya malam dan membawa aroma segar dari embun yang baru menyentuh bumi. Raka bangkit dari tempat duduknya, menutup buku catatan, dan menatap ke arah cakrawala. Di sana, ia melihat bayangan masa depan yang samar, penuh dengan kemungkinan dan janji-janji yang belum terpenuhi. Namun, ia tahu satu hal pasti: selama ada harapan, selama ada cahaya, mereka akan terus berjuang.
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai puisi harapan masa depan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status