Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Married to My Childhood Friend

Married to My Childhood Friend

"Nayla, nggak peduli seberapa panjang masa lalu aku dengannya, tapi aku melihat masa depan di matamu." Sontak Nayla terbelalak. "Dan masa depan itu sangat panjang selagi ada harapan." Napas Nayla tercekat. "Harapanku adalah bersamamu. Di sisimu selama yang aku bisa. Sampai utusan tuhan datang memisahkan kita." Wajah Nayla memanas sampai ubun-ubun refleks menarik diri menjauh di tepi sofa sambil membawa mie.
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai puisi harapan masa depan
Baca
+Pustaka
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Belajar mendengar, bukan mengatur. Sebab mereka tahu: masa depan bukan untuk dimenangkan. Ia untuk dirawat. Dan selama masih ada anak-anak yang tertawa di tengah kabut, maka dunia masih punya harapan.---
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai puisi harapan masa depan
Baca
+Pustaka
Sakit Sesaat Demi Kebahagian Masa Depan

Sakit Sesaat Demi Kebahagian Masa Depan

"Manusia harus terus maju. Aku nggak ingin seperti Ruha, terus terpenjara dalam kenangan masa lalu." "Aku mencintaimu, sangat mencintaimu. Mungkin cinta kita nggak bersamaan waktunya dan aku menyadarinya terlambat. Tapi, aku nggak menyesal. Aku berutang terlalu banyak padamu, bahkan mungkin nggak pernah bisa lunas di kehidupan ini." "Tapi setelah semua ini, hatiku sedikit lebih lega. Jadi, kamu nggak perlu merasa bersalah, apalagi menyesal. Luna, hiduplah dengan bahagia ...."
7.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 189 kali sebagai puisi harapan masa depan
Baca
+Pustaka
Tak Lagi Berharap

Tak Lagi Berharap

Gimana kamu bisa tahu? [Kalau begitu, kenapa kamu bilang aku akan mengkhianatimu?] Rendra tidak menulis, tetapi aku tahu dia pasti sedang bergumam, 'Aku begitu mencintaimu, mana mungkin aku akan mengkhianatimu?' Aku bisa membayangkan raut wajah Rendra di usia tujuh belas yang terkejut, bingung, dan tidak percaya. [Aku tahu semua ini karena dirimu di masa depan sudah menceritakan semuanya. Kamu yang berusia tiga puluh tahun juga bilang kamu menyesal sudah melakukan semua ini.]
5.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai puisi harapan masa depan
Baca
+Pustaka
Permaisuri yang Diabaikan

Permaisuri yang Diabaikan

'Ya, kau benar, Allendis.' Kenyataan tempatku berada berbeda dari masa lalu. Tidak akan mudah, tetapi aku tidak akan terjebak di masa lalu lagi karena masa laluku tidak akan pernah kembali. Aku memimpikan masa depan, dan aku menemukan sedikit harapan bahwa aku bisa mengubah nasibku.
63.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai puisi harapan masa depan
Baca
+Pustaka
Merenungi Masa Lalu di Bawah Mentari Senja

Merenungi Masa Lalu di Bawah Mentari Senja

"Apa anak itu milikku atau bukan, sekarang sudah nggak penting lagi. Karena dia nggak akan punya kesempatan untuk lahir. Sylvaria, kamu merencanakan begitu banyak hal dengan penuh perhitungan, bukankah hanya ingin naik posisi?" "Biar kamu tahu, aku nggak akan memberi kamu kesempatan lagi untuk menyakiti Rina!" Sylvaria mengira dengan memiliki anak, dia akan mempunyai harapan untuk menarik kembali hati Vandero. Tidak disangka anak itu justru menjadi pukulan terakhir yang membuatnya kehilangan harapan. Sylvaria mundur sambil secara refleks melindungi perutnya. "Jangan, jangan ...."
7.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 290 kali sebagai puisi harapan masa depan
Baca
+Pustaka
SOPIR PRIBADIKU TERNYATA MILIARDER

SOPIR PRIBADIKU TERNYATA MILIARDER

Ia tersenyum, merasa bahwa setiap sudut kota kini mencerminkan semangat baru—sebuah era di mana kebenaran tidak lagi ditutupi, dan di mana harapan tumbuh di setiap hati. Kembali ke ruang rapat, Keira membuka buku hariannya dan menuliskan baris baru: "Hari ini, aku menyaksikan bahwa masa depan adalah milik mereka yang berani bermimpi dan bertindak. Di setiap langkah yang kita ambil, terukir harapan yang tak pernah padam, dan dalam setiap senyum yang tercipta," "terdapat janji bahwa keadilan akan terus hidup. Kita telah menyalakan cahaya yang akan menerangi dunia, dan aku bersyukur karena kita melangkah bersama dalam kebenaran."
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai puisi harapan masa depan
Baca
+Pustaka
My Sweet Bodyguard

My Sweet Bodyguard

Mungkin kita tidak bisa merubah masa lalu, tapi kita masih punya kesempatan untuk merubah masa depan. -Reyana- Masa lalu biarlah masa lalu Jangan kau ungkit jangan ingatkan aku Masa lalu biarlah masa lalu Sungguh hatiku tetap cemburu. Tarik sis ... semongko!!!
1099.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai puisi harapan masa depan
Tampilkan Ulasan (28)
Baca
+Pustaka
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Geronimo Noob
Eps nya pas, Ceritanya juga engga terlalu berbelit-belit, banyakin nulis yang eps pendek kek gini lagi dong author, daripada eps ribuan tapi berbelit-belit, semangat author, ditunggu cerita lainnya lagi :)
Baca Semua Ulasan
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Senja menulis dengan hati yang penuh cinta, membiarkan perasaannya mengalir bebas di atas kertas. Puisi itu tidak hanya menjadi ungkapan cinta, tetapi juga sebuah harapan. Harapan bahwa apa yang dia rasakan tidaklah sia-sia, bahwa mungkin saja Langit juga merasakan hal yang sama. Senja menulis dengan harapan bahwa suatu hari nanti, Langit akan membaca puisi ini dan memahami betapa dalam perasaannya. Cinta yang Tumbuh di Senja Di bawah langit senja, Ku temukan dirimu, tak terduga.
3.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai puisi harapan masa depan
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

dengan "Masa Depan yang Hancur" Ia mengirimkan pesan cinta dan harapan kepada dirinya sendiri di masa depan. "Kau tidak sendirian! Kami di sini untuk membantumu!" Seketika, bayangan-bayangan masa depan yang tadinya menakutkan berubah menjadi cahaya yang menguatkan. Nara masa depan muncul kembali, tapi kali ini ia tidak hancur. Ia tampak sangat kuat. "Terima kasih, Nara masa lalu," kata Nara masa depan.
793 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai puisi harapan masa depan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status