Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Istri Yang Tak Dirindukan

Istri Yang Tak Dirindukan

Ya littta bil haqqi rasullalhidayah Ya Rasullah ya habiballah Ya Rasullah ya habiballah Harapan cinta nyata hidup bahagia Cinta yang utama di hati slamanya Denganmu ya Rasul rindu tuk bersama Padamu ya Rabbi terkabul semoga Engkaulah pujaan hati ya Rasullah Bersinar cahayanya kekasih Allah Wahai sang kekasih insan yang terpilih Sholawat yang tercurah cinta sungguh indah Pujaan hati ya Rasullah Cahaya cinta kasih Allah Wahai sang kekasih insan yang terpilih Sholawat yang tercurah cintanya sungguh indah Pujaan hati ya Rasullah Cahaya cinta kasih Allah Ya habibal qalbi ya khoiri baroyah Ya li'jit bil haqqi rasullalhidayah
9.4121.3K viewsCompletedAdded to Library 2.8K Times as puisi idul adha
Read
+Library
Pacar Pura-Pura

Pacar Pura-Pura

jawab Clara dan menunjukkan letak puisi tersebut, dan setelah itu Kak Indri pun membaca puisi tersebut “Mencintaimu adalah janji pada Tuhan, janji yang harus ku tepati pada penciptaku Dengan segenap jiwa dan raga ku, dan serta doa menjadi bekal ku mencintaimu Aku ingin mencintaimu dengan indah, dengan hati yang bercahaya seperti purnama Aku ingin mencintaimu dengan indah, dengan sifat yang berharga seperti batu permata Tuhan, izinkan aku bersamanya, izinkan aku menjaganya, seperti janji di setiap doa ku yang tertuju padanya.” Baca Indri dengan penuh hati, dan memang benar puisi yang ada di dinding itu sangat bagus dan Indri pun juga sangat suka pada puisi tersebut “Bagus banget ya puisinya”
109.8K viewsOngoingAdded to Library 371 Times as puisi idul adha
Read
+Library
Istri Sederhana Sang Duda

Istri Sederhana Sang Duda

Tanya Darma "Ini pasti salah Papa, Papa selalu marahi Mama, karena itu mama pergi, Aditya ingin Mama... Aditya ingin Mama, " Aditya meronta ingin bertemu dengan Alisa, seketika Darma terdiam. "Aditya melihat papa marahin mama, lalu mama menangis ketika papa sudah pergi, papa jahat, papa jahat sama mama, Aditya mau mama, " ucap anak itu meronta-ronta.
101.9K viewsOn holdAdded to Library 53 Times as puisi idul adha
Read
+Library
7 Sumpah

7 Sumpah

Flashback 6th #9 Rumah pohon - 7 Sumpah - -------------- Kau mau apa pasti 'kan ku beri Kau minta apa akan aku turuti Walau harus aku terlelah dan letih Ini demi kamu, sayang Aku tak akan berhenti menemani dan menyayangimu Hingga matahari tak terbit lagi Bahkan bila aku mati, ku 'kan berdoa pada Ilahi 'Tuk satukan kami di Surga nanti Tahukah kamu apa yang ku pinta Di setiap doa sepanjang hariku? Tuhan, tolong aku, tolong jaga dia Tuhan, aku sayang dia Wali -- Doaku untukmu ----------------- "Hai, Ai, ayo! Naiklah dan tutup matamu dengan kain ini." ucap Haidar.
9.96.1K viewsCompletedAdded to Library 235 Times as puisi idul adha
Read
+Library
Dendam dan Rahasia Tuan Muda

Dendam dan Rahasia Tuan Muda

“Masih berani ngobrol di pelajaran saya! Sudah pintar sekali kamu ya!” Adhira menyengir sambil menggaruk kepalanya. “Kamu coba buat satu bait.” Pak Heno langsung meminta Adhira yang kebingungan itu membuat pantun. “Ehm… ehmm…. “ Burung perkutut burung merak Burung pelican burung kutilang Burung garuda burung jalak Burung kasuari burung elang
1011.8K viewsOngoingAdded to Library 342 Times as puisi idul adha
Read
+Library
Cinta Sekolah Menengah Pertama

Cinta Sekolah Menengah Pertama

ia menghilang saat mentari turun dari peraduanya tak sanggup ku kepakkkan kembali sayap ini ia telah patah… tertusuk duri duri yang tajam… hanya bisa meratap… meringis… mencoba mengapai sebuah pengangan…" Kak Citra membacakan puisi dengan penuh penghayatan. Musik masih mengalun pelan di sampingnya. Kak Citra seakan-akan bisa memboyong piala juara jika dia ikut kompetisi. Namun tidak dilakukannya. Dia tahu, dia memang sebagus itu. Kahlil Gibran adalah idolanya.
1015.2K viewsCompletedAdded to Library 380 Times as puisi idul adha
Read
+Library
Kabur Saat Masa Iddah

Kabur Saat Masa Iddah

Dan selalu meminta ixin tiapkali akan lembur dan pulang telat. Pesan dari Jo yang menagih motornya kuabaikan, termasuk pesan Mama yang bertanya aku sekarang dimana. Aku hanya tidak tega mengabaikan pesan Tandi, adik bungsuku yang berusia lima tahun yang baru belajar mengirim pesan melalui ponsel. Aku tersenyum tiapkali dia mengirim pesan yang ditambahi dengan stiker lucu, meski kadang aku kesulitan membacanya dan tidak mengerti apa maksudnya.
2.9K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as puisi idul adha
Read
+Library
Air Mata dan Doa Seorang istri

Air Mata dan Doa Seorang istri

Sendirian saja di tengah kumandang takbir membuat hatinya sedih dan tak terasa tetasan air mata membasahi pipinya. Hanya pesan ucapan selamat hari raya idul adha yang disqmpaikannya kepada Bik Ros lewat video call sekalian ingin melihat wajah cantik anaknya, Maya. Betapa inginnya dirinya menggendong sang bocah yang mulai berisi badannya. Diana tak puas-puas memandangi sang buah hati dengan segenap jiwa raganya.
1011.1K viewsCompletedAdded to Library 356 Times as puisi idul adha
Read
+Library
Perangkap Cinta Sang CEO

Perangkap Cinta Sang CEO

Aidan tersenyum dan mulai mengingat lagi. "You are my heart poetry when my longing endlessly. I want you to be there when I open my eyes until I closed them at night. You cast away my grey haze, on the long search of my savanna. What a morning dew. You wipe all the thirst for my loveless heart, you are the aurora portrait that I drew for my sundown. You are like a beautiful flower that colors my spring. In times of this heart upset, you make it bright. You are my sun, and you are the ocean. Where my heart empties, you are the answer to my prayer. Which ends of my waiting, like a shooting star. The last hope of my heart," ujar Aidan membacakan puisi yang pernah dituliskannya dulu untuk Malikh
8.823.4K viewsCompletedAdded to Library 887 Times as puisi idul adha
Read
+Library
Wanita Masa Depan CEO Muda

Wanita Masa Depan CEO Muda

Hati terbisu, merindu yang tiada Rindu itu bagai bunga yang layu Di taman hati yang sepi dan sunyi Kucoba menyusun kata-kata indah Namun tetap saja, rindu tak terucap Seiring waktu berlalu tanpa henti Kerinduan ini semakin terukir dalam jiwa Oh, ribuan pagi yang menyelinap Seperti embun pagi yang merindu matahari (Puisi karya Swonos) Seusai menuliskannya Zahira pun tergugu, ia tidak tahan ingin bertemu dan memeluk Hasan, ia sangat merindukannya. Tapi ia juga tak ingin merengek pada suaminya untuk segera pulang, ia tidak mau menghalangi Hasan mengejar cita-citanya. Ia tidak mau tangisannya kelak akan memberatkan langkah suaminya di medan perang. Bagaimana pun ia ingin menjadi istri yang baik
106.1K viewsCompletedAdded to Library 212 Times as puisi idul adha
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status