Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Ai (Untuk Leo)

Ai (Untuk Leo)

Kau Maha Adil Sang Pencipta Raga dan jiwaku kau wakilkan Hingga kubisa tenang pada waktunya Tunggulah aku semuanya Susulanku segera kalian terima Hingga waktu itu tiba Leo terkesan dengan dengan sajak puisi yang telah ia baca tersebut. Ia yakin, puisi ini memiliki makna tersendiri dan bukan hanya sekedar karangan. Terpikir dalam pikirannya untuk mencari tahu siapa penulisnya. Maka dibukalah lagi lembaran berikutnya. "Berlarilah karena mimpimu, jangan dengarkan perkataan mereka tentang mimpimu, Biarkan mereka tidak tahu, siapa sebenarnya dirimu."
103.9K viewsOngoingAdded to Library 147 Times as puisi kelasku
Read
+Library
The Devil's Mistress

The Devil's Mistress

Virgo merogoh sesuatu dari sakunya dan mengeluarkan secarik kertas lalu merentangkan di atas meja. Puisi yang entah kenapa, ditulis dengan bahasa yang rapi tapi hanya tertuang di atas selembar kertas kumal. * Oh, air mata membuat kaleidoskop di matamu Oh, tears make kaleidoscopes in your eyes Dan luka, aku tahu kau terluka tapi aku juga And hurt, I know you're hurting but so am I Dan Sayang, jika sayapmu patah And love, if your wings are broken
1088.4K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as puisi kelasku
Read
+Library
Bentala dan Nabastala

Bentala dan Nabastala

Di hitam matamu kembang mawar dan melati Harum rambutmu mengalun bergelut senda Sepi menyanyi Malam dalam mendoa tiba Meriak muka air kolam jiwa,” “Dan dalam dadaku memerdu jiwa Dan dalam dadaku memerdu lagu Menarik menari seluruh aku Hidup dari hidupku, pintu terbuka Selama matamu bagiku menengadah Selama kau darah mengalir dari luka Antara kita mati datang tidak membelah.” Sambung Bella. Membuat seisi kelas bertepuk tangan karena puisi yang baru saja dibacakan sangat indah. “Nah, seperti itulah permainan ini. Tapi ingat, siap-siap saja ada satu kertas kosong ya!” ingat Bu Sri dan mempersilahkan Boni dan Bella kembali ke bangkunya.
2.7K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as puisi kelasku
Read
+Library
Secangkir Kopi Untuk CEO

Secangkir Kopi Untuk CEO

Membuat Anita hampir tak percaya. Perasaan Anita bercampur, antara bingung dan senang. Perubahan sikap Sagara masih saja membuatnya terkejut. “Em... Di sini saya mau membacakan sebuah puisi, karangan Pena Langit dengan judul Orang Asing. Maaf sebelumnya kalau bukan karya saya sendiri. Karena saya tidak pandai membuat puisi," terang Sagara sambil tersenyum canggung.
107.6K viewsOngoingAdded to Library 166 Times as puisi kelasku
Read
+Library
Saat Aku Melahirkan Kau Tak Ada, Saat Aku Pergi Kau Menangis

Saat Aku Melahirkan Kau Tak Ada, Saat Aku Pergi Kau Menangis

"Halo, halo. Aku Tasya. Aku sudah lama dengar namamu. Dulu waktu masih kuliah, kami sudah dengar banyak cerita soal kamu. Kamu benar-benar ... keren!" Awalnya Tasya hampir saja blak-blakan mengatakan "tampan". Namun, saat kata itu sampai di ujung lidah, dia merasa dirinya akan terdengar terlalu dangkal, jadi dia buru-buru menggantinya. Reiner jelas sudah terbiasa menerima kekaguman para wanita. Dia tersenyum tipis. "Kamu terlalu memuji. Jadi, ternyata kita alumni kampus yang sama ya."
1041.5K viewsOngoingAdded to Library 1.3K Times as puisi kelasku
Read
+Library
Membuatmu Takluk Padaku

Membuatmu Takluk Padaku

kata sang ibu memberi nasehatnya. Kai mengiyakan kata-kata sang Mama dan berangkat ke sekolah seperti biasa. Siangnya dia dan teman-temannya pergi ke hotel yang dia maksud untuk mengikuti seminar. Itu adalah hal yang paling disesali. Seumur hidupnya harus mengutuk kenapa dia harus menyaksikan pemandangan itu. Ketika ia sedang ke toilet, tak sengaja ia berpapasan dengan sepasang kekasih yang tidak tahu malu saling berpelukan antara satu dengan yang lain.
1.8K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as puisi kelasku
Read
+Library
Istri yang Kau Hinakan

Istri yang Kau Hinakan

tegas Prasetyo. "Sampai kapanpun aku tak akan menceraikannya," desis Sadam. "Kenapa?" Prasetyo menatap heran. "Aku merasa tertipu dan ingin membalaskan rasa sakit hatiku dengan tidak menceraikannya, membuatnya menderita," ujar Sadam sorot matanya penuh kemarahan.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 43 Times as puisi kelasku
Read
+Library
Aku yang Kau Buang, Kini Tak Bisa Kau Sentuh

Aku yang Kau Buang, Kini Tak Bisa Kau Sentuh

Seorang wanita datang mendekat. “Eh, ada tamu rupanya!” sapa wanita itu. Terlihat masih muda dan cukup cantik, dengan rambut pendek penampilan terkesan tomboy. Asri dan Ello mengangguk sambil tersenyum kecil menanggapi. “Ini Claudia, anak saya. Anak saya satu lagi tidak ada di sini, dia sedang kuliah, namanya Bara. Dia jarang di rumah, dia ngekost di luar kota!” seru bu Ara.
1014.1K viewsCompletedAdded to Library 282 Times as puisi kelasku
Read
+Library
Istri Tuli Yang Kau Buang

Istri Tuli Yang Kau Buang

Selanjutnya Bening menemui orang – orang dan berdiri di atas meja. “Mohon maaf Sodara – Sodara. Quota kami hari ini sudah penuh. Jika kalian tertarik untuk kelas kami, pantau terus sosial media Joli Flower. Nanti kami akan tautkan lik pendaftaran. Sebagai permohonan maaf, saya sudah menyiapkan bakso di seberang. Silahkan Bapak dan Ibu ke sana. Mohon antre yang rapi, Jangan berebut, supaya tidak menggangu lalu lintas. Insyaallah baksonya cukup."
1021.6K viewsCompletedAdded to Library 627 Times as puisi kelasku
Read
+Library
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

"Mumpung sudah terjadi, Ginos, aku akan mengatakan yang sebenarnya." "Kakak Ipar selalu menindasku. Dia menyebarkan skandal kalau aku sebagai pelakor dan hampir menghancurkan karierku. Dia selalu memarahiku, mendorongku jatuh dari lereng bukit dan menghasut penggemar untuk membunuhku..." "Aku juga manusia. Aku merasa tidak nyaman dan marah, jadi aku sengaja mengucapkan kata-kata itu untuk menyinggungnya."
17.2K viewsCompletedAdded to Library 687 Times as puisi kelasku
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status