Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Sudah hampir sepuluh menit. Emma bahkan tidak meliriknya sekali pun. Dan anehnya, itu sangat mengganggu. “Puisi,” lanjut Pak Mahesa sambil berjalan perlahan di depan kelas, “adalah cara manusia menyembunyikan luka tanpa benar-benar menutupinya.” Sunyi. Semua seperti terhipnotis pada suara Pak Mahesa yang berat dan dalam. “Hari ini, kalian akan menulis puisi bebas.”
103.6K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as puisi kelasku
Read
+Library
Kini, Aku Belajar Melepasmu

Kini, Aku Belajar Melepasmu

"Dulu, dia terpaksa bertahan di sisi kalian demi diriku. Kalau saja aku tahu dia akan menanggung penderitaan sehebat itu, aku lebih baik mengakhiri hidupku sendiri saat itu juga daripada membiarkan kalian menindasnya seperti itu!" Sambil berbicara, api amarah di mata Linda makin berkobar. Ada kebencian yang mendalam terhadap Gilang dan Haris, tetapi yang lebih besar adalah rasa sesal dan ketidakpuasan terhadap dirinya sendiri. "Bu! Jangan bicara begitu. Kalau saat itu Ibu tiada, aku pun mungkin akan ...."
5.4K viewsCompletedAdded to Library 171 Times as puisi kelasku
Read
+Library
Kau Duakan Aku, Kubuat Sengsara Hidupmu

Kau Duakan Aku, Kubuat Sengsara Hidupmu

“Lalu kenapa hanya ada namaku di atasnya?“ balasku lagi. Meski hanya sebentar, aku sempat melihat kalau hanya ada namaku di atasnya, ditulis oleh Bang Zul dengan tulisan tangannya yang selalu berantakan dan sulit dibaca. Tulisan yang kuejek setiap hari di masa lalu. “Kita ke peternakan, oke? Kamu harus memperkenalkan diri ke para pekerja di sana.“
1024.3K viewsCompletedAdded to Library 729 Times as puisi kelasku
Read
+Library
MENGEJAR IMPIAN DAN BERTEMU CINTA SEJATI

MENGEJAR IMPIAN DAN BERTEMU CINTA SEJATI

Engkau sang pengusik rindu Kepadamu ku tuliskan sebuah puisi Puisi tentang kisahku dan kisahmu Yang selalu bertahta dalam ilusi Wahai sang pemilik hati Untukmu, kutuliskan subuah kisah Kisah tentang imajinasi Untukmu sang kekasih Wahai sang pemilik rasa Bayangmu selalu memenuhi imajinasiku Tanpa rasa bersalah engkau bertahta Memenuhi semua hidupku
2.6K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as puisi kelasku
Read
+Library
PAPA MUDA

PAPA MUDA

Cinta Tak pernah meminta berlabuh di mana Sekotor apa pun wadahnya, tetap kan menyapa Derap langkah akan selalu mencari cara Untuk akhir yang tersembunyi bersama rahasia Cinta Kuatkan hati agar selalu setia Luaskan sabar menahan lara Hingga doa mampu berikan asa Aku dan kamu bisa bersama Gerimis di bumiku, 4 Oktober' Puisi terunggah tanpa menunggu lama. Ada kepuasan tersendiri bisa menyampaikan rasa lewat aksara. Bahkan ada keinginan untuk mencoba hoki dalam dunia literasi dan mengejar mimpi lewat satu cerita. Namun, nyalinya belum sekuat itu. Ia takut malah tidak bisa lagi berenang ke tepian lalu tenggelam karena melakukan tindakan berbahaya. Sementara raga belum mempersiapkan diri sama sek
108.8K viewsCompletedAdded to Library 281 Times as puisi kelasku
Read
+Library
Terjebak Cinta Kakak Tiri

Terjebak Cinta Kakak Tiri

“Puisi Tentang Yang Tidak Tuntas.” Lucas melirik. “Favoritku.” “Kenapa?” “Karena yang tidak tuntas… biasanya justru paling jujur.” Mereka duduk di lantai kayu tua. Tak ada pengunjung lain. Hanya suara angin dari jendela dan gemerisik kertas yang disentuh. Lucas membaca satu puisi dengan suara pelan. Lalu berhenti, menatap Jasmin. “Boleh aku tanya sesuatu?”
106.4K viewsCompletedAdded to Library 211 Times as puisi kelasku
Read
+Library
Merindukanmu, Dalam Jerit Tangisku

Merindukanmu, Dalam Jerit Tangisku

Air mata yang menyimpan kemarahan dan kekecewaan. Sophia tak menyerah begitu saja. Dia akan terus berusaha sampai paling tidak suaminya memercayainya. “Lucas, aku tidak berbohong. Sungguh, aku benar-benar tidak berbohong. Jujur, jika kau meminta penjelasan, aku sendiri bingung untuk menjelaskan. Bukan karena aku ingin mencari alasan, tapi aku hanya ingat tadi malam aku di mansion sendirian dan sedang menonton televisi sambil minum teh, lalu setelah itu aku tidak ingat apa pun lagi. Aku mencoba menggali ingatanku, tapi tidak ada. Aku bangun dalam keadaan—”
701 viewsOngoingAdded to Library 17 Times as puisi kelasku
Read
+Library
Hello, Nanny!

Hello, Nanny!

“Ya emang nggak lucu. Lagian cuma kertas puisi, kenapa sih aku nggak boleh liat?” “Itu tugas gue!” “Tau! Makanya aku pengin liat. Sehebat apa kulkas tiga pintu bisa bikin puisi.” Kael menggeram. Dia tidak mau mempermalukan diri sendiri dengan tulisan picisan yang dibuat tangannya. Gila, bisa jatuh harga dirinya. Saat Rere kembali mengacungkan kertas di tangannya, hendak membaca isinya lagi, Kael buru-buru berlari untuk menangkapnya.
1086.0K viewsCompletedAdded to Library 2.2K Times as puisi kelasku
Show Reviews (34)
Read
+Library
Eliyen Author
Bab-bab awalnya nendang banget! Komedinya lucu. Ceritanya warming buat heart-heart yang sedang galau sama hidup. Ini novel recommended banget dibaca sebelum kerja, istirahat kerja, pulang kerja, sebelum tidur. Interaksi Reyga-Kael-Kalla bikin senyum-senyum terus. ,,,^^
Yoshi Dwi Ramadani
hai kak beb, br baca cerita ini gegara liat chap terakhir ceritamu di hello, husband. semoga aku bisa nyelesain ini, penasaran Ama cerita Kalla n om Reyga hehe... awal chapter aja udah menarik hati,, semangat berkarya terus kak beb...<3
Read All Reviews
Aku, Seorang Istri Tetangga: Gairah Membara yang Terbebaskan

Aku, Seorang Istri Tetangga: Gairah Membara yang Terbebaskan

Sabun berbusa tapi ia tidak peduli. Kata-katanya canggung, tata bahasanya salah, rimanya tidak jelas, tapi tulus. "Mata Raisa seperti bintang di langit Bandung". Ia tertawa waktu itu, bilang itu puisi paling konyol yang pernah ia dengar. Tapi ia simpan sampai sekarang di laci. Lipat rapi. Seperti artefak dari kehidupan lain. Sekarang satu-satunya puisi yang kau tulis adalah laporan keuangan. Angka dan grafik. Tidak ada ruang untuk perasaan.
19.0K viewsOngoingAdded to Library 627 Times as puisi kelasku
Read
+Library
Days to Remember

Days to Remember

Lembaran senja menjadi sembilu Sejuta sajak bukan indah terlalu Melainkan pelangi yang tersembunyi benalu Menjadi saksi Sang Maha Tahu Wahai kau, Senja yang mengikat waktu Melepas sembilu menjadi lalu Kemudian hening di fajar yang baru Menanti pelangi berbaju baru. Pagi ini semua tak tampak biasa, banyak murid yang berdiri di depan majalah dinding. Dalam hitungan menit setelah sampai di sekolah, aku bisa mendengar rumor bahwa ada puisi bagus di rubrik mading. Pundakku terasa terangkat, aku bisa merasakan atmosfer teman-teman lainnya yang mungkin saja menyukai puisi yang kutulis kemarin itu. Aku dan Ani, ikut pergi untuk melihat mading, anak-anak kelas sebelah dan kakak kelas juga ikut menger
102.6K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as puisi kelasku
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status