Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

*** Puisi Kerinduan *** Kurangkai sebait puisi sederhana Tempatku menuangkan segala asa Kupersembahkan khusus untukmu Wahai ... sang pemilik rindu Di sini ku terdiam Terbelenggu tabir hitam Entah kapan engkau datang Membawa secercah harapan Wahai ... sang Bayu Cukuplah engkau bersamaku Mendengarkan nyanyian pilu Dari jiwa yang terpaku Walau lelah Walau payah
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai puisi kerinduan
Baca
+Pustaka
JEJAK RINDU YANG TERLARANG

JEJAK RINDU YANG TERLARANG

"Aku rindu kita yang dulu, Luna. Aku rindu senyummu, rindu obrolan kita, rindu saat-saat kita bisa saling bercerita tanpa ada kemarahan di antara kita." Luna menelan ludah, mencoba meredam gejolak di dadanya. Kata-kata Hendri menyentuh bagian hatinya yang paling rapuh, bagian yang masih ingin percaya bahwa ada sedikit harapan bagi mereka. Tapi ingatan tentang tangis yang selalu ia tahan, luka yang tak terucap, dan malam-malam panjang yang ia habiskan dalam kesepian lebih kuat dari bujuk rayu Hendri.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai puisi kerinduan
Baca
+Pustaka
Pengorbananku yang Tak Pernah Kau Hargai

Pengorbananku yang Tak Pernah Kau Hargai

Kerinduan mendalam di matanya sama sekali tidak dapat disembunyikan. Jadi, ketika menerima beasiswa pertamanya, Kaivan membelikan Noreen sebuah gelang perak. Itu adalah gelang dengan desain paling sederhana dan hanya seharga beberapa ratus ribu. Begitu melihat gelang itu, Noreen langsung memintanya untuk mengembalikannya.
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai puisi kerinduan
Baca
+Pustaka
Pungguk Merindukan Bulan

Pungguk Merindukan Bulan

Tanpa dia sadari tangis pun mulai menetes. "Papa, Mama …!" lirih, pemilik suara lembut merdu itu berbisik memanggil. "Seika rindu Papa, Mama … Emh, ternyata benar, perkara cinta lebih rumit dari pada puzzle kincir angin kita. Kepingannya pun terlihat begitu abstrak. Harus ekstra teliti, jeli untuk bisa memasangkannya."
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai puisi kerinduan
Baca
+Pustaka
VIDEO PERNIKAHAN SUAMIKU

VIDEO PERNIKAHAN SUAMIKU

Semilir angin membawa kabar Pada setiap bulir embun di antara dedaunan. Rindu ini menggema seirama dendang alam kehidupan. Kau bunga yang mewangi tertanam indah di taman hati. Kau nama yang selalu kusenandungkan. Kau wajah yang kulukis di kanvas hatiku Berwarna jingga penghuni jiwa.] Mas Fais ini mau bilang otewe ke sini saja pakai puisi aku jadi ge-er.
10146.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.4K kali sebagai puisi kerinduan
Baca
+Pustaka
PERNIKAHAN YANG TIDAK KUIMPIKAN

PERNIKAHAN YANG TIDAK KUIMPIKAN

Rindu, Cinta dan Luka By: Ayu Syafitri Rindu Dia hadir Mengalahkan derasnya hujan Namun, tidak berhasil mengusikmu Apakah hatimu telah beku? Matamu telah buta? Ada apa? Terluka? Bukan! Aku tahu! Kamu mengedepankan ego Agar dapat membunuh perasaanmu Aku bukan terobsesi padamu Melainkan sedang berusaha
1010.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 291 kali sebagai puisi kerinduan
Baca
+Pustaka
JODOH TAK TEPAT WAKTU

JODOH TAK TEPAT WAKTU

Buku-buku yang kini tersimpan rapi di gudang belakang. Saat Fahri membukanya, dia menemukan sebuah amplop putih yang terjatuh dari dalam buku tersebut. Di dalam amplop itu ada sebuah kertas. Dan di dalam kertas itu tertulis sebuah puisi yang jelas-jelas Fahri kenal. Itu adalah puisi karyanya yang dia tulis di puncak saat sedang bersama Rindu. Sebuah puisi berjudul SAUDADE yang Fahri tulis khusus untuk Rindu.
1020.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 495 kali sebagai puisi kerinduan
Baca
+Pustaka
Istri yang Kau Remehkan

Istri yang Kau Remehkan

Memangnya si kolor salah apa coba? "Oke... oke... ku hanya diam. Menahan, menggengam segala kerinduan." Wanti menyanyikan sepenggal lagu Tentang Rindu-nya Virzha, seraya membuat gerakan mengunci mulut. Abdi terkekeh. Wanti ini orangnya memang rame sejak zaman sekolahan dulu. "Setelah ini apa yang harus saya persiapkan, Pak?" Suri mengabaikan celotehan Wanti. Selain waktu yang mepet karena harus mengumpulkan kreasi-kreasi rajutan, ia juga mempunyai janji dengan supplier kulit.
1082.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai puisi kerinduan
Baca
+Pustaka
RINDU SETELAH BERCERAI

RINDU SETELAH BERCERAI

ucapku sinis. "Aku merindukanmu dan rasa itu tidak pernah pudar di hatiku sampai sekarang." Aku yang gengsi tentu saja merasa bahwa kalimat itu hanya melecehkanku. Aku kesal dan tidak ingin mendengarkan kalimat cinta lagi meski sebenarnya hatiku haus kasih sayang dan kesepian. "Terima kasih atas puisimu sekarang Tolong biarkan aku tidur dengan tenang. Uruslah istrimu dan jangan temui aku lagi karena itu akan membuatku lebih nyaman!"
8.519.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 404 kali sebagai puisi kerinduan
Baca
+Pustaka
Si Lesung Pipi

Si Lesung Pipi

Pernah mewarnai dunia Puisi terindahku hanya untukmu Mungkinkah kau kan kembali lagi Menemaniku menulis lagi Adam sudah merebahkan diri di lantai saat Reff itu masih berlanjut. Dinginnya lantai semoga bisa meredam panas di dalam dada. Kita arungi bersama Puisi terindahku hanya untukmu. Dengan masih tetap memegangi dada, dia meringkuk menangis berteriak tanpa suara. Melepaskan semua, mencoba menerbangkan ke langit, semoga terbawa oleh angin dan mengubur di suatu tempat yang tidak bisa djangkau oleh siapapun. Semua rasa cinta dan patah hati. semua penyesalan dan harapan.
109.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 304 kali sebagai puisi kerinduan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status