Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Siluet Cinta Olive

Siluet Cinta Olive

Ia telah mengkoordinir sembilan orang teman sekelas anggota geng dekil untuk merayakan kelulusan mereka sebagai sukses bersama yang harus dirayakan dan jangan sampai terlupakan. “Malam Senyap Menyergap Kesepianku”, itu salah satu bunyi sub judul dalam laman blog ini. Berisi puisi seronok yang konten kalimatnya makin vulgar dari atas ke bawah. “Sayang, masuklah menyongsongku. Aku sangat kesepian dan merindukanmu. Desakanmu yang meronta, engkau sangat perkasa. Pelukanmu yang makin kuat, kusambut dengan goyangan dahsyat. Oh...aku sungguh menikmati keperkasaanmu, Sayang...,’’ ‘’Mana Di? Nggak ada nomor kontaknya? Kok isinya puisi semua?”Tanya Bayu.
1010.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 405 kali sebagai puisi kesedihan
Baca
+Pustaka
Belahan Jiwa

Belahan Jiwa

Dan lagi, posisinya yang berada di depan. "Menangis hanya akan membuat kamu lemah. Biar aku yang mengatur kecepatan kuda ini," ujar Tuan Muda Ziyo. Widuri yang ada di depan, dan Tuan Muda Ziyo yang berada di belakang, sembari menarik tali kuda, membuat hati Widuri berdegup kencang. Keadaan ini, terlihat seperti Tuan Muda Ziyo sedang memeluknya.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai puisi kesedihan
Baca
+Pustaka
Belahan Jiwa

Belahan Jiwa

Cause I’m yours We keep behind closed doors, Every time I see you, I die a little more, Stolen moments that we steal as the curtain falls, It’ll never be enough As you drive me to my house, I can’t stop these silent tears from rolling down, You and I both have to hide on the outside, Where I can’t be yours and you can’t be mine But I know this, we got a love that is homeless.... (Saat kau memelukku di jalan, Dan kau menciumku di lantai dansa, Aku berharap bisa seperti itu, Mengapa kita tidak bisa seperti itu? Karena aku milikmu
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai puisi kesedihan
Baca
+Pustaka
In Relationship

In Relationship

Seandainya . Guratan pena berisi puisi di selembar kertas menemani tangis Dinah hari ini. Puisi yang entah mengapa ia tulis sebagai bentuk lukanya saat ini. Dinah berharap ini mimpi, walaupun mimpi itu terlalu nyata untuk dianggap ilusi. Satu nama Untukmu yang kini tak lagi di sini Jangan khawatir tentang aku Percayalah, aku kuat
87.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai puisi kesedihan
Baca
+Pustaka
Can't I Be Free?

Can't I Be Free?

Masih ingat dengan koridor itu Tempat itu menjadi saksi Kalian menertawakanku, aku tetap membisu diiringi tangisku Apa salahku? Apa pernah aku menggores luka? Apa kau suka melihatku tenggelam dalam lara? Cukup! Aku ini bukan hewan, aku juga sama makhluk Tuhan seperti kalian Kehidupan di masa depan adalah misteri. Entah apa yang akan didapatkan kesenangan, kebahagiaan, atau bahkan kesedihan. Yang jelas pasti yang diharapkan adalah bagaimana kita bisa menjadi seseorang yang bukan lagi orang sedih atau kesepian. Puisi yang aku sampaikan tadi cukup menggetarkan jiwa. Bagaimana kalian sudah bisa membayangkan seperti apa jalan ceritanya? Jika ada yang bisa menebak alur ceritanya tentunya pasti mas
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai puisi kesedihan
Baca
+Pustaka
DI PEMBERHENTIAN TERAKHIR

DI PEMBERHENTIAN TERAKHIR

♡ Sejak kubertemu denganmu Kau menjadikan dirimu segalanya bagiku Di pagi hari, kau adalah embun yang menyejukkan hatiku Di siang hari, kau adalah matahari yang menyinari hariku Di malam hari, kau adalah rembulan yang menerangi langkahku Terima kasih, Karena telah menjadi seseorang yang berarti dalam hidupku ♡ Puisi yang saat itu aku anggap lebay dan norak! Jadi itu Reno?
8.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 261 kali sebagai puisi kesedihan
Baca
+Pustaka
BUKAN MEMPELAI IMPIAN

BUKAN MEMPELAI IMPIAN

"Apa salahku, Ke? Apa aku terlalu lama diam? Apa aku terlalu takut untuk bilang kalau kamu satu-satunya yang ada di hatiku? Aku sudah berusaha menghubungimu. Maaf, aku tak tau kalau orang tuaku telah tak baik padamu." Dia berjalan pelan ke meja belajarnya. Tangannya mengambil sebuah buku catatan. Di lembar belakang, dia menulis puisi yang tak pernah dia kirimkan. Tentang rindu, tentang kehilangan, tentang penyesalan yang datang terlambat.
1038.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai puisi kesedihan
Baca
+Pustaka
Kau Nikahi Sahabatku, Kunikahi Bosmu

Kau Nikahi Sahabatku, Kunikahi Bosmu

Ungkapan senyum kecutnya kurasakan getir, membuatku merasakan kepedihan yang ia alami. Aku berharap, apa yang Kalea rasakan saat ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi kami semua untuk menjaga hati dan perbuatan, agar kelak kita tak menyesal di kemudian hari. Seperti yang kupersembahkan dalam bait syair hatiku, "Hidup ini penuh warna dan rasa, jangan sampai kita terjebak dalam kesedihan yang tak berujung, mari kita ambil hikmah dan jadikan pilar kebahagiaan esok."
7.319.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 578 kali sebagai puisi kesedihan
Baca
+Pustaka
Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

PUISI SATIR TENTANG YANG LUKA DIA TERBANG TAPI TAK PUNYA SAYAP KARENA DEMIKIAN SEKARANG IA SUDAH MERAYAP SAYANGNYA IA TIDAK MERAYAP SESUAI TEMPAT SEHINGGA DEDAUNANNYA ITU JATUH TERLEBIH DAHULU SEBELUM DIRAPAT JIKA DEDAUNANNYA SUDAH RUNTUH APALAH DAYA SEBUAH BUAH YANG TIDAK MEMPUNYAI ALAT FOTOSINTESIS SEBAGAI RUMAH YANG MEMBERINYA BUTUH TENTU BUAH ITU TAK JADI SEGAR TENTU BUNGA ITU TAK JADI MEKAR MEMANG SEBUAH KEJAHATAN TIDAK AKAN LARI DARI PENANGKAPAN MEMANG YANG BAIK ITU AKAN SELALU MENDAPATKAN CELAH KEMENANGAN
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai puisi kesedihan
Baca
+Pustaka
Hati yang Tersakiti

Hati yang Tersakiti

Dia baru saja mengalami morning sickness dan kepalanya masih terasa pusing. Ponselnya berbunyi. Akhirnya Ayahnya yang tinggal di Batam meneleponnya. “Kiara,” suara Ayahnya yang serak membuat emosi Kiara langsung meluap. Rasa rindu yang selama ini tertahan sedikit terbayarkan dengan mendengar suara sang Ayah tercinta. “Lho, Ki, kok kamu malah terisak sih?” Kiara menghapus air matanya yang seketika turun. “Maaf, Yah. Mungkin ini karena pengruh hormon jadi sering sedih begini.”
1038.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai puisi kesedihan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status