Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mencuri Calon Suami Adikku

Mencuri Calon Suami Adikku

Suri menatap mata yang kembali memerah itu, tapi bukan lagi oleh amarah, hanya putus asa. “Kau yakin? Kau yakin tidak lelah?” Pertanyaan itu membahas tentang lelah, tapi Suri mengerti kalau yang dimaksudkan Leland bukan lelah di tubuhnya. “Aku tidak lelah. Aku akan ada di sini. Apa kau pikir aku akan pergi hanya karena kerepotan seperti ini?” Suri menegaskan sambil mengusap kedua pipi Leland bergantian. “Aku bahkan lebih buruk darimu—luka yang aku timpakan, luka yang aku bawa dan harus kau mengerti lebih buruk dari ini.”
1018.3K viewsCompletedAdded to Library 530 Times as puisi lelah
Read
+Library
ANTARA AKU, KAU DAN 5 MILIAR - COMPLETE

ANTARA AKU, KAU DAN 5 MILIAR - COMPLETE

Hatinya bergemuruh rindu. Hatinya berbisik kecil “ Bagaimana mungkin aku mampu menjalani kehidupan kedepannya tanpamu Rel, baru sepintas waktu tak bersamamu tlah membuatku terasa lelah, ya, aku lelah. Bukan putus asa atau nelangsa, aku lelah pada sembilu gurat rindu yang menancap relung kalbu, aku lelah merindumu, tanpa tahu masih adakah tempat di hatimu untukku. Sejak malam itu, mengapa kau menghilang bagai debu jalanan yang bahkan meninggalkan jejak? Lantas kemanakah aku harus mengadu? Jika sosokmu tak ingin menyapaku? Apa yang bisa aku lakukan tanpamu… Verrel…’”
1016.8K viewsOngoingAdded to Library 402 Times as puisi lelah
Read
+Library
AEONIAN : Yang Pernah Terjadi Akan Abadi

AEONIAN : Yang Pernah Terjadi Akan Abadi

Mengapa kau mengalir pergi Kala ucap terpatri di hati Akankah kau buktikan kau benci dirimu sendiri Kau tolak empat mata Namun, kau suka main mata Nan, bolak balikkan kata Laksana bunga tidur yang terasa Pijar yang ku cari Bukan kata manis yang kau beri Nostalgia yang ku rasa Apa kau merasa hal yang sama? Iblis kejam... Lihat tanda tanya ini Bisakah kita menjadi sahabat? Atau Berteman hingga akhir hayat? Nan, maaf kutelusupkan kau dalam puisi ini 26-04-2018 “Siapa yang menulis puisi ini? Tidak ada penulisnya” ucap Arka “Mungkin di kotak tadi ada sesuatu yang lain” lanjut Arka sambil turun dari kasurnya mengambil kotak yang dia banting tadi
107.4K viewsCompletedAdded to Library 290 Times as puisi lelah
Read
+Library
Biarkan aku pergi

Biarkan aku pergi

Jika memang kita tak bisa bersama di kehidupan ini, semoga kita bisa bersama dan bertemu lagi di kehidupan berikutnya. Aku merasa lepas dan bebas dari segala permasalahan dunia yang melelahkan, aku merasa langkahku begitu ringan untuk berjalan lebih jauh lagi. Walaupun aku tak tahu ke mana arah langkah kakiku membawaku, namun aku tetap terus berjalan mengikuti dorongan hati kecilku. Tetap berjalan ke padang rumput hijau yang membentang indah seakan tanpa batas. Namun langkahku tiba-tiba terhenti saat aku mendengar sayup-sayup sebuah suara memanggil namaku seperti dari kejauhan. Tapi siapa?
1013.1K viewsCompletedAdded to Library 261 Times as puisi lelah
Read
+Library
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Saat dibacakan lantang di puncak Menara Pelintas Senyap, getaran halus menyelimuti seluruh lembah. Puisi: “Retakan yang Mendengar” Aku bukan suara, Aku luka yang berjalan, Tidak menuju akhir—tapi ke awal yang ditolak. Jika engkau dengar namamu dari pasir, Jangan jawab—itu hanya bayang yang belum melupakanmu. Maka, retaklah wahai batu! Buka mulutmu untuk segala yang tak pernah sempat dikatakan!
102.0K viewsCompletedAdded to Library 50 Times as puisi lelah
Read
+Library
Cinta Sekolah Menengah Pertama

Cinta Sekolah Menengah Pertama

ia menghilang saat mentari turun dari peraduanya tak sanggup ku kepakkkan kembali sayap ini ia telah patah… tertusuk duri duri yang tajam… hanya bisa meratap… meringis… mencoba mengapai sebuah pengangan…" Kak Citra membacakan puisi dengan penuh penghayatan. Musik masih mengalun pelan di sampingnya. Kak Citra seakan-akan bisa memboyong piala juara jika dia ikut kompetisi. Namun tidak dilakukannya. Dia tahu, dia memang sebagus itu. Kahlil Gibran adalah idolanya.
1015.3K viewsCompletedAdded to Library 565 Times as puisi lelah
Read
+Library
Dari Akting Jadi Pendamping

Dari Akting Jadi Pendamping

Hari-hariku terasa sepi Namun tetap kulalui Meski tanpamu Kekasih Jadi pergi saja dari hidupku Karena aku lelah Merasa sendiri Lagu Senja Tidakkah kau tahu Dadaku terasa sesak Karena merindukanmu Selalu merindukanmu Dan hanya merindukanmu Tak dapat kuungkap dengan kata Atau pun air mata Tak ada waktu yang terbuang Tanpa merindukanmu Tak ada malam yang terlewat
1.5K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as puisi lelah
Read
+Library
Can't I Be Free?

Can't I Be Free?

Masih ingat dengan koridor itu Tempat itu menjadi saksi Kalian menertawakanku, aku tetap membisu diiringi tangisku Apa salahku? Apa pernah aku menggores luka? Apa kau suka melihatku tenggelam dalam lara? Cukup! Aku ini bukan hewan, aku juga sama makhluk Tuhan seperti kalian Kehidupan di masa depan adalah misteri. Entah apa yang akan didapatkan kesenangan, kebahagiaan, atau bahkan kesedihan. Yang jelas pasti yang diharapkan adalah bagaimana kita bisa menjadi seseorang yang bukan lagi orang sedih atau kesepian. Puisi yang aku sampaikan tadi cukup menggetarkan jiwa. Bagaimana kalian sudah bisa membayangkan seperti apa jalan ceritanya? Jika ada yang bisa menebak alur ceritanya tentunya pasti mas
104.5K viewsOngoingAdded to Library 103 Times as puisi lelah
Read
+Library
Istri Kesayangan Tuan Muda

Istri Kesayangan Tuan Muda

Leia tersenyum lembut pada suaminya itu sebelum kembali menutup kedua matanya, dan baru saja akan kembali lagi ke alam mimpinya ketika terdengar suara serak Leuis, "Sudah siang, Sayang. Mau sampai jam berapa kamu tidur?" tanyanya. "Aku lelah sekali, Leuis," desah Leia masih tidak mau membuka kedua matanya yang masih terasa berat, belum lagi rasa pegal di seluruh tubuhnya terutama di area pangkal pahanya. "Apa aku yang membuatmu lelah?" Perlahan kedua mata leia membuka, ia kembali tersenyum pada Leuis,
8.844.1K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as puisi lelah
Read
+Library
Istri Galaknya Om CEO

Istri Galaknya Om CEO

Haidar chat kasih puisi: Wanitaku, Sayang! Rahim yang Kugali Kini Telah Tertali Aduan Nafsu Menganga Doa dan Cinta pun Berbunga Tubuh yang Kuraba Kini Hangatnya Mengaba Tersingkir dari Angin Membunuh Gemuruh Dingin Qobiltu yang Menjadi Janji Kini Telah Kuhempas dari Ruji Menjemput Pagi
105.1K viewsCompletedAdded to Library 197 Times as puisi lelah
Show Reviews (45)
Read
+Library
Laras_7779
Nurilhuda, Syamsiddhuha, Badridduja, kembar tiganya Abi Ibu yang pengen aku bawa pulang. Kakak Uda pinter bikin salting, Abang Uha vibesnya bawa ketenangan, Adik Uja si paling nggemesin sedunia. Lengkap deh kalian ini
Arsyi An
Cinta banget baca novelnya Kak Azizah. Dewasanya Haidar menggemaskan, ia menasihati, tapi juga intropeksi. Part favoritku: Wanita itu rumah untuk lelakinya. Rumah akan rapi jika yang punya peduli, rumah akan nyaman jika yang punya beriman, rumah akan terang jika yang punya tak lupa kasih sayang
Read All Reviews
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status