Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Matahari yang Ingin Terbenam

Matahari yang Ingin Terbenam

Tapi itu sulit, jangan lupakan bahwa sedari tadi ia terisak. Arya menyenderkan punggungnya di tembok lorong, merosot perlahan karna kakinya mulai lemas untuk berpijak. "Sadarr diri woooyy. Sadar!!" Kalimat itu terus saja berulang ditemani air mata yang mengalir deras di pipinya. Arya menangis padahal ia sudah terlalu lelah untuk menangis( lagi). Berandal tingkat dewa ini ternyata lemah jika di hadapan ibunya. Preman sekolah ini terlihat teramat lemah sekarang.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai puisi lelah
Baca
+Pustaka
Belahan Jiwa

Belahan Jiwa

Memangnya ngidam semengerikan itu ya? "Sayang, aku lelah." "Tidak mungkin. Ayo berkeliling sekali lagi." Menyerah, Enrico membiarkan tubuhnya telungkuh dan menyentuh lantai dengan wajah menempel miring. Anastasya langsung mengernyit bingung karena Enrico tiba-tiba sudah berhenti merangkak. "Enrico, kenapa berhenti?" "Aku lelah sayang."
1093.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai puisi lelah
Baca
+Pustaka
The Victim

The Victim

Biarkanlah nafasku yang berbicara Betapa aku sangat menyesali segala sesuatu yang terjadi. Betapa aku ingin menghembuskan kata maaf dalam tiap nafasku Betapa aku mencintai kalian dalam relung hatiku Aku tak mampu berbuat apa-apa lagi.. Melepaskan kalian.. Sumber kebahagiaanku.. Karena kalian tak akan terganti. Kalian berharga Selamanya... Suara hati Jonathan. (Puisi by MonikaRani)
1014.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 544 kali sebagai puisi lelah
Baca
+Pustaka
SEPERTI YANG KAU MINTA

SEPERTI YANG KAU MINTA

__ @JunaJunanda Part 15 BERHENTILAH MENGHANTUIKU Bisakah kau sejenak istirahat dari pikiranku? bisakah kau berhenti hadir ketika nyenyaknya tidurku? bisakah kau rasakan lelah sekejap dari larimu dalam benakku? atau bisakah kau keluar dari kepalaku? Aku sangat lelah sekali malam ini. Aku terlalu lelah menahan rindu yang berkecamuk menghentam jiwa dan perasaanku. Bukan aku tak mau bila kau sering menghampiriku, tapi ilusi tanpa kenyataan itu sesungguhnya hanya akan membuatku semakin menderita karena harus menahan impian-impian yang tak kunjung terealisasikan.
3.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai puisi lelah
Baca
+Pustaka
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Dalam perjalanan, Julian berkata, "Bu, aku tidak mau belajar piano lagi, aku juga tidak mau Pak Joses lagi. Jangan nangis." Matanya sendiri masih bengkak, tetapi Julian malah menghiburnya. Susan merasa sedih dan bersalah, dia menahan emosinya dan menyeka air matanya, "Ibu nggak nangis." "Tapi, matamu terlihat sangat sedih." Mendengar ini, Susan tak kuasa menahan tangis, "Julian, maaf! Semua ini gegara Ibu tak berguna!" Gegara tak berguna, dia tidak bisa mempertahankan apa pun.
17.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 672 kali sebagai puisi lelah
Baca
+Pustaka
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Kini, tinggal Christopher, wakil presiden dari Perkumpulan Puisi Ibu Kota, ahli kaligrafi dan lukisan Matt, serta para saksi, Senja dan Leia. Ketika giliran Leia tiba pada hitungan keseratus, ia terlihat tersandung. Ia melirik Senja dengan alis sedikit mengerut. Pada hitungan angka tiga, Leia kesulitan. Semua puisi yang berkaitan dengan angka tiga yang ia ingat sudah dibacakan. Setelah beberapa saat berpikir keras, ia dengan enggan melafalkan, "Sinar matahari menghangatkan musim semi ketiga, bunga-bunga bermekaran di hamparan merah sejauh ribuan mil." Setelah selesai, ia menghela napas lega.
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai puisi lelah
Baca
+Pustaka
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

sang Bayu Cukuplah engkau bersamaku Mendengarkan nyanyian pilu Dari jiwa yang terpaku Walau lelah Walau payah Takkan diriku jengah Berharap semua 'kan indah Selesai menulis Raya kembali berbaring. Perasaannya mulai kacau. Ia kembali terbayang wajah tuan muda. Sejurus kemudian pintu kamar kembali terbuka. Seorang teman dengan napas terengah memintanya bersiap dan segera keluar kamar untuk mengikuti lomba berpuisi. Raya sangat bingung, tetapi belum sempat bertanya gadis itu telah berlalu.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai puisi lelah
Baca
+Pustaka
Elara: Terlahir Kembali Dengan Penuh Luka

Elara: Terlahir Kembali Dengan Penuh Luka

Dan menjadikanku sapi perah tanpa rasa bersalah. Semua kelelahan itu berkumpul di dadaku, menekan sangat kuat, hingga rasanya aku tidak bisa bernapas. “Aku lelah…” bisikku. Kata itu bergetar, pecah seperti kaca. Tidak ada yang bisa kusalahkan selain diriku sendiri, mungkin. Atau mungkin dunia memang sudah busuk sejak awal. Tempat kejam, dimana hanya yang berjiwa iblislah yang berdiri di paling atas.
748 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai puisi lelah
Baca
+Pustaka
BERCINTA DENGAN HANTU

BERCINTA DENGAN HANTU

lanjutku Mayang menyodorkan tulisan seperti biasanya Degg “Maaf Yang, aku nggak sengaja, aku Cuma lelah saja…” terangku lembut, berharap dia memaklumi Sepertinya Mayang sedang cemburu, aku harus bisa meluluhkannya
9.882.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai puisi lelah
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Rahasia CEO Dingin

Menjadi Istri Rahasia CEO Dingin

“Ibu… Karya Mustofa Bisri. Kaulah gua teduh, tempatku bertapa bersamamu, sekian lama, kaulah kawah. Dari mana aku meluncur dengan perkasa, kaulah bumi, yang tergelar lembut bagiku, melepas lelah dan nestapa….” Qasam masih terus membaca puisi. Dan Habiba juga terus meremas tangan Husein. Jika satu jam ke depan Qasam masih terus membaca puisi, maka buku- buku tangan Husein bisa remuk dibikinnya.
9.8191.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.2K kali sebagai puisi lelah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status