Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Belahan Jiwa

Belahan Jiwa

Kini, posisi kuda mereka sejajar. "Sudah lama aku mencarimu," ujar Bagus. Widuri yang memegang batu untuk melemparkan kepada kawanan singa itu, akhirnya, dia lemparkan ke wajah Bagus. Bagus memegang mata dengan kedua tangannya. Kuda yang ia tunggangi tidak terkontrol dengan baik. Kudanya menjadi sangat cepat dan liar. Bagus pun terjatuh. Kuda pun meninggalkan pemiliknya di tengah hutan
103.7K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as puisi lelah
Read
+Library
Belahan Jiwa

Belahan Jiwa

ucapku terisak tak bisa menahan air mata. “Maaf Bu, kami sudah mengusahakan yang terbaik buat Bapak. Tuhan berkehendak lain.” Kata-kata yang terdengar di telinga Risa. “Bapak!” teriak Risa, “Jangan pergi, nanti siapa yang akan membangunkan Risa setiap minggu pagi,” lanjutku sambil terus terisak.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as puisi lelah
Read
+Library
Merajut Asa

Merajut Asa

Makna puisi ini sungguh mendalam. Bait kedua mengungkapkan ketidakinginan kehilangan hal-hal yang berhubungan dengan tawa, tetapi tidak mendapat tanda apa pun dari Joseph. Barulah di bait ketiga, Joseph memberi garis di tiap barisnya. Jovita memaknai perlahan. Perjuangan hidupku begitu keras dan aku kembali dengan mata yang teramat lelah saat menyaksikan dunia sepertinya tidak akan berubah,
1062.5K viewsCompletedAdded to Library 2.2K Times as puisi lelah
Show Reviews (64)
Read
+Library
The Room Hijab
Salah satu novel terbaik yg ak baca di GN, susunan kalimatnya sangat apik dan detail dan mudah dimengerti jika diresapi dalam2 sangat menyentuh hati dan terbawa emosi. Sukses selalu buat authornya ditunggu karya selanjutnya yaa ka...
kyara
cerita yg bagus, banyak memberikan edukasi terutama korban kdrt agar berani speak up dan ilmu psikologi mengatasi tekanan dlm diri sendiri..semoga author slalu bs menghasilkan cerita yg " berisi" namun tetep santai penyajian nya.. tq thor, ditunggu karya selanjutnya
Read All Reviews
Bintang untuk Angkasa

Bintang untuk Angkasa

Semesta bicara tanpa bersuara / Semesta ia kadang buta aksara / Sepi itu indah, percayalah / Membisu itu anugerah Seperti hadirmu di kala gempa / Jujur dan tanpa bersandiwara / Teduhnya seperti hujan di mimpi / Berdua kita berlari Semesta bergulir tak kenal aral / Seperti langkah-langkah menuju kaki langit / Seperti genangan akankah bertahan / Atau perlahan menjadi lautan Seperti hadirmu di kala gempa / Jujur dan tanpa bersandiwara / Teduhnya seperti hujan di mimpi / Berdua kita berlari
9.870.2K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as puisi lelah
Read
+Library
Miliarder Tampan Itu Jodohku!

Miliarder Tampan Itu Jodohku!

di situ tertulis sebuah puisi, Engkau laksana bulir embun pagi, menyejukkan, setelah jiwa beradu dengan malam yang kelam. Engkau laksana temaram bulan, mendamaikan, seusai perjalanan panjang tanpa arahan tujuan. Engkau laksana angin yang bergerak perlahan, meneduhkan, sesudah perang melawan ketidak pastian. Ijinkan aku untuk masuk ke dalam bilikmu.
3.8K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as puisi lelah
Read
+Library
The Calendula

The Calendula

"Mereka yang jahat, bukan aku! Seharusnya mereka yang saat ini menangis, bukan aku! Kenapa? Lalu, kenapa aku sekarang? jika, kau memang ada maka kau tidak adil, Tuhan! Kenapa aku hidup dengan cara seperti ini? Kenapa orang-orang di sana tak sepertiku? Yang tak mengetahui siapa orang tuanya, yang tak mengetahui apa yang harus kulakukan, yang tak memiliki siapa pun yang mencintainya? Kenapa aku dilahirkan? Apa sebagai pelengkap untuk kebahagiaan orang lain? Lalu, kapan giliranku? Aku juga ingin bahagia seperti mereka yang tersenyum dan tertawa dengan alaminya, tanpa dibuat-buat sepertiku. Jika memang seperti itu arti hidupku maka aku lelah. Izinkan raga ini kosong tanpa merasakan apa pun. Seka
107.0K viewsCompletedAdded to Library 222 Times as puisi lelah
Read
+Library
KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

menahan nyala cinta sedang kau berkata kau hanya mampir sebentar saja Kita juga pernah menebak kata-kata terakhir yang akan kita ucapkan sebelum malam benar-benar begitu dingin dan kau pamit berlalu seperti angin Tapi kita membisu tak sepatah rindu terucap tak juga ucapan selamat malam hinggap di rekah bibirmu yang lembap Hingga masing-masing kita pergi dan yang tersisa hanya bayanganmu yang terus saja menancap dalam ingat tepat di selasar harap yang senantiasa kudekap (Puisi By : Ikhlas El Qasr) TAMAT.
1045.3K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as puisi lelah
Show Reviews (8)
Read
+Library
Nur Inayah
ceritanya bagus,aku suka tokohnya yg menampilkan perempuan yg kuat,cerdas dan tidak mudah tumbang meski awalnya didera banyak cobaan,perempuan harusnya memang seperti itu,biar tidak gampang ditindas,dianggap makhluk lemah yg g bisa apa2 dan dianggap remeh,good job,Amira
Bahagia53114202
novelnya keren. tapi, ini babnya nggak sampe kek sinetron Tersanjung, kan? takut kepanjangan dan gak tamat2 malah ujungnya mbulettt kek benang ruwet. apalagi sampe bab 200 lebihhh. haduh, bisa puyeng liatnya. ...
Read All Reviews
Ketika Hati Mulai Lelah

Ketika Hati Mulai Lelah

Emosi Ahmad semakin memuncak. "Pemalas katamu? Aku bekerja setiap hari itu kami sebut pemalas? Justru kamu yang pemalas, dikit-dikit bawaan bayi, itu katamu. Kamu sengaja memanfaatkan momen hamilmu itu untuk manja dan malas. Padahal kamu sudah pernah hamil, kan?"
14.9K viewsCompletedAdded to Library 445 Times as puisi lelah
Read
+Library
Ai (Untuk Leo)

Ai (Untuk Leo)

Kau Maha Adil Sang Pencipta Raga dan jiwaku kau wakilkan Hingga kubisa tenang pada waktunya Tunggulah aku semuanya Susulanku segera kalian terima Hingga waktu itu tiba Leo terkesan dengan dengan sajak puisi yang telah ia baca tersebut. Ia yakin, puisi ini memiliki makna tersendiri dan bukan hanya sekedar karangan. Terpikir dalam pikirannya untuk mencari tahu siapa penulisnya. Maka dibukalah lagi lembaran berikutnya. "Berlarilah karena mimpimu, jangan dengarkan perkataan mereka tentang mimpimu, Biarkan mereka tidak tahu, siapa sebenarnya dirimu."
103.9K viewsOngoingAdded to Library 152 Times as puisi lelah
Read
+Library
KUKEMBALIKAN SUAMI PADA CINTA PERTAMANYA

KUKEMBALIKAN SUAMI PADA CINTA PERTAMANYA

Izinkan aku mencintaimu dalam diam Karena dalam diam tidak ada kata penolakan Izinkan aku mencintaimu dalam kesepian Karena dalam kesepian tidak akan ada orang lain Izinkan aku memujamu dari kejauhan Karna dari kejauhan akan melindungiku dari rasa sakit Izinkan aku memilikimu dalam mimpi Karena dalam mimpi kamu tidak akan pernah meninggalkan aku Tahukah kalian? Puisi itu coretan dari sahabat dumayku yang tak pernah bersua langsung, Qeisyah. Namun, begitu mencubit kepekaanku. Entah itu hanya hasil karya tangan biasa atau sedang mencurahkan hati sebenarnya. Yang jelas, rangkaian kata itu mewakili rasaku yang telah bertahun bertahta. Wahai ...
9.760.1K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as puisi lelah
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status