Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Merasakan sakit tidak terkira Bahkan, jiwaku lemas melihatnya Aku menangis, dia tambah menangis Akhirnya aku tertawa, dia tersenyum Bahagiaku, ternyata bahagianya Aku tidak menyangka, mataku untuknya Betapa tidak mungkin aku menginjak Semata hidup hanya untuknya Ibuku, berjalan dari gunung satu Mengunjungi gunung selanjutnya Untuk pertahanan hidup kita Jika aku menangis, dia berkata “Untuk apa kamu menangis, hidupmu masih panjang, teruslah berjuang, anakku!” Itulah ibuku, hidupku selalu ibuku Setelah membacakan sajak itu, saya terdiam sejanak, menyembunyikan air mata yang akan tumpah. Entah kenapa santri-santri banyak yang menangis pula, lebih-lebih santri putri. Saya yang berdiri di depan,
8.910.0K viewsCompletedAdded to Library 269 Times as puisi mati rasa
Read
+Library
Koma

Koma

GERIMIS Gerimis ing latar omah Nelesi lemah garing Kaya-kaya ngece ati iki Ati kang tansah garing Ananging kui gur cerita lawas Dina iki Waktu iki Ati garing wes teles kebes Geting Geting karo gerimis kang gebyur ati iki Kang gawe uripku ruwet Kang gawe atiku ketar-ketir Gerimis metuk udan Udan metuk gerimis Lungo ninggalke lemah teles Meneng-meneng suket tukul ana ing kana Slirahmu sek tak getingi Slirahmu sek gawe awakku guyu Rasa-rasa mendung Maleh dadi rasa tresno Duh, gusti matursuwun Sekabehane puji kagungane. panjenengan
102.8K viewsOngoingAdded to Library 103 Times as puisi mati rasa
Read
+Library
Jodoh untuk Aira

Jodoh untuk Aira

Demi hidupmu di masa depan. Aku, Hyunmu. Kau tahu rasanya sakit yang berlebih-lebih itu seperti apa? Bukan lagi berdarah, ngilu, atau pedih sedemikian rupa, tapi rasa yang sudah tidak merasakan apapun lagi. Mati.
3.8K viewsOngoingAdded to Library 137 Times as puisi mati rasa
Read
+Library
Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati

Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati

"Kalau kamu pergi, apa lagi arti hidupku?" Di depan gerbang kompleks, Kenny menggenggam tangan Melati sambil memohon dengan putus asa. Melati melepaskan pegangan pada koper di tangannya dan menatap wajah Kenny, lalu menamparnya sekuat tenaga. Tamparan itu begitu keras hingga Kenny terhuyung beberapa langkah. Melati menatapnya dengan dingin. "Kalau begitu, mati saja sana! Mulai hari ini, mau kamu hidup atau mati, nggak ada lagi hubungannya sama aku!"
9.31.8M viewsOngoingAdded to Library 69.4K Times as puisi mati rasa
Show Reviews (231)
Read
+Library
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa. Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Mrs.B
Maaf ya thor, izin promosiin novel teman ya. judulnya "DI ANTARA SUAMIKU DAN SAHABATNYA: RAHASIA DI BALIK KEHAMILANKU." Premis: Seorang istri yang terjebak di antara suami dan sahabat suaminya harus menyimpan rahasia kehamilan yang bisa menghancurkan pernikahan sekaligus persahabatan mereka.
Read All Reviews
Cinta Dan Kematian

Cinta Dan Kematian

16 Oktober 2016 Malaikat kematian melayang di hadapan Adra. Dia kini berada di sebuah ruangan serba putih. Tak ada apa-apa selain sosok mereka berdua. “Ketahuilah bahwa mata anugrahmu adalah milikku, sebuah kesalah memang. Tapi sebentar lagi aku akan mendapatkannya, walau setelah ini mungkin aku sendiri akan mendapatkan hukuman.” Suara mahkluk itu terdengar lebih pelan dari sebelumnya. Terasa sedih tapi tetap menakutkan seperti yang sudah-sudah.
104.9K viewsOngoingAdded to Library 103 Times as puisi mati rasa
Read
+Library
Rest Area

Rest Area

Mengenang Oktober Yang Berduka Tetes air jatuh ke permukaan tanah Ketika senja ditelan oleh cakrawala Siluet mega tak nampak indah Lebur bersama jiwa yang luka Kepada Oktober dengan sejuta pesona Biarkan rindu terbang pada kasih tercinta Bersama api yang membakar hati yang lara Sampaikan, keping hati kami berdua Menangisku, jeritku, lebur bersama nestapa Kurangkul malaikat yang patah sayapnya Yang menangis seraya menabur bunga di pusara Bisikku, ciumku, doaku, tetap bersama kita Pada Oktober yang menyeret jejaknya Pada Oktober yang membuat patah kita Sabarku, ikhlasku, kulepas kepergiannya Malaikat di sampingku, tetap kujaga
1011.7K viewsOngoingAdded to Library 351 Times as puisi mati rasa
Read
+Library
Bayang-bayang Kematian

Bayang-bayang Kematian

"Jangan biarkan apapun mengganggu. Rasakan setiap detak jantungmu, setiap napas yang masuk dan keluar. Kau harus bisa menyatu dengan bayang-bayang kematian yang ada di dalam dirimu." Alex mengikuti instruksi Victor, berusaha untuk menenangkan pikirannya yang kacau. Sesekali, matanya terpejam, mencoba mencari ketenangan di dalam kekosongan, namun bayang-bayang kematian itu selalu kembali menghantuinya. Ia bisa merasakannya di dalam tubuhnya,sesuatu yang berat dan tak terlukiskan. Suatu rasa yang mengingatkannya akan setiap jiwa yang akan ia lihat pergi.
856 viewsOngoingAdded to Library 30 Times as puisi mati rasa
Read
+Library
Air Mata si Kupu-Kupu Malam

Air Mata si Kupu-Kupu Malam

gumamnya yakin permainannya akan mulus. Lucky kembali menatap papanya, pria itu tak kunjung membuka mata. Di banyak kesempatan, akan ada momen atau masa di mana kita merasa tidak ingin kehilangan seseorang. Atau menyesal karena sudah menyia-nyiakan orang itu. Seperti penyesalan dan takut kehilangan. Biasanya perasaan itu baru akan muncul ketika seseorang itu akan pergi dari hidup kita, perpisahan yang sudah di depan mata.
101.1K viewsOngoingAdded to Library 24 Times as puisi mati rasa
Read
+Library
Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Pagi: “Menulis Puisi Kehilangan” Sesi pagi ini dipandu oleh Mbak Nisa, seorang penyair yang juga pernah mengalami kehilangan mendalam. Ia meminta semua peserta menulis puisi tentang orang yang telah pergi—bukan untuk meratapi, tetapi untuk merayakan cinta yang pernah ada. Anya menulis perlahan, kata demi kata. Puisinya sederhana, tapi penuh kejujuran: Aku pernah menunggumu pulang,
102.4K viewsCompletedAdded to Library 49 Times as puisi mati rasa
Read
+Library
Hari Penikahanku, Adalah Hari Kematianku

Hari Penikahanku, Adalah Hari Kematianku

Tanpa Marven, mungkin bahkan tidak akan ada yang mengurus jasad ibuku. Aku melayang mendekatinya, lalu berkata pelan, "Marven, terima kasih." Aku tahu dia tidak bisa mendengarku. Namun, aku yakin dia mengerti perasaanku. Lalu, aku mendekati peti mati yang berisi tubuhku sendiri. Aku mengulurkan tangan, ingin menyentuh jasadku. Namun, saat jariku menyentuhnya, aku merasakan tubuhku perlahan menghilang.
6.1K viewsCompletedAdded to Library 207 Times as puisi mati rasa
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status