Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MANTAN SUAMI MATI GAYA

MANTAN SUAMI MATI GAYA

Tangan ini gemetar saat menyentuh layar. [Aku Tama, mantan suamimu] Aku mendengkus membaca pesannya. Kenapa harus dijelaskan segala. Emang boleh? Aku mulai fokus membaca pesan berikutnya. [Raya mengakhiri hidupnya karena malu, setelah ketahuan tidur dengan ayahnya] Mataku membelalak. Sejenak aku terdiam, tidak percaya dengan kalimat yang baru saja kubaca. Tanganku dingin, bibirku bergetar tanpa suara.
1011.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 262 kali sebagai puisi mati rasa
Baca
+Pustaka
Rindu yang Membunuh

Rindu yang Membunuh

Bara kemarahan bercampur rindu yang membeku di dada. Ia mengingat mencari petunjuk: apartemen kosong, laci rapi, buku-buku di tempatnya. Tidak ada catatan, tidak ada pesan. Hatinya seperti teriris, tapi ia menolak terlihat lemah. Setiap malam ia mengulang pertanyaan itu: “Kenapa dia pergi begitu saja?” Kembali ke rapat
714 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai puisi mati rasa
Baca
+Pustaka
Aku Sudah Mati, Kamu Buat Apa Pura-Pura?

Aku Sudah Mati, Kamu Buat Apa Pura-Pura?

Aku mengidap penyakit mematikan. Menjelang ajal, aku menyiapkan surat cerai dan surat wasiat untuk suamiku. Namun, dia malah berkata kepadaku, "Orang jahat itu panjang umur, kamu nggak bakal mati. Kalau kamu beneran mati, aku pasti bakal nyalain petasan buat ngerayainnya."
3.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai puisi mati rasa
Baca
+Pustaka
7 Sumpah

7 Sumpah

- 7 Sumpah - Rasa ini tak mungkin bisa ku ungkap lagi Berakhir rasa yang kumiliki Satu cinta aku oh Terlalu lama kau jauh Hingga waktu pasti kan berlalu Kini kau pergi tinggalkan ku Disaat aku terbenam sepi. ( Rasa ini -- the Titans ) -----------------------------------
9.96.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai puisi mati rasa
Baca
+Pustaka
Melupa Rasa

Melupa Rasa

Abi masih tak bisa berkata-kata. Dengan terbata-bata dan masih diiringi air mata, Anara mulai melepaskan kancing kemeja Abi satu per satu sambil berkata," kalau kamu menolak, aku akan mati, Abi. Aku lebih baik mati daripada harus kehilanganmu, tidak bisa bersamamu lagi..." "Sstt... hei, jangan bilang begitu..." Abi segera memeluk Anara yang masih terisak. Ia mulai merasa bersalah karena telah membuat Anara menangis.
108.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 236 kali sebagai puisi mati rasa
Baca
+Pustaka
Kupu-Kupu Kertas

Kupu-Kupu Kertas

Karena sudah tau bagaimana rasanya mati dalam hidup. "Coba kamu deklamasikan satu puisi di sini. Saya sedang butuh hiburan rohani. Bisa 'kan Mayang? Tadi kamu bilang bahwa rembulan saja bisa kamu curi demi menyenangkan saya, masa membaca puisi saja tidak bisa?" ejek Bu Mitha. "Tentu saja, Bu. Apa yang tidak buat Ibu," Mayang tersenyum. Bu Mitha ini pintar sekali membalikkan kata-kata.
1031.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 633 kali sebagai puisi mati rasa
Baca
+Pustaka
Pura-Pura Mati

Pura-Pura Mati

"Ya Tuhan, jika engkau memang menakdirkan hidupku hanya sampai saat ini. Hamba mohon, matikan aku dalam keadaan Husnul khatimah. Juga, jasadku nanti bisa ditemukan oleh pihak keluarga." Kalimat itu keluar begitu saja dari mulutku. Tubuh ini sudah menggigil hebat, merasakan sakit yang mendera sekujur tubuh. Apalagi saat kudengar suara ledakan, diiringi dentuman yang kuat. Membuat semua orang yang ada di tempat itu berteriak histeris. Tiba-tiba entah dari mana asalnya, air dalam jumlah yang banyak masuk ke dalam. Menenggelamkan kami. Satu persatu orang-orang yang berada di tempat itu, terbawa gelombang yang dahsyat. Begitu juga denganku. Sekujur tubuh ini tak bisa lagi merasakan apa-apa. Yang
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai puisi mati rasa
Baca
+Pustaka
Sang Pemburu Bayangan

Sang Pemburu Bayangan

Puisi itu berbunyi, "Dia, dia, dan dia adalah AT98. Dia tak berupa dan berbentuk, tetapi bernyawa. Dia nyata dalam ketiadaan yang hampa. Dia adalah rasa dari berbagai rasa yang ada. Dia adalah yang baik dan yang jahat dari kita. Dia bagaikan angin yang berhembus membawa kehidupan bagi kita. Dia berjalan tanpa kaki ditengah kehampaan yang mendera. Dia tanpa pikiran yang membuat kita berpikiran.
9.93.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai puisi mati rasa
Baca
+Pustaka
MATI RASA

MATI RASA

Nabil menjelaskan panjang lebar dengan perasaan kagum pada calon abang iparnya. "Andai kamu tau bil rasanya jadi aku...kamu pikir enak? Aku harus nikah di usia muda bil, kamu tau sendirikan kalau aku mau melanjutkan pendidikanku. Aku punya cita-cita bil dan sangat ingin mewujudkannya! Abi enggak pernah memikirkan perasaanku bil, aku kecewa sama abi karena abi enggak sayang sama aku!"
107.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 282 kali sebagai puisi mati rasa
Baca
+Pustaka
Aku Mati di Pernikahanku

Aku Mati di Pernikahanku

“Tapi kamu mati di pelukanku.” Kalimat itu menghantam jauh lebih keras dari yang Braelyn perkirakan. Dadanya terasa sesak mendadak, cara pria itu mengatakannya terdengar terlalu menyakitkan seolah momen itu benar-benar menghantuinya sampai sekarang. Braelyn langsung menatap lurus ke depan, mencoba menenangkan napasnya sendiri. K-kenapa justru Eryx yang terdengar paling terluka saat membicarakan kematiannya?
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai puisi mati rasa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status