Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Lika-liku Jodohku

Lika-liku Jodohku

Uci mengajak Rio untuk duduk di pasir putih, menarik tangannya agar segera duduk. "Kau lihat matahari itu? Mentari yang menemani hariku hampir tenggelam dengan indahnya. Senja, ia ternamakan senja sebagai gerbang malam telah datang." Uci bercerita bak pujangga yang sedang merangkai kata.
9.88.2K viewsOn holdAdded to Library 321 Times as puisi mentari
Read
+Library
Pernikahan Suami di Rumah Mertua

Pernikahan Suami di Rumah Mertua

Herdian sedikit berbisik. “Jadi, itu rencana ibu untuk si gadis manja sialan.” Yana menyeringai, terlihat jelas niat buruknya. Keesokan harinya, di tempat lain Mentari memperlihatkan keanggunannya, sinarnya menembus 7 lapis langit mencapai bumi. Udara menerima energi untuk memecah dingin yang nyaris membeku. Pagi itu, suasana di sekitar tempat tinggal Kemala terasa hangat. Jiwanya berangsur pulih setelah mendapatkan luka yang berkali-kali menyayat hatinya.
1033.0K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as puisi mentari
Read
+Library
Bertemu di Perancis

Bertemu di Perancis

Chrystal menulis sebuah puisi yang ia beri judul "Bonjour Paris." Bonjour Paris Cahaya jingga merona merah Mulai hadir di kaki cakrawala Di belahan ufuk Timur Kota Paris Menyusup sela-sela kegelapan malam Menjanjikan terang di atas cakrawala bumi ini Mentari pagi membiaskan hangatnya cahaya Mencipta siluet merah jingga kuning yang merona Indah tak terucapkan oleh kata-kata Membawa salam selamat pagi sang mentari
105.2K viewsCompletedAdded to Library 175 Times as puisi mentari
Read
+Library
Pesona Sang Mantan

Pesona Sang Mantan

Gadis itu menghela napasnya, ia berjalan menuju ke sebuah kios kecil di pinggir jalan untuk membeli sebotol air mineral sekedar membasahi tenggorokannya yang kering. "Cuaca hari ini panas sekali." gumamnya setelah meneguk air mineral hingga setengah botol. Dengan punggung tangannya dia mengusap peluh yang mulai mengalir di pelipisnya. Terik panas hari ini memang sungguh sangat luar biasa, gadis itu mulai mengipaskan amplop coklat yang ada di tangannya untuk sedikit mengurangi rasa gerah. Tak lama terdengar ponselnya berbunyi, dengan segera dia mengambil ponsel dari saku celananya. Terlihat nomor baru yang menghubungi.
1010.2K viewsCompletedAdded to Library 386 Times as puisi mentari
Read
+Library
Bintang untuk Angkasa

Bintang untuk Angkasa

Semesta bicara tanpa bersuara / Semesta ia kadang buta aksara / Sepi itu indah, percayalah / Membisu itu anugerah Seperti hadirmu di kala gempa / Jujur dan tanpa bersandiwara / Teduhnya seperti hujan di mimpi / Berdua kita berlari Semesta bergulir tak kenal aral / Seperti langkah-langkah menuju kaki langit / Seperti genangan akankah bertahan / Atau perlahan menjadi lautan Seperti hadirmu di kala gempa / Jujur dan tanpa bersandiwara / Teduhnya seperti hujan di mimpi / Berdua kita berlari
9.870.1K viewsCompletedAdded to Library 2.7K Times as puisi mentari
Read
+Library
Alstroemeria

Alstroemeria

"Pendaran purnama menerpa kamar Terbayang dinginnya halaman luar Menerawang terpana terang rembulan Menunduk terindu kampung halaman." "Berjudul 'Rindu dimalam sunyi' karya dari Li Bai pujangga legendaris." Cukup memudahkan aku! Ah suasana ini membuat aku semakin semangat saja.
1015.8K viewsOngoingAdded to Library 441 Times as puisi mentari
Read
+Library
Antara Peran dan Perasaan

Antara Peran dan Perasaan

Dan ia mulai membaca puisi: --- > “Sunyi tidak berisik, tapi menyentuh. Ia tidak datang karena diminta, tapi karena dibutuhkan. Sunyi tidak menyelamatkan, tapi menemani. Dan hari ini, aku tidak ingin didengar dari atas. Karena rumah yang kami bangun tidak punya lantai dua. Semua duduk sejajar. Semua pulang dengan tenang.” --- Beberapa terdiam. Beberapa bingung. Sebagian menatap tanpa berkedip. Tak ada tepuk tangan. Tapi suasana menjadi sangat hening.
101.8K viewsCompletedAdded to Library 45 Times as puisi mentari
Read
+Library
Nilakandi

Nilakandi

Oh Pecandu, rupanya matahari menyambutmu dengan senyumnya, Desir angin itu akhirnya mendekatkanmu pada bahagia, Ah tunggu, bahagiakah? petakakah? Sang waktu menunggumu bercerita, datanglah. Puisi misteri menggema di laut menguning lagi. Ya, Diwana lagi-lagi terjebak di dalam mimpi versi keduanya itu.
105.6K viewsOngoingAdded to Library 173 Times as puisi mentari
Read
+Library
Sang Kupu-Kupu Malam

Sang Kupu-Kupu Malam

#30HariMenulisNovelBatch5 #Day4 #SangKupuKupuMalam #Part3 Sub judul: Lelaki Misterius Genre: Romance sad Nama: Rita Juwita Jumkat: 985 Jam menunjukkan sembilan pagi. Ayu masih saja bergeming di tempat tidur. Rasa lelah, muak dan sedih bercampur menjadi satu. Kantuk sudah hinggap sedari tadi. Namun, wanita cantik itu masih sulit untuk memejamkan matanya. Dia masih terus memikirkan ucapan Agni. Bagaimana perasaan anak gadisnya selama ini? Apakah tersiksa seperti yang dia rasakan?
103.2K viewsOngoingAdded to Library 113 Times as puisi mentari
Read
+Library
Andai Sinar itu Tak Pernah Ada

Andai Sinar itu Tak Pernah Ada

Dia hanya ingat kalau punya seorang putri bernama Riana. Anak yang sangat manis, penurut, tapi takut dingin dan suka sinar matahari. Setiap kali hujan turun, dia akan berteriak ke arah jendela. "Riana, hujan turun, ayo pulang." "Ibu sudah masakin iga asam manis." Sayangnya, tidak akan pernah ada lagi orang yang menjawabnya. Hujan masih turun. Membasuh segala kotoran di dunia ini.
7.8K viewsCompletedAdded to Library 274 Times as puisi mentari
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status