Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
DI PEMBERHENTIAN TERAKHIR

DI PEMBERHENTIAN TERAKHIR

♡ Sejak kubertemu denganmu Kau menjadikan dirimu segalanya bagiku Di pagi hari, kau adalah embun yang menyejukkan hatiku Di siang hari, kau adalah matahari yang menyinari hariku Di malam hari, kau adalah rembulan yang menerangi langkahku Terima kasih, Karena telah menjadi seseorang yang berarti dalam hidupku ♡ Puisi yang saat itu aku anggap lebay dan norak! Jadi itu Reno?
8.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 212 kali sebagai puisi mentari pagi
Baca
+Pustaka
Istri Kecil CEO Tampan

Istri Kecil CEO Tampan

ucap Mentari melihat gantungan kalung yang dipakai. “Itu Matahari yang bersinar terang saat pagi hari. Itulah yang disebut Mentari. Aku ingin kamu selalu bersinar untuk sekelilingmu dan membawa cahaya untuk kegelapan, aku tidak ingin cahaya itu redup walaupun ada banyak masalah yang menerpa hidupmu.”
3.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai puisi mentari pagi
Baca
+Pustaka
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

] [Aku juga meminta Nana untuk menggunting boneka itu, barang-barang orang mati terlalu sial! [Apa kamu marah? Jaga dirimu, jangan sampai mati, nanti aku malah kehilangan mainanku!] [Hari ini, Ginos tidur denganku, apa kamu kira dia baik sama aku cuma untuk membalas budi?] [Aku sudah hamil, tapi dia masih begitu kasar setiap hari, aku nggak tahan] Foto lainnya. Ginos telanjang, membelakangi ranjang, sambil membuka ikat pinggangnya.
17.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 670 kali sebagai puisi mentari pagi
Baca
+Pustaka
PELITA DI TENGAH GELAP

PELITA DI TENGAH GELAP

Ia meraih Dinda, memeluknya erat. “Puisi kamu indah banget sayang.” Dinda tersenyum “Itu buat Bunda dan Ayah.” “Bunda yakin Ayah denger,” jawab Dina lembut, “karena cahaya nggak butuh suara untuk sampai ke langit.” Sore itu, Dina menyalakan pelita di ruang tamu. Cahaya kecilnya memantul di dinding, menari lembut bersama bayangan daun di luar jendela ia menatapnya lama, lalu mengambil buku hariannya dan menulis satu halaman terakhir,
825 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai puisi mentari pagi
Baca
+Pustaka
Pagi Baru Tanpa Dirimu

Pagi Baru Tanpa Dirimu

Aku berkata terbata-bata, "Tunggu aku ... tunggu sampai urusanku di sana selesai, baru kita bicarain lagi." Mata Harvey langsung berbinar. Seperti anak muda yang sedang dimabuk cinta, dia memelukku lalu mengangkat tubuhku ke udara. Aku senang sekaligus ketakutan. Di tengah malam yang sunyi, teriakanku terus terdengar tanpa henti.
3.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai puisi mentari pagi
Baca
+Pustaka
Will I and You Become Us

Will I and You Become Us

Dengan menghadap ke depan jendela besar yang menghadapkannya kepada bintang yang berkilauan dilangit malam dengan perlahan Zia membuka diary kecilnya dan mulai menulis bait bait indahnya. Dear... Katakan pada bintang... Waktu menjebakku dalam sebuah teka teki sulit... Yang membelengguku dalam rasa yang tak sanggup ku urai.. Katakan pada bintang... Aku termenung menunggu pagi... Merindukan mentari dalam diam... Karena malam membelengguku dalam kelam... Katakan pada bintang... Aku menatapnya didalam dinginnya malam...
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai puisi mentari pagi
Baca
+Pustaka
Ikatan Hati Alina

Ikatan Hati Alina

#part12 #Kereta subuh *As roda kereta api telah bergerak Memacu putaran meluncur diatas rel yang panjang Kerikil-kerikil kecil pun berlompatan seperti katak, mendengar peluit, mengerti tanda akan kepergian... Dan mentari mulai menyembulkan sinarnya dari ufuk timur, mencoba mengajakku tersenyum, seperti tau ada kesedihan yang ku kulum.*
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai puisi mentari pagi
Baca
+Pustaka
BAIT-BAIT CINTA SANG PEMBERONTAK

BAIT-BAIT CINTA SANG PEMBERONTAK

Saat pajar menggelar warna-warnanya dan burung-burung berkicau bersahutan mendengungkan nada-nada indah yang melukiskan aroma pagi telah datang. Gemuruh dedaunan yang tersentuh angin pengembara melenggak-lenggok bagai sang penari yang menjadi ritual pagi menyambut sang mentari. “Prok! Prok! Prok!”
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai puisi mentari pagi
Baca
+Pustaka
GANTENG-GANTENG ANAK PEMBANTU

GANTENG-GANTENG ANAK PEMBANTU

POV Awan Matahari pagi baru mulai menampakan sinarnya, seolah sedang malu mengintip dari balik selimut malam. Namun sinar indahnya seakan tertutup oleh mendung pekat yang seakan enggan untuk beranjak dari posisinya. Ada apakah gerangan dengan pagi yang seakan berduka di hari ini ?
8.9356.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13.2K kali sebagai puisi mentari pagi
Tampilkan Ulasan (80)
Baca
+Pustaka
Bangfanstory
Saya sudah baca GGAP sampe The Last GGAP dan sekarang lgi proses The Next Sanjaya. Tapi kok saya harus buka kunci Per Bab nya ulang ya. pdahal saya sudah baca semua nya, Parah nih Authornya pdahal dlu saya penggemar Novelnya Sutan Sati sampe semua novel nya sudah saya baca sampe slesai sumpah kecewa
TiSu
suka sama ceritanya. Cerita remaja tapi diselipin peliknya masalah yang sangat serius. gak main2 masalah negara .... Btw kenapa bnyk yg protes koin yak. Yang kuketahui KOIN itu bukan penulis yg menentukan, melainkan tulisannya. Dalam arti KOIN dihitung sesuai jumlah kata, betul kan, Thor....
Baca Semua Ulasan
Asisten Pribadi Tuan Muda

Asisten Pribadi Tuan Muda

Hari yang cerah. Mentari pagi bersinar indah. Seolah memang sedang menyambut pagi yang menyenangkan untuk Mita. Senyumnya pun menawan di bibir sedikit tebalnya. Sorot mata sipitnya juga bersinar terang, siapapun pasti tau jika gadis itu sedang berbahagia. Terlebih senandung-senandung kecil sering dia gumamkan. Sehingga aura bahagiannya kian terasa.
9.4128.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai puisi mentari pagi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status