Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MR. CINDERELLA (INDONESIA)

MR. CINDERELLA (INDONESIA)

Kelopak matanya yang semula berat kini terangkat sempurna menatap hamparan pasir putih yang membatasi lautan biru dan daratan. Rungunya tak sanggup membendung suara deburan ombak yang bergulung-gulung di lautan demi mencapai bibir pantai. Terdengar indah mengalun merdu bagaikan lantunan orkestra unik yang membuat siapapun mengucap pujian pada Sang Maestro, Tuhan Sang Maha Pencipta.
1016.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 325 kali sebagai puisi pantai
Baca
+Pustaka
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

"Teman lama berpamitan pergi, saat terlihat kembang api di langit bulan Maret. Layar perahu jauh lenyap di langit biru, hanya terlihat sungai yang mengalir." "Cahaya bulan terang di depan tempat tidur, terlihat seperti embun di tanah. Mengangkat kepala memandang bulan, menundukkan kepala merindukan kampung halaman." Saat Wira membacakan tiga puisi itu, para sastrawan dan penyair yang berada di depan langsung terdiam. Mata mereka membelalak dan terhanyut dalam gambaran dari puisinya. Setiap puisi yang dibacanya adalah puisi yang sangat terkenal, benar-benar luar biasa. Bahkan pemuda yang tadi menuduhnya melakukan kecurangan pun perlahan-lahan terhanyut dalam keindahan puisinya.
96.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 239.8K kali sebagai puisi pantai
Tampilkan Ulasan (2659)
Baca
+Pustaka
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Dillah_whj
izin promosi ya kk ... ayo kk/mas jangan lupa mampir kecerita saya judulnya: Diary Dira kisah tentang seorang pramugari yang berusaha sembuh dari luka akibat penghianatan kekasihnya yang ternyata sudah melangsungkan pertunangan dengan wanita lain. Ada juga pak tentara tampan yang akan nyembuhin
Baca Semua Ulasan
Cinta Setengah Hati

Cinta Setengah Hati

Jika mereka sedang terlibat perang dingin namun dimata tamu lain mereka terlihat seperti pasangan yang dimabuk asmara karena sang pria sedikitpun tidak ingin menjauh dari wanitanya. Siang menjelang sore, kapal membawa mereka menuju sebuah pantai, Pantai Tanjung Pasir. Pasir putih terhampar sepanjang bibir pantai menyambut kedatangan mereka. Lagi dan lagi mereka dibuat kagum dengan hasil karya Tuhan yang luar biasa atas pulau kecil ini. Betapa Tuhan begitu mencintai pulau ini hingga hampir disetiap sudutnya dapat memberikan kekaguman bagi siapa yang melihatnya. Betapa Tuhan menjaga Pulau ini agar tetap alami disaat hampir di semua tempat berlomba untuk melakukan pembangunan besar-besaran.
19.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 569 kali sebagai puisi pantai
Baca
+Pustaka
DUDA KAYA YANG MELAMARKU ITU AYAH SAHABATKU

DUDA KAYA YANG MELAMARKU ITU AYAH SAHABATKU

Ya, sepertinya Aldo memang tidak tulus pada Prisa. Debur ombak yang menyapu bibir pantai berpasir putih ini memikat siapa pun untuk bermain-main di sana. Ada banyak insan menikmatinya dengan kepuasan masing-masing. Ada yang berenang, ada yang hanya berjalan-jalan dengan kaki telanjang, ada yang berlarian, ada pula anak-anak yang riang membangun istana dari pasir atau sekadar menggores pantai dengan kayu hingga menghasilkan sebuah tulisan.
1034.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai puisi pantai
Baca
+Pustaka
OGAH MARRIED!

OGAH MARRIED!

Adapun desa di pantai tergambarkan sebagai sebuah rumah kecil di tepi pantai dengan pohon kelapa, sampan serta diakhiri dengan langit yang dihiasi burung M itu juga. Dan pemandangan desa itulah yang kini Dessy tengah nikmati selepas bangun di pagi hari. Setelah menyusuri beberapa saat saja ia kini sudah berada di tepi pantai dengan alunan ombak yang sesekali berhasil mencapai ujung kakinya. Jejak-jejak kakinya tercetak jelas di permukaan pasir putih. Dalam terpaan hangatnya matahari pagi yang belum panas menyengat, aroma laut yang menyeruak segera tertangkap kelenjar syaraf penciuman saat terhirup memasuki rongga pernafasan.
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai puisi pantai
Baca
+Pustaka
Kemarau Di Ujung Senja

Kemarau Di Ujung Senja

Dari pada, tidak meminum kopi sama sekali. Lantai tiga, bagaikan tempat bersantai paling nyaman. Angin seakan berembus dua kali lipat. Dan di sini, dapat pula menikmati pemandangan lautan biru kehijauan bersama pasir putih yang berjarak kurang lebih delapan hingga sepuluh kilo dari sini. Meski sesaat di balik kediaman yang melambat. Dan waktu yang memang terasa berjarak. Panorama yang terlihat, seakan mengambil jenuh yang pernah berpijak.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai puisi pantai
Baca
+Pustaka
Dermaga Penantian

Dermaga Penantian

Tapi Nayla, gadis itu masih senantiasa berdiri di tempat pertama kali ia mengantar seseorang, yaitu sang kekasih yang pergi merantau ke negeri orang. Dari dermaga, tempat saat ini ia berdiri, Nayla memandangi laut luas yang tampak tak berujung. Beberapa kapal berukuran cukup besar sedang berlayar melintasi laut luas itu, dan beberapa kapal juga ada yang berlabuh di dermaga itu. "Nayla!" Nayla tolehkan kepalanya saat seseorang menyerukan namanya. "Mas Alga?" Nayla memperhatikan Alga yang berjalan menghampirinya, lalu berhenti dan berdiri berdampingan dengannya.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai puisi pantai
Baca
+Pustaka
Pelangi atau Senja

Pelangi atau Senja

Aku hanya seorang karyawan baru, bahkan aku tidak mengenal siapa pun Saat hari pertama masuk kerja. Langit sore tampak bersahabat, menemani aku yang tengah duduk sendirian di pinggiran pantai. Menunggu matahari yang sebentar lagi akan tenggelam. Deburan ombak dan angin laut yang menyapu rambutku menjadi beterbangan semakin membuatku merasa nyaman. Ditambah langit oren dan dipadu dengan birunya laut semakin membuat aku kagum dengan ciptaan Tuhan. Aku berharap jika kedatangan dan memilih kota ini untuk bekerja dan belajar memulai hidup yang baru tidak akan mengecewakan, setelah hampir seharian penuh aku memulai bekerja dan beradaptasi dengan lingkungan baru membuatku sedikit pening dikepala ak
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai puisi pantai
Baca
+Pustaka
Suamimu Masih Mencintaiku

Suamimu Masih Mencintaiku

Siapa sebenarnya yang labil di antara kami? Akhirnya aku keluar dari rumah. Menelusuri jalan kecil menuju pantai. Malam ini sunyi, hanya suara debur ombak yang menyambut. Angin laut menyapu wajahku yang dingin. Aku berdiri di tepi pantai, membiarkan segalanya mengalir begitu saja.
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai puisi pantai
Baca
+Pustaka
Setelah Bapak Tiada

Setelah Bapak Tiada

Sungguh itu pujian yang membuat aku ingin punya jurus menghilang. Aku malu. Bisa dipastikan ada merah padam di wajahku. Astaga, aku memang se-cupu itu. Puas berkeliling, Kak Raihan dan Kak Fitra mengajakku ke tepi pantai. Muara Padang namanya. Banyak penjual pinggir jalan menyediakan tenda untuk duduk menikmati pemandangan laut lepas. Debur ombak dan angin pantai melengkapi indahnya sore.
1037.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 944 kali sebagai puisi pantai
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status