Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MY SWEET(no) BRIDE

MY SWEET(no) BRIDE

Sekolah besar itu hening sebab semua murid sedang belajar. Hari ini jam pelajaran Biologi membuat Dafa harus mengajar dengan dampingan guru lain. "Anak-anak sudah mengerti dengan puisi?" Itu bu nonna yang dikenal dengan julukan penggoda. Bahkan dia terlalu gatal sampai ada guru laki-laki yang pindah karena ulahnya. "Mengerti bu,"jawab murid dengan serentak. "Baik. Jadi tugas kalian adalah membuat puisi dengan bait minimal lima." Kali ini Dafa yang menjelaskan membuat semua murid menggerutu pelan. Minimal lima dalam lima baris itu yang di maksud Dafa.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai puisi pelajar
Baca
+Pustaka
Life Hates Me

Life Hates Me

tanya bu guru yang berdiri di depan papan tulis. Saat aku hendak mengangkat tanganku untuk menjawab pertanyaan bu guru, seorang siswa yang duduk tak jauh dariku mengangkat tangannya mendahuluiku dan menjawab, "Syair adalah puisi lama." "Kurang lengkap, ada yang mau menambahkan?" balas bu guru. Victor, siswa yang duduk tepat di depanku mengangkat tangannya dan menjawab, "Syair adalah sejenis puisi lama yang berasal dari Persia, yang sekarang disebut sebagai Iran."
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai puisi pelajar
Baca
+Pustaka
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

pintaku sembari tanganku bergerak menuju ember kayu berisi gulungan kertas di atas meja. Sori segera tersadar dari lamunannya. Ia memaksakan sebuah senyum tipis dan mengambil tumpukan kertas itu. "Oh, aku memang menulis beberapa puisi. Aku akan sangat terhormat jika Tuan bersedia memberi komentar pada 'murid muda' sepertiku ini," sahutnya dengan nada rendah hati yang dibuat-buat. "Oh? Sini, biar kulihat!" Aku merebut gulungan itu bahkan sebelum ia sempat menyerahkannya dengan sopan.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai puisi pelajar
Baca
+Pustaka
Suamiku Berandalan Sekolah

Suamiku Berandalan Sekolah

Aku mengangguk, berlari ke arah mobil, dan masuk. "Gapapa Adiknya?" tanya Adelio, mengelus keringat di dahiku. "It's okey, ayo kita ke sekolah!" seruku, tersenyum sendiri, mengingat Adik kecil yang menggemaskan itu. *** Pelajaran kali ini Bahasa Indonesia tentang puisi, kami disuruh membuat tema apa saja. Aku mengurut kening, karena terlalu pusing memilih kata yang pas. "Nggak bisa ya lo? Kasihan," kata Zara, duduk seberangan denganku.
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 257 kali sebagai puisi pelajar
Baca
+Pustaka
Suddenly Become a Bride

Suddenly Become a Bride

tuan muda tampak seperti siswa Sekolah Dasar. “Tentu saja ada. Manfaatkan handphonemu, bukalah puisi dan sajak anak-anak zaman sekarang. Ungkapan cinta mereka melebihi ekspetasimu. Kau bisa belajar merayu Kiran.” Kalau saja bisa, sayangnya urusan rayu merayu Wira tak ada pengalaman sedikitpun. Perlukah dia belajar dari Rakin? Namun dia harus siap diejek habis-habisan.
106.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai puisi pelajar
Baca
+Pustaka
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Pemirsa di bagian komentar juga mulai berdiskusi dengan antusias. "Ini tidak tampak menegangkan. Lagipula, Christopher adalah wakil presiden Asosiasi Puisi." "Saya pikir Guru Matt mungkin juga punya kesempatan. Pengetahuan dan pengalamannya luar biasa." "Tapi aku tidak menyangka Senja, seorang siswa sains, bisa bertahan sejauh ini. Puisi yang dia bacakan tidak banyak diketahui, yang berarti dia memiliki cadangan puisi yang cukup banyak."
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai puisi pelajar
Baca
+Pustaka
Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Sudah hampir sepuluh menit. Emma bahkan tidak meliriknya sekali pun. Dan anehnya, itu sangat mengganggu. “Puisi,” lanjut Pak Mahesa sambil berjalan perlahan di depan kelas, “adalah cara manusia menyembunyikan luka tanpa benar-benar menutupinya.” Sunyi. Semua seperti terhipnotis pada suara Pak Mahesa yang berat dan dalam. “Hari ini, kalian akan menulis puisi bebas.”
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai puisi pelajar
Baca
+Pustaka
Days to Remember

Days to Remember

Lembaran senja menjadi sembilu Sejuta sajak bukan indah terlalu Melainkan pelangi yang tersembunyi benalu Menjadi saksi Sang Maha Tahu Wahai kau, Senja yang mengikat waktu Melepas sembilu menjadi lalu Kemudian hening di fajar yang baru Menanti pelangi berbaju baru. Pagi ini semua tak tampak biasa, banyak murid yang berdiri di depan majalah dinding. Dalam hitungan menit setelah sampai di sekolah, aku bisa mendengar rumor bahwa ada puisi bagus di rubrik mading. Pundakku terasa terangkat, aku bisa merasakan atmosfer teman-teman lainnya yang mungkin saja menyukai puisi yang kutulis kemarin itu. Aku dan Ani, ikut pergi untuk melihat mading, anak-anak kelas sebelah dan kakak kelas juga ikut menger
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai puisi pelajar
Baca
+Pustaka
TRANSMIGRASI PUTRI KEJAM

TRANSMIGRASI PUTRI KEJAM

tanyanya sekali lagi untuk memastikan. "Tidak. Tidak, sepertinya aku tidak baik-baik saja. Apa kau lihat burung-burung yang terbang di atas sana? pikiranku rasanya seperti dikelilingi burung-burung itu. Kacau," tuturnya. Niatnya ingin melantunkan puisi, tetapi justru ucapan Qiao Zhi Jing dinilai aneh oleh siswa tampan itu. Siswa tampan itu mendongakkan kepalanya menatap langit, tetapi tak didapatinya seekor pun burung di atas sana.
1019.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 770 kali sebagai puisi pelajar
Baca
+Pustaka
Assalamu'alaikum Pesantren (Assalamu'alaikum Cinta)

Assalamu'alaikum Pesantren (Assalamu'alaikum Cinta)

Selesai shalat kami kembali ke kelas, saat aku ingin menghampiri Mila, tiba-tiba . *** Puisi karya : Rumza Guruku Terima kasih, mungkin hanya itu yang bisa ku ucapkan dan hanya doa yang bisa ku persembahkan. Dengan ketulusan, ku meminta pada sang pemilik kasih sayang, agar kalian bisa hidup dengan jalan yang telah kalian ambil. Kau guru terbaikku, terima kasih, kau telah mengajarkan ku ilmu yang bermanfaat.
4.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai puisi pelajar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status