Satria Roh Suci
Danur Jaya kemudian menjatuhkan busur panahnya, “sebagai panglima perang dari Indra Pura, aku menyatakan menyerah, pemenangnya adalah Rawas Kalat karena aku menggunakan racun pada anak panahku!”
Mendengar ucapan Danur Jaya, Rawai Tingkis malah semakin emosi. Tidak pernah dia merasa begitu emosi, kecuali hari ini ketika temannya dihina didepan orang banyak.
“Baiklah,” ucap Rawai Tingkis, “Kalau begitu, aku juga menyerah! Aku tidak akan mengikuti sayembara ini, tapi ….” Rawai Tingkis mengarahkan mata pedang pada Ketua Partai Tuak, “Aku ingin menguji kekuatannya, pertandingan sederhana, hanya satu serangan saja, kau boleh lebih dahulu menyerangku, atau aku yang akan menyerangmu lebih dahulu? Te
Hot Chapters