Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Money And The Power

Money And The Power

Bahkan tatonya juga terlihat jelas. "Maaf!" ucap Renza. Ia beranjak pergi tapi seseorang yang menyiramnya menggunakan air, menarik kemejanya sampai kancing kemeja tersebut terlepas. "Apa kau seorang penyusup? Bagaimana mungkin orang yang berani mentato tubuhnya menjadi seorang pecundang?" "Ini adalah hasil dari perundungan yang aku alami di setiap sekolah yang aku jalani," jawab Renza. Ia masih terlihat lugu, polos dan tidak berbahaya.
1019.9K viewsCompletedAdded to Library 736 Times as puisi perundungan
Show Reviews (18)
Read
+Library
Mikayla Azahra
Gak bisa bayangin gimana keren nya anak SMA menjalankan misi berbahaya ... Yg jelas pastinya keren banget, apalagi ini keturunan geng naga hitam bapak nya aja pada keren2 apalagi anak nya...... . Recommend banget pokoknya ............
S Rohmah
Akhirnya pasukan gank anak naga hitam muncul. ...... gak bisa bayangin gimana action nya mereka d satukan dalam satu sekolahan gank mafia. yang jelas aku sebagai pembaca jadi baper,membaca nya pun sampai terbawa halu ngebayangin keren nya action mereka.. Love love pokonya buat othor.. .........
Read All Reviews
Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Tenggorokan Emily menegang, dan ia berkata dengan lembut. Ia serius. Anggur itu kuat, tetapi memiliki kerenyahan dan keterusterangan yang unik, ciri khas Northern Territory, sama seperti dirinya—sedikit bicara, namun selalu meninggalkan kesan mendalam. Segera setelah itu, musisi istana memainkan poetic ode (ode puitis). Seorang Bard berjalan ke pusat aula, membacakan pilihan dari puisi chronicle Empire, memuji kemuliaan Dragon Ancestor dan kegembiraan persatuan pasangan baru.
9.78.3K viewsCompletedAdded to Library 305 Times as puisi perundungan
Read
+Library
Sebelum Aku Pergi

Sebelum Aku Pergi

bisiknya. Setelah makan selesai, Aruna kembali terlelap. Glen tetap duduk di sisi ranjang, tidak ingin kehilangan satu detik pun dari keberadaan perempuan itu. Ia mengeluarkan buku kecil dari tasnya—buku puisi yang ditemukan oleh asisten rumah saat membereskan apartemen. “Dari semua bait yang kau tulis, ini yang paling menyakitkan,” gumam Glen sambil membuka halaman dengan puisi berjudul "Aku Tidak Ingin Mati, Tapi Aku Lelah Hidup Sendiri.”
2.0K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as puisi perundungan
Read
+Library
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

Guru: "Sastra bukan sekedar untaian kata. Ia adalah cermin jiwa dan perjalanan zaman. Nah, siapa di antara kalian yang dapat menjelaskan makna bait pertama ini?" Seisi kelas diam, hingga Raka mengangkat tangan dan mulai berbicara dengan lancar. Raka: "Puisi ini bukan sekedar mengisahkan keberanian, tapi juga pengorbanan. Seorang pemimpin sejati bukan hanya menggenggam pedang, tapi juga berpikir jauh ke depan. Seperti pepatah, 'Mata pena lebih tajam dari mata pedang.'"
1012.4K viewsCompletedAdded to Library 460 Times as puisi perundungan
Read
+Library
Dalam Rengkuhan Sang Antagonis

Dalam Rengkuhan Sang Antagonis

Ia langsung mengunci pergerakan lawan, memiting lengan pria kurus itu ke belakang punggungnya hingga tak berkutik. Pria kurus yang terjepit di lantai itu meringis bengis, menahan rasa sakit sekaligus amarah yang meluap-luap. Ia meludah ke samping, lalu mendesis penuh kebencian, "Orang kaya sepertimu... tak pernah tahu rasanya jadi kami yang kelaparan!"
101.0K viewsCompletedAdded to Library 37 Times as puisi perundungan
Read
+Library
Aku Bangun di Tubuh Pecundang yang Memiliki Dua Istri

Aku Bangun di Tubuh Pecundang yang Memiliki Dua Istri

“Ketemu juga ularnya.” Ia membuka pesan-pesan lama sambil menahan rasa geli dan jijik. Isinya campuran rayuan, keluhan manis, permintaan hadiah, foto makan malam mahal, dan kalimat-kalimat yang jelas dirancang untuk menguras dompet pria bodoh. “Kak Yancheng, tas yang kemarin lucu sekali...” “Kak Yancheng, aku sedih hari ini...”
452 viewsOngoingAdded to Library 14 Times as puisi perundungan
Read
+Library
Istri yang Kau Anggap Bodoh

Istri yang Kau Anggap Bodoh

"Udah berapa kali ganti Mbak? Tiga kali, ya? Kenapa? Nggak cocok ukuran pentunganya? Atau rasanya nggak enak?" Wajah Sella bukan lagi merah padam, tapi biru, hijau, dan abu-abu mendengar sindiran keras Sukma. Kode keras wanita itu jelas sekali, kata 'pentungan' diperhalus menjurus ke sesuatu milik pria. "Kamu ngomong apa sih? Mana ada orang nikah nyari pentungan?" Ibu Yudi menegur Sukma, membuat tawa Sukma semakin keras.
107.4K viewsCompletedAdded to Library 297 Times as puisi perundungan
Read
+Library
Istri yang Kau Sakiti, Tak Ingin Kembali Lagi

Istri yang Kau Sakiti, Tak Ingin Kembali Lagi

ujar asal Noah kepada Gabriel karena gugup. "Terkadang orang ganteng dan cerdas kayak kamu itu butuh hiling beneran, yang berkamuflase itu hewan yang seperti kodomo, bukan kadal atau komodo." Noah memukul kepala sepupunya dengan gemas, "Kamu sama saja yang benar itu......" Noah mencari sebuah situs internet dan mengetik sesuatu di sana, "Binatang berkamuflase itu namanya iguana dodol."
104.6K viewsOngoingAdded to Library 155 Times as puisi perundungan
Read
+Library
Miliknya Di Antara Dua Dunia

Miliknya Di Antara Dua Dunia

Pukulan, tebasan, ledakan—semua tertahan di udara, menjadi patung-patung pertempuran yang beku. Dari jauh, bayangan itu tertawa. “Lihatlah kalian. Pertarungan kalian abadi, tapi tak pernah sampai. Kalian adalah seni jeda. Sebuah puisi yang hanya koma.” --- Retakan Introspektif Rynor menutup matanya lagi. Bayangan dalam dirinya bertanya: “Kalau kau bisa menulis ulang kalimat, apakah kau berani menuliskan titik?”
101.3K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as puisi perundungan
Read
+Library
Obsesi Cinta Pemain Wanita

Obsesi Cinta Pemain Wanita

Perempuan yang kini menjadi bahan tontonan artis lain itu tampak menunduk menahan kesal dan malunya, tapi dia tidak memiliki kuasa karena belum punya koneksi sehingga tidak ada artis yang mau menjadi tempat bersandarnya. “Aish, padahal aku tidak berniat membuat keributan di hari pertamaku,” celetuk Devanda. Ucapannya secara otomatis menjadi pusat perhatian orang-orang yang tidak berani ikut campur. Flora yang merasa ada seseorang yang menantang dirinya langsung menatap Devanda. Lantas senyum Devanda terangkat sebelah. Ia turun ke tengah aula dan menatap tanpa ragu kedua mata Flora usai memperhatikan artis baru yang penampilannya sudah kacau. “Aku baru tahu kalau di dunia hiburan juga ada yan
103.9K viewsCompletedAdded to Library 93 Times as puisi perundungan
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status