Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PELITA DI TENGAH GELAP

PELITA DI TENGAH GELAP

Cahaya kecilnya memantul di dinding, menari lembut bersama bayangan daun di luar jendela ia menatapnya lama, lalu mengambil buku hariannya dan menulis satu halaman terakhir, “Kami sudah melewati hujan, badai, dan malam yang panjang. Tapi dari semua itu, aku belajar satu hal, pelita yang paling kuat bukan yang paling terang, melainkan yang tetap menyala bahkan ketika angin mencoba memadamkannya. Dion aku janji, pelita ini akan terus ada. Untukku, untuk Dinda, dan untuk siapa pun yang percaya bahwa kejujuran masih punya tempat di dunia.”
825 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai puisi perlawanan
Baca
+Pustaka
Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

"Dalam babak kedua, dewan juri menyediakan tiga kartu berisi kata. Peserta harus membuat puisi pendek dengan kata tersebut. Siapa yang paling cepat dan dalam maknanya, jadi pemenang." Kartu pertama dibuka. Kata sungai tertulis di sana. Begitu kata itu ditunjukkan, Shu Yi segera mengucap puisinya. [Sungai mengalir tak kenal lelah. Seperti hidup yang mengarunginya] Dewan juri mengangguk-angguk dan sepakat bahwa karyanya layak dipilih. Dengan demikian, dia dapat satu poin. Kartu selanjutnya dibuka. Kata Damai tertera jelas.
1026.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai puisi perlawanan
Baca
+Pustaka
Pesona Sang Penakluk

Pesona Sang Penakluk

Hanya ranting kecil yang rapuh, tentu saja kedua pria itu tidak takut, memangnya mereka kucing liar? "Manisku, untuk apa masih melawan, sebaiknya kamu layani kami berdua dengan suka rela, toh kamu juga akan merasa nikmat!" ujar salah satu dari pria itu sambil memperlihatkan seringaian keji yang menjijikkan.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai puisi perlawanan
Baca
+Pustaka
Permata Yang Kau Buang

Permata Yang Kau Buang

Mata sembab sedikit memerah disertai warna kulit putih pucat, begitu kontras. Hujan yang sebelumnya telah mengguyur kota itu, membuat suasana yang berbeda di antara mereka. Dan lekukan tubuhnya... Membuat darah pria dewasa itu berdesir halus. Arkan mengalihkan pandangan, guna menepis segala macam naluri kelelakiannya. Untuk pertama kalinya, Sitha menatap mata pria itu. "Arkan... Kapan kita melakukan tes kecocokan?"
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai puisi perlawanan
Baca
+Pustaka
Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

Yang disebut adu puisi adalah dua orang akan membuat puisi dengan tema yang sama, lalu mereka akan membandingkan mana yang lebih unggul. Nazar melantunkan, "Hujan turun, bala awan bentangkan perang, panglima bunga dan rumput saling menyerang. Pasukan bantuan dipanggil tergesa-gesa, bibir dan lidah beradu, memercikkan cahaya asmara."
9.61.2M DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39.2K kali sebagai puisi perlawanan
Tampilkan Ulasan (92)
Baca
+Pustaka
Adelia
Sebelumnya maaf mengotori tempat komentarnya kak, aku ijin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Untuk judul ceritanya Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasih
Mrs.B
Maaf thor, izin promosiin novel teman ya. judulnya "DI ANTARA SUAMIKU DAN SAHABATNYA: RAHASIA DI BALIK KEHAMILANKU." Premis: Seorang istri yang terjebak di antara suami dan sahabat suaminya harus menyimpan rahasia kehamilan yang bisa menghancurkan pernikahan sekaligus persahabatan mereka.
Baca Semua Ulasan
Istri yang Kau Sengsarakan

Istri yang Kau Sengsarakan

Nayara memberontak meskipun dua orang preman memegang dirinya. “Ternyata selain kaya, kau juga pintar melawan rupanya,” ejek orang-orang itu. “Jangan ambil uang itu, atau aku benar-benar akan berteriak,” ancam Nayara yang masih berani. “Lihat saja kalau kau bisa? Memangnya siapa yang ingin membantumu di tempat seperti ini?” ujar ketua itu. “LEPASKAN AKU!” Nayara semakin memberontak agar dia lepas.
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai puisi perlawanan
Baca
+Pustaka
Istri Yang Tidak Dirindukan

Istri Yang Tidak Dirindukan

dan alasan untuk hidup. Secepat kilat rasa sakit menyerang, luar biasa panas. Memenuhi secara total. Dalam keheningan mencekam, ia melawan saat rasa sakit itu berusaha melemahkannya. Berupaya menghancurkan apa yang telah mereka bangun. Ia melawan bahkan saat rasa sakit itu mencapainya. Pusaran rasa putus asa menyelubungi paru-parunya, menenggelamkan, mencekik, menghapus seluruh harapan.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai puisi perlawanan
Baca
+Pustaka
SANG PENANTANG WURAKE

SANG PENANTANG WURAKE

Sedangkan kata-kata Zarima barusan, seperti ada yang berdarah dalam dada karenanya. Akan tetapi, dia Zarima, seseorang yang tidak mungkin sanggup aku debat apalagi sampai berani memusuhinya. Kini, meskipun harus berseteru dengan diri sendiri, pada akhirnya aku mengalah, meninggalkan baskom berisi rendaman cucian, kembali menyendiri di bale-bale. Sekira dua atau tiga menit berdiam di sini, tiba-tiba saja pula kembali terdengar suara tangis bayi Zarima.
151 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4 kali sebagai puisi perlawanan
Baca
+Pustaka
Terjerat Deduksi Detektif Kejam

Terjerat Deduksi Detektif Kejam

Amuk iblis di tempat tak dikenali, kan ku tahan sepenuh hati, Semua demi bertemu kamu lagi, Wahai istriku, Janganlah berhenti berdoa dan berharap, jadikan malam sebagai waktu meminta-minta, Kepada yang maha kuasa, pencipta semesta alam, Jadikan aku kuat dengan doa-doamu, dan keberanianku, Semoga kita bertemu lagi, istriku yang cantik, Maafkan segala kesalahan kakanda, Semoga kita ditakdirkan bertemu lagi di seberang lautan sana. Erik tidak tahu definisi kata-kata manis, puisi buatannya tidak mengandung kata-kata manis yang membuat Linda senang, tetapi berisi makna pahit tentang perang dan perpisahan. Puisi yang cukup untuk merobek hati seorang istri yang ditinggal suaminya ke medan perang da
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai puisi perlawanan
Baca
+Pustaka
DIALAH SANG DEWA PERANG

DIALAH SANG DEWA PERANG

Dia yang terakhir tiba di kota itu, karena bertugas mengawal semua anggota mereka kembali. Jack menyalaminya. “Bagaimana semuanya?” “Sedikit tidak dianggap seperti biasa,” jawabnya sambil menggeleng heran. Jack mengangguk. “Medan perang di belakang garis depan memang berbeda dengan yang biasa kita hadapi. Bukan peluru dan bom yang harus diwaspadai, tapi manuver serta kata-kata bersayap yang sama-sama dapat menjatuhkan bahkan membunuh musuhnya!”
10131.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.0K kali sebagai puisi perlawanan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status