Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Istri Yang Sering Keluyuran

Istri Yang Sering Keluyuran

Lirikannya penuh kebencian, membuat Miya menunduk ketakutan. “Rumput tetangga jauh lebih hijau, Bu. Makanya dia pengin makan daun muda. Ups,” sahut wanita lain yang mendengar sindiran itu. Seolah keceplosan padahal sengaja mengejek. Mereka tengah melakukan aktivitas yang sama yaitu menyapu halaman.
107.3K viewsCompletedAdded to Library 217 Times as puisi perundungan
Read
+Library
Istri yang Kau Khianati

Istri yang Kau Khianati

Raut mukanya yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata menandakan bahwa wanita itu tidak mau diinjak-injak lagi. "Mbak, hati-hati kalau jalan," tandas Frani masih berusaha sabar. "Aku emang sengaja kok," sindir Yulia. "Mbak iri denganku? Apa karena mbak nggak beruntung sepertiku, mbak jadi main kasar dan membujuk orang-orang untuk benci sama aku. Emangnya mbak nggak malu?"
1013.9K viewsCompletedAdded to Library 360 Times as puisi perundungan
Read
+Library
Pendekar Kembara Semesta Seri 2

Pendekar Kembara Semesta Seri 2

Sekarang dirinya masih menggunakan selendang maut yang membuat nyali lawan-lawannya kecut. ”Huahahaha..., sebuah pertarungan yang sangat menarik! Ada dua laki-laki bermental banci yang mengeroyok seorang perempuan, huahahaha...!” terdengar kata-kata ejekan dari atas sebuah pohon. Dia tidak lain adalah Sanggariwut. “Kalau kalian laki-laki jantan, tidak sepantasnya mengeroyok seorang perempuan. Sungguh kejadian yang sangat memalukan. Aku sebagai laki-laki merasa malu melihat perilaku kalian. Apalagi kalian terlihat blundas melawan Keksi Anjani. Kalian babak belur hanya oleh selembar selendang, huahahaha…!”
1012.8K viewsCompletedAdded to Library 280 Times as puisi perundungan
Read
+Library
Kepolosanku Direnggut

Kepolosanku Direnggut

“Akhirnya Nisa memberi Pr bahasa indonesia, dan seni budaya.” “Bentar ya kakak ambilin cerita kakak, dulu aku milih cerpen dek. Padahal cerita aku ga begitu bagus, tapi aku disuruh ikut lomba. Kan lumayan tuh juara 1 dapet 1juta dek, sebenarnya uangnya mau aku beliin HP tapi gajadi, karena keuangan sekolah dan ekonomi budemu lagi melonjak dan pas-pas an.”
103.4K viewsOngoingAdded to Library 109 Times as puisi perundungan
Read
+Library
Istri Galaknya Om CEO

Istri Galaknya Om CEO

Haidar chat kasih puisi: Wanitaku, Sayang! Rahim yang Kugali Kini Telah Tertali Aduan Nafsu Menganga Doa dan Cinta pun Berbunga Tubuh yang Kuraba Kini Hangatnya Mengaba Tersingkir dari Angin Membunuh Gemuruh Dingin Qobiltu yang Menjadi Janji Kini Telah Kuhempas dari Ruji Menjemput Pagi
105.0K viewsCompletedAdded to Library 109 Times as puisi perundungan
Show Reviews (45)
Read
+Library
Laras_7779
Nurilhuda, Syamsiddhuha, Badridduja, kembar tiganya Abi Ibu yang pengen aku bawa pulang. Kakak Uda pinter bikin salting, Abang Uha vibesnya bawa ketenangan, Adik Uja si paling nggemesin sedunia. Lengkap deh kalian ini
Arsyi An
Cinta banget baca novelnya Kak Azizah. Dewasanya Haidar menggemaskan, ia menasihati, tapi juga intropeksi. Part favoritku: Wanita itu rumah untuk lelakinya. Rumah akan rapi jika yang punya peduli, rumah akan nyaman jika yang punya beriman, rumah akan terang jika yang punya tak lupa kasih sayang
Read All Reviews
Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin

Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin

"Kenapa kamu berbuat begitu? Sekarang, aku sudah terlalu malu untuk tinggalkan kelas! Apa yang kamu lakukan sama saja dengan perundungan! Ini namanya perundungan daring! Gimana aku bisa hadapi orang lain?" Kemudian, terdengar suara Aldrian menjawab, "Oh, kamu tahu kamu nggak bisa tinggalkan kelas? Kamu juga tahu ini namanya perundungan? Kalau begitu, kenapa kamu nggak pikirkan keadaan Kyna waktu melakukan hal seperti itu terhadapnya? Gimana dia bisa hadapi orang lain?"
8.91.5M viewsCompletedAdded to Library 52.5K Times as puisi perundungan
Show Reviews (239)
Read
+Library
malapalas
Izin promosi ya kak, buat yang suka genre Romance + Action + Werewolf & Secret Baby, mampir ke judul 'Anak Rahasia Sang Alpha' di GoodNovel ya. Lagi seru-serunya bab 170 lebih nih kak. Mksh yang sdh mau mampir.
floral flower
ak stuck di episode 667.... kutengok lagi stlh 2 bulan gak buka app ini. liat lagi kayaknya udh tamat. yg pertama kuperiksa adalah komenan readers dulu. kuputuskan ngga meneruskan membaca krn ending yg ga menarik. lalu nyesel kmrn buang2 waktu nontonin iklan biar dpt koin,mana sempet bbrp kali beli.
Read All Reviews
SURA, PANGERAN TERBUANG

SURA, PANGERAN TERBUANG

“Pukulan Gada Ganda Pengguncang Langit!” BAAM! BAAM! BAAM! BAAM! Tubuh para kultivator iblis yang terkena pukulanitu remuk menjadi abu dalam sekejab mata. “Tebasan Pedang Cahaya Rembulan!” seru murid lain. Kilatan pedang perak menembus leher-leher musuh. SLASH! SLASH! SLASH! “Tusukan Mawar Berduri!” Ratusan duri spiritual meluncur, menusuk dan merobek tubuh lawan.
109.9K viewsCompletedAdded to Library 326 Times as puisi perundungan
Read
+Library
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Ini adalah pertempuran kalimat melawan kalimat. Makna melawan niat. Kenangan melawan penghapusan. Rangkai terus menulis: “Semua ini hanya ilusi.” “Pesantren ini fiksi.” “Tak ada yang pernah nyata.” Tapi Lena, kali ini, menulis satu kalimat dengan tangannya sendiri: “Jika aku tidak nyata, kenapa aku masih merasa sakit saat dilupakan?” Dan dunia bergetar. 6. Kebenaran yang Belum Ditulis
2.6K viewsCompletedAdded to Library 100 Times as puisi perundungan
Read
+Library
Ellipsis

Ellipsis

Kopi Sudah Menjadi Jelaga Aku tahu bagaimana rasanya Menjadi arang di antara intan Serupa kerikil di hamparan bacan Tak pernah diperhatikan Terpinggirkan Aku telah mencipratkan lumpur dan noda Di muka pakaian mereka Tanpa kata Mereka pergi dengan wajah merah menyala Sendiri aku di tengah padang sabana Menyesap penuh segala luka
103.7K viewsOngoingAdded to Library 148 Times as puisi perundungan
Read
+Library
POEDJAN

POEDJAN

” *** Dedeng tidak ingin berbasa-basi dengan manusia hari ini, terlebih pada mereka yang tengah mengerjakan cetakan harian yang mencoba mengusung tema kemerdekaan ketika Olanda saja masih berjalan dengan senjata di punggung mereka. Beberapa hari lalu seperti yang sudah-sudah, seseorang mengirimkan sebuah naskah hikayat. Hikayat ini tentu menggegerkan jagat perpujanggaan lantaran seorang penulisnya menjunjung harkat martabat wanita sedemikian tinggi hingga sebagian lelaki merasa terancam karena karya tersebut. Hikayat dengan judul “Pernahkah Kita Pulang?” sampai ke kantor Surat Kabar Tempoe. Hikayat itu berbentuk imajinasi–sebuah fiksi. Menceritakan tentang seseorang bernama Poetri yang memen
105.6K viewsOngoingAdded to Library 116 Times as puisi perundungan
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status