Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Air Mata di Hari Persandingan

Air Mata di Hari Persandingan

Pria itu pun bergegas menuju ke ruangannya yang berada di sebelah ruangan interview tersebut. "Bramantyo Sastro Nugroho, kita lihat, seberapa bahagianya duniaku menertawakan dirimu, seberapa menderitanya dulu penderitaan bathin yang kurasakan karena kamu? Ya, kamu yang selalu dinomorsatukan dan aku yang selalu dianggap tidak ada, kamu yang selalu diagung-agungkan, sementara apa pun usaha yang kulakukan tak pernah bernilai di hadapan Papa, kamu yang selalu dibangga-banggakan, dan sekarang saatnya semua berbalik kepada dirimu sendiri!" Seutas senyum sumbang terkembang di bibirnya, seruak dan seirama dengan dengusan penuh kepuasaan dan juga kebencian yang menggema dalam dinginnya ruangan itu se
1.1K viewsOngoingAdded to Library 32 Times as puisi perundungan
Read
+Library
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

Ia tahu pertarungan ini bukan tentang kekuatan… tapi tentang siapa yang mampu menulis kebenaran dari dirinya sendiri. Pertarungan Dimulai Mereka tidak bertarung dengan fisik. Mereka menulis. Setiap kalimat yang ditulis mengubah dunia putih. Adrian kedua menulis, dan sebuah pedang muncul dari huruf-huruf rapi dan tegas: “Adrian yang bersih dari keraguan.” Adrian asli menulis, dan tercipta perisai dari serpihan luka: “Adrian yang pernah gagal, tapi tidak menyerah.”
1.9K viewsCompletedAdded to Library 45 Times as puisi perundungan
Read
+Library
Bunga yang Terinjak

Bunga yang Terinjak

"Pak Hakim, saya nggak akan menuntut. Sedih rasanya melihat seorang wanita gila dan anak perempuannya yang rendahan." Rangga tampak seperti pria baik yang mementingkan kebaikanku, tetapi dia juga menuduh kami agar kami dicaci-maki. Lagi pula, siapa yang mau percaya kata-kata orang gila? Siapa yang mau bersimpati pada seseorang yang menjual tubuhnya demi uang. "Hahaha, luar biasa. Kalian benar-benar luar biasa. Kalian semua bergabung bersama untuk menindas kami, ya 'kan?"
6.4K viewsCompletedAdded to Library 197 Times as puisi perundungan
Read
+Library
Aku Pulang, Tapi Bukan Padamu

Aku Pulang, Tapi Bukan Padamu

Kini, puisi-puisinya penuh laut, angin, pasir, dan perpisahan. Suatu pagi, ia membuka laptop dan mulai mengirimkan tulisannya ke media online kecil. Tak disangka, puisinya disukai pembaca. Satu demi satu dimuat. Bahkan ada yang ingin membukukannya. Hati Erica perlahan menemukan arah baru. Tanpa Ricardo. Tanpa rencana pernikahan yang gagal. Tapi dengan dirinya yang lebih kuat dan penuh harapan.. Suatu sore, saat matahari terbenam, ia duduk di atas batu karang, memandangi laut yang seolah menyimpan semua kesedihannya.
830 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as puisi perundungan
Read
+Library
SANG PETARUNG

SANG PETARUNG

“Seharusnya tadi aku bisa menjatuhkannya dengan beberapa pukulan saja.” Kegagalan di ronde pertama membuat hampir semua pendukungnya kecewa. Lantas sejumlah orang berdiri dari kursi sambil meneriakkan nama Raidov. “Katanya kau bisa menang di ronde pertama! Pembohong!” “Apa kau kurang asupan nutrisi sehingga terlihat payah!” “Kurangi begadang mu, Bung! Melawan debutan saja kau tidak becus!”
862 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as puisi perundungan
Read
+Library
Istri yang Kau Remehkan

Istri yang Kau Remehkan

Sementara dirinya menghempaskan bokong di sudut ranjang. "Betul. Masalahnya kamu berubah menjadi sok hebat hanya karena bisa mencari seperak dua perak uang," gerutu Pras lagi. Kali ini Suri tidak mau menimpali ejekan Pras lagi. Tidak ada gunanya memberikan jawaban logis, pada orang yang mengedepankan ego. Ibarat kata ia bertarung ala petinju melawan preman pasar. Dirinya bertarung sesuai standar peraturan, sementara Pras membawa rantai sepeda, pentungan, golok dan sebagainya. Ujung-ujungnya repot. Lebih baik ia mengabaikan saja hujatan Pras, dan fokus pada pokok masalah saja.
1082.4K viewsCompletedAdded to Library 2.6K Times as puisi perundungan
Read
+Library
Terlahir Kembali di Rahim Perundung

Terlahir Kembali di Rahim Perundung

Makanya, aku sering mendapat surat cinta. Inilah alasan Solana menyerangku. Aku jelas-jelas tidak melakukan apa-apa, tetapi malah dibilang murahan. Semua perundungan ini hanya permainan kecil bagi Solana. Setiap hari, aku hidup dalam ketakutan. Aku terus berpikir bagaimana Solana akan menyiksaku. Dengan tamparan, serangga, atau cambukan? Berbagai adegan menyakitkan muncul di benakku. Aku seolah-olah adalah mainan Solana. Jadi, apa gunanya aku hidup?
8.0K viewsCompletedAdded to Library 321 Times as puisi perundungan
Read
+Library
Istri Pelupa yang Kau Buat Luka

Istri Pelupa yang Kau Buat Luka

"Oh gitu ya mbak, setidaknya dengan tidur dengan suami mbak, aku bisa nyakitin Mbak, dan aku bisa hancur pernikahan Mbak, aku juga bisa membuat Aysan hidup tanpa bapak, nggak papa kalau hidup aku hancur, setidaknya hidup Mbak rahasia juga hancur lebur." Nasya mengganggu aku kan kepala tangannya masih terlibat di dada, "betul-betul tidak tahu diri, para perempuan pelacur di luar sana merasa malu akan apa yang mereka lakukan, tetapi adikku saja modal selangkangan bisa sangat banggakan dirinya."
103.4K viewsCompletedAdded to Library 87 Times as puisi perundungan
Read
+Library
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

See u! Jitak jitak jitaaak! Dasar Rinda gakda akhlaq. Beraninya mikir yang bukan-bukan saat suami ada di depan mata. hi hi hi Ah, daripada oleng, lebih baik menulis beberapa puisi lalu mengirimkannya di beberapa grup F*. Berikutnya larut dalam candaan ketika saling berbalas komentar untuk sekadar mengapresiasi atau memberi krisan.
106.1K viewsCompletedAdded to Library 196 Times as puisi perundungan
Read
+Library
DANURWENDA - Rahasia Putri Senapati

DANURWENDA - Rahasia Putri Senapati

"Ayo dua ekor kunyuk majulah. Kalian membela bangsa perampok dan pemeras berarti kalian sama saja isi perutnya!" Tunggul Gono dan Kalingundil marah bukan main. Seumur hidup baru kali itu keduanya menerima penghinaan demikian rupa. Didahului dengan bentakan-bentakan garang keduanya berkelebat menyerang. Suara serangan mereka mengeluarkan angin deras tanda keduanya memiliki tenaga luar dan tenaga dalam yang tinggi. Untuk menjajaki sampai di mana kekuatan lawan, Danurwenda sengaja menyongsong dengan kedua lengan terpentang, berusaha mengadu tangan.
9.932.5K viewsCompletedAdded to Library 942 Times as puisi perundungan
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status