Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin

Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin

Di atas kertas, sebuah puisi yang ditulis dengan aksara rumput liar terpampang jelas. Ketika Mardi, Haidar, dan yang lainnya kembali sadar dan membaca isi puisinya, wajah mereka perlahan memerah, dipenuhi rasa malu dan marah. [ Memuji Jarum ] [ Seratus kali tempa, jadilah sebatang jarum, ] [ Terbalik terguling, menari di atas kain. ] [ Mata seolah-olah tumbuh di bagian belakang, ]
10275.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.8K kali sebagai puisi petani
Baca
+Pustaka
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

Kabut tipis mengambang di permukaan air, memberi suasana tenang dan magis. Setibanya di Kampung Mekar, suasana sudah ramai. Ladang-ladang membentang seperti permadani emas—gandum menguning dan padi yang mulai membungkuk karena berat bulirnya. Para petani sibuk memanen, suara tawa dan teriakan memecah keheningan pagi. “Tuan Raka datang!” teriak seorang petani tua bernama Jeno, sambil melambai-lambaikan topi anyamannya.
1012.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 320 kali sebagai puisi petani
Baca
+Pustaka
Alam Murni Sang Kultivator

Alam Murni Sang Kultivator

Tersenyum Zedt mendengar rasa penyesalan Zeion yang begitu tulus. “Jangan kau pikirkan, apa yang hancur di desa ini dapat diperbaiki, kami bisa berkebut lagi dan akan memanen hasilnya sekali lagi! Yang terpenting para hewan yang berkemungkinan akan menyerang desa sudah binasa! Kami sekarang bisa merasa lega dengan semua ini...” Untuk hal yang sudah dijelaskan dengan sedemikian rupa, hati Zeion masih tidak terlalu senang.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai puisi petani
Baca
+Pustaka
Sang Pewaris yang Terbuang

Sang Pewaris yang Terbuang

Bab 012 : Tempat asing "Kai, apa kau yakin ini adalah tempat yang aman?" Tanya Terry. Ia mengedarkan matanya melihat sekeliling. Halaman bangunan itu nampak berantakan, dengan sampah dan dedaunan yang bersebaran. Sulur yang tumbuh subur di dinding, menjuntai di tiap sisi tembok. Cat tembok yang kusam dan mengelupas, serta rumput liar yang tumbuh tinggi, sekitar selutut.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai puisi petani
Baca
+Pustaka
Tiara Sang Penari Dan Juragan Sawit

Tiara Sang Penari Dan Juragan Sawit

"Oh, kalau itu kerjaan Amrin. Awalnya buat kandang ayam dengan lima ekor, sekarang jadi lima belas ekor. Makanya, Juragan... jalan-jalan ke kebun belakang. Padahal ada buah pepaya, cabai, dan sayuran yang ditanam hidroponik lho sama Bi Inah. Kata mereka buat hiburan, dan sayang tanah di kebun belakang terlalu sepi kalau dianggurin." Aku menggeleng-gelengkan kepala mendengar laporan di luar dugaannya itu. "Dasar kalian ini. Ya sudah, lanjut kerjamu, aku mau lihat istriku dulu ke belakang." Aku melangkah ke kebun belakang, dan pemandangan di sana seketika membuat sudut bibirku terangkat. Di antara rimbunnya tanaman cabai yang berbuah lebat, Tiara tampak begitu mencolok dengan kaus olahraga dan
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai puisi petani
Baca
+Pustaka
Klinik Pemuncak Gairah Pria

Klinik Pemuncak Gairah Pria

“Aku manusia, bukan kucing.” “Kalau begitu, jangan main-main. Kita bisa mati bersama,” ucap Salsa. “Iya, maaf.” Suasana di kiri kanan begitu teduh dan damai, banyak pohon besar dan juga ketika melewati pedesaan banyak sawah yang menghampar luas menghijau. Para petani berjalan dengan penuh semangat menuju ke sawah dan kebunnya. “Tinggal disini damai,” gumam Salsa.
9.8196.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.9K kali sebagai puisi petani
Tampilkan Ulasan (21)
Baca
+Pustaka
Danny Fabiano
Kalo cinta bikin kamu ketawa, artinya kamu BAHAGIA. Hai... mampir juga di judul {SUSAN... OOH SUSAN. Karya Danny Fabiano} Genre komedi romantis. N then nyengir bareng Lucky dan yang lainnya.... Yuk...
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Ini adalah kisah petualangan Lin Chen hingga menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
BALADA JANJI SUCI KIARA

BALADA JANJI SUCI KIARA

Di antara bentangan sawah, Kiara tersenyum simpul membaca penggalan puisi dari Alkena. Perempuan itu pun seketika membalas chat tersebut dengan kalimat yang tak kalah puitis. [ Ada rindu yang tak utuh ketika bunga mekar di bawah langit jingga. Juga ada rindu yang sembunyi saat semilir angin bawa kesejukan. Aku masih menatapmu dari sudut sepi berharap temu meski dalam mimpi.]
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai puisi petani
Baca
+Pustaka
The Wall In My Heart

The Wall In My Heart

Matahari semakin terik. Keringat semakin lembap membasahi gamis Arin. kerudungnya pun ikut basah oleh keringat di wajah. Matahari tepat berada di atas ubun-ubun kepala, menyengat sekali. Sepeda hijau itu melaju di jalan yang sebelah kanan dan kirinya terhampar hijaunya sawah. Nampak para petani beristirahat di pondok mereka, melepas lelah mencangkul, membersihkan sekitar sawah, menggarap tanah baru yang siap ditanami bibit padi baru.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai puisi petani
Baca
+Pustaka
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

tanya Sita seperti tak sabar saat Bumi berhenti untuk menyesap dulu rokoknya. "Di antaranya ada puisi untuk perempuan yang tak begitu kukenal, tapi cukup sering kulihat di kampus. Ada juga puisi untuk perempuan yang kemudian jadi istriku... sekarang sudah jadi mantan istri. Dan...," Bumi menoleh sebentar ke wajah Sita, lalu melanjutkan dengan suara pelan tapi mantap, "ada pula puisi yang kutulis untuk Teteh."
1011.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 437 kali sebagai puisi petani
Baca
+Pustaka
Sang Penunggu Pengantin

Sang Penunggu Pengantin

Padahal aku mengkhawatirkan apakah Mamah akan mengerti dan menerima keadaanku bila nanti aku bercerita padanya. Wajar saja Mamah berpikiran seperti itu karena Papah Hadi seorang pegawai PNS dengan gaji pas-pasan yang hanya cukup untuk keluarganya, mungkin bila aku tidak mendapatkan kiriman uang dari Papah di Taiwan akan menjadi bebannya, bahkan yang aku tahu rumah yang mereka tempati sekarang pun adalah rumah peninggalan orang tua Papah Hadi. “Tapi Mah, siapa nanti yang akan menempati rumah ini?Apa akan dibiarkan kosong?” tanyaku pada Mamah.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai puisi petani
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status