Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Keenam orang itu mengonfirmasi urutan tanggapan puitis mereka. Christopher adalah orang pertama yang membacakan puisi, bertemakan angka dua: "Rumput tumbuh, burung warbler membumbung tinggi di langit bulan Februari (2); di sepanjang tanggul, pohon willow menari dalam kabut musim semi yang memabukkan." Selanjutnya adalah Leia, yang memusatkan syairnya pada angka empat: "Teras ini memanjang empat (4) ribu delapan ratus zhang; merenungkannya membuat orang merasa cenderung mengarah ke tenggara."
2.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai puisi quint
Baca
+Pustaka
Sugar Daddy-in-Law

Sugar Daddy-in-Law

Setelahnya, Zekey tak bicara lagi, tetapi kini Caspian justru memperhatikannya dari balik laptop, mengabaikan sejenak layar yang menampilkan proyek terjemahannya. “Apa kau … suka puisi?” tanya Caspian. “Tentu, sangat.” Zekey melihatnya lalu tersenyum lebar. “Siapa penyair favoritmu?”” “Terlalu banyak, tapi yang jelas … the big six romantic poets.” Zekey mengakhiri jawabannya dengan tawa seolah itu adalah sesuatu yang lucu. “Mulai dari William Blake hingga John Keats.” “Cool,” sahut Caspian seadanya.
1021.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 642 kali sebagai puisi quint
Baca
+Pustaka
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

"Lima puisi. Kalau aku yang berada di posisinya, mungkin setahun pun aku nggak akan bisa membuat puisi itu. Mendengar lima puisi yang dia buat ini, aku baru menyadari aku telah salah!" Mendengar kata-kata pujian dari orang di sekitarnya, Wira perlahan-lahan berjalan ke hadapan Juna. "Aku sudah membuat lima puisi dalam waktu setengah jam ini, apa aku sudah lulus tes pertama?" Selain berhasil membuat lima puisi dalam waktu setengah jam ini, Wira juga berhasil membuat semua sastrawan di aula itu mengaguminya. Dia sudah menjadi orang yang paling berbakat di aula itu, sehingga dia tentu saja lulus tes pertama.
96.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190.3K kali sebagai puisi quint
Tampilkan Ulasan (2659)
Baca
+Pustaka
Winda KD Fashion
Ceritanya bagus, penuh inspirasi tapi... saya tidak setuju Wira nikah lagi. Kasihan Wulan, selama 3 tahun menahan siksa dari Wira lahir dan batinnya. Walaupun dia tersiksa, dia gak mau ninggalkan Wira, dia selalu melayani dan memenuhi kebutuhan Wira. Wira jadi orang kaya, malah nambah istri lagi ...
Hasan Aunur Rofiq
saya sangat menyukai novel ini karena ceritanya sangat menarik dan pembaca dapat dengan mudah memahami isi novel ini tetapi sayangnya bab di dlm novel ini sangat pendek namun dengan kelebihan dan kekurangan tersebut novel ini tetap sangat layak untuk di baca dan terimakasih untuk pembuat novel ......
Baca Semua Ulasan
Alstroemeria

Alstroemeria

"Saat jumpa pertama engkau beri hatimu relungnya rona pagi cerah musim semi Saat jumpa kembali engkau sampaikan seuntai kata baranya laksana musim panas tak terlukiskan Ketiga kalinya engkau beri tanganmu dalamnya tersembunyi musim rontok daun berguguran Terakhir kalinya berjumpa lewat mimpi singkatku dalam mimpi terdapat gumpalan angin musim dingin." Ah mengapa panjang sekali? Mengapa puisi ini sangat aneh? berakhir dengan musim-musim dan musim, tapi tunggu...
1015.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 359 kali sebagai puisi quint
Baca
+Pustaka
PELITA DI TENGAH GELAP

PELITA DI TENGAH GELAP

Cahaya kecilnya memantul di dinding, menari lembut bersama bayangan daun di luar jendela ia menatapnya lama, lalu mengambil buku hariannya dan menulis satu halaman terakhir, “Kami sudah melewati hujan, badai, dan malam yang panjang. Tapi dari semua itu, aku belajar satu hal, pelita yang paling kuat bukan yang paling terang, melainkan yang tetap menyala bahkan ketika angin mencoba memadamkannya. Dion aku janji, pelita ini akan terus ada. Untukku, untuk Dinda, dan untuk siapa pun yang percaya bahwa kejujuran masih punya tempat di dunia.”
688 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai puisi quint
Baca
+Pustaka
QUALM

QUALM

Shira berjinjit, berusaha mencari letak pemberi rasa manis di rak dapur. Tidak ada sautan, lelaki itu terhanyut, terkagum oleh semua yang masih Shira ingat. Bahkan ketika di depan mata perempuan itu terdapat gula pasir, tapi wanitanya tetap saja mencari apa yang biasa dia sukai. "Ken!" "Hah?" Lamunan itu terpecah. "Gula batu kamu habis?" Shira kembali bertanya. "Kenapa kamu masih peduli padaku?" Jawaban Ken tidak sesuai pertanyaan. "Sebesar itu cintamu untukku? Bagaimana jika untuk kedua kalinya aku berkhianat? Apa perasaanmu tetap akan utuh?"
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai puisi quint
Baca
+Pustaka
Suamiku Bukan yang Kukira

Suamiku Bukan yang Kukira

SOURCE UNKNOWN ROUTE: NUS-NET/CORE/ORCHID-LAYER/“RATNA.DEWI:LASTLOGIN” Aku mengetik cepat, melewati dua lapis enkripsi. Di layar, muncul potongan kode yang aneh, bukan bahasa pemrograman, tapi barisan kalimat pendek seperti puisi yang diacak. Semakin kubaca, semakin aku sadar pola bahasanya seperti Sinta: ritme tiga suku, pergeseran metafora, gaya penekanan emosi di akhir kalimat.
705 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai puisi quint
Baca
+Pustaka
CINTA YANG TAK TERMILIKI

CINTA YANG TAK TERMILIKI

Ada senyum bahagia yang terukir di bibirnya meski sangat samar. “Ambil jurusan apa?” Dimas basa basi sambil memarkirkan mobilnya di tempat kost Dhira. “Hukum Mas.” Dhira menjawab singkat. Sabar Dim, jangan terburu-buru. Dimas berkata kepada dirinya sendiri. Entahlah, dia sendiri tidak mengerti kenapa begitu mudah menyukai Dhira. Padahal selama ini Dimas dikenal tidak pernah dekat dengan perempuan manapun. Matanya memindai bangunan dua lantai di depannya. Kalau berdasarkan angka yang tertulis di pintunya, ada sekitar 25 kamar yang terbagi menjadi dua lantai. Dimas tahu, ini khusus kost putri. Di ujung bangunan agak menjorok ke dalam terdapat sebuah rumah yang Dimas yakini pasti ditempati oleh
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai puisi quint
Baca
+Pustaka
CINTA YANG HILANG

CINTA YANG HILANG

Panggil seorang laki-laki yang berpakaian rapi. Sekertaris Ken menoleh, laki-laki itu berjalan menghampirinya. "Ada apa?" tanya Ken, kepada laki-laki tersebut. Laki-laki tersebut adalah orang kepercayaan sekertaris Ken, yang ia tugas untuk membantu mengatur semua persiapan pesta. "Ada sedikit masalah," jawabnya sambil menundukan kepala. "Maksudmu?" "Kita kekurangan orang untuk menjadi Peramu saji nanti," jelasnya.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai puisi quint
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status