Hati yang Remuk dan Mati
Setelah menyelesaikan kelas online, Sheila berbaring dengan nyaman di kursi rotan di balkon, memanggang ubi di kompor kecil dengan santai.
Selama sebulan ini, dia menjauh dari emosi berkualitas rendah, dan tenggelam dalam kelas.
Dia pun langsung jadi bersinar, dan tampak jauh lebih baik.
Saat dia hendak mengupas ubi panggang, teleponnya tiba-tiba berdering.
Terdengar nada suara Lina bercanda, "Pria penuh kasih sayang itu terus menerus tulis surat cinta di internet, apa kamu sudah lihat?"
Hot Chapters