Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mengubah Takdir sang Figuran Tragis

Mengubah Takdir sang Figuran Tragis

"Silakan, buka di halaman mana saja yang Anda suka." Zhou Xinyi membuka buku itu secara acak di bagian tengah. Ia mulai membaca bait-bait yang tertulis di sana dengan suara pelan, namun perlahan suaranya menghilang digantikan oleh napas yang tertahan. "Di bawah rembulan yang tak lagi utuh, aku mencari sisa kenangan di antara guguran plum. Tak ada janji yang kekal, selain debu yang kembali pada tanah …."
105.6K viewsOngoingAdded to Library 192 Times as puisi rembulan
Read
+Library
Cintai Rembulan

Cintai Rembulan

Apakah keduanya akan baik-baik saja malam ini? Ketika cahaya rembulan tak mampu lagi bercahaya. Sementara itu, pencinta cahaya rembulan memilih cahaya rembulan yang tak mampu lagi bercahaya untuk malam itu.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 63 Times as puisi rembulan
Read
+Library
Suami untuk Sang Putri

Suami untuk Sang Putri

Mereka berayun kecil, melambai lalu jatuh oleh nakalnya desiran angin sepoi yang berembus dingin mengantarkan serbuk bunga benih jantan pada bunga betina. Guguran dedaunan dan kelopak-kelopak bunga kering terserak mengelilingi bangunan kecil serupa puri nan cantik di tepi Danau Cermin Bulan yang asri dengan jembatan lengkung penghubung antara istana dan hutan maple berdaun jingga tersebut. Sepertinya, itu adalah taman persinggahan kala santai milik Sang Rembulan Negeri Chu. Adalah seorang kecantikan dengan gelar Rembulan Negeri Da Chu yang tengah menantikan siapakah gerangan sang pemenang sayembara dan akan memboyongnya?
105.5K viewsOngoingAdded to Library 120 Times as puisi rembulan
Read
+Library
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

-o0o- Cahaya rembulan menyiram temaram. Puri Dewa Langit tegak menantang dalam kebisuan. Hembusan angin bercampur kabut membentuk butiran embun, yang kemudian menetes jatuh tersambut senyum rerumputan. Dingin masih membelenggu dan terasa meremas tulang. Sepi mencekam!
1030.6K viewsOngoingAdded to Library 611 Times as puisi rembulan
Read
+Library
Terpikat Pesona Berondong Targetku

Terpikat Pesona Berondong Targetku

"Ruangan yang terkunci, siapa yang bisa mengira itu. Jujur saja itu akan sangat menakutkan jika di dalam sana tidak ada sebuah rembulan." "Jaringan internet di ponselku tiba-tiba hilang. Tapi Tak apa, dengan begitu Kau baru bisa membaca pesan dariku ini ketika Aku sedang tidak ada di sana." "Jujur saja Aku sangat malu sekali melihat Kau membacanya tepat di depan mataku, hehehe." "Semoga rembulan yang tampak dingin itu bisa tampak hangat setelah beberapa saat sebuah bintang berusaha untuk bergaul dengannya."
104.3K viewsOngoingAdded to Library 165 Times as puisi rembulan
Read
+Library
Noda dalam rumah tangga

Noda dalam rumah tangga

Matahari yang bersinar terang tadi siang, telah berganti dengan cahaya rembulan yang menyabit indah. Dengan langkah pelan, Mira mendekatkan diri dengan jendela yang menjulang dari lantai ke langit-langit. Ia meletakkan telapak tangannya pada kaca dingin itu, merasakan cahaya rembulan yang tak mungkin ia gapai. Tok! Tok! Tok! Miraa masih sangat asik melihat rembulan di langit, sama sekali tak memperdulikan siapa gerangan yang mengetuk pintu kamarnya, karena ia tahu siapa yang akan masuk.
101.5K viewsOngoingAdded to Library 40 Times as puisi rembulan
Read
+Library
Makin Tua Makin Cinta

Makin Tua Makin Cinta

Muram malam berhias gedung-gedung tinggi yang beberapa jendela kacanya tak lagi diterangi cahaya. Namun entah kenapa energi malam ini rasanya beda. Bulan purnama bulat sempurna. Hana memincingkan mata, menemukan ribuan lubang dan titik-titik hitam di atas permukaan bulan yang cantik. Sama seperti hidup Hana yang terlalu kusut untuk diurai. Bulan pun sama, tapi benda abu-abu keperakan itu tetap menggantung indah di atas seolah tak peduli dengan cacatnya.
6.2K viewsCompletedAdded to Library 211 Times as puisi rembulan
Read
+Library
Two Side

Two Side

Namun, hanya ada sedikit orang yang mampu memahaminya. Terduduk seorang diri, berdiam menatap sang rembulan. Adiwarna kirana sang rembulan, membuat mata terpukau hingga enggan terpejam. Terlebih lagi suasa sunyi nan tenteram, menjadi penenang tersendiri bagi hati yang dipenuhi luka. Awan kelabu kembali datang, menutupi indahnya cahaya sang rembulan dan bintang. Deru angin bertiup kencang, menerbang dedaunan dari pijakan dan tempat bersandar.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 144 Times as puisi rembulan
Read
+Library
Pungguk Merindukan Bulan

Pungguk Merindukan Bulan

Den ting, ting, ting! New Chat@Kama Nismara My Love [Untuk kamu El, jangankan mobil. Kalau kamu minta bulan purnama yang di langit juga aku akan ambilkan, kok. Sudah ya, jangan ada perasaan nggak enak atau apa. Aku ikhlas, kok.] "Ah, Kama!" gumam Seika sambil meneguk besarnya keharuan. "Ya, masa sih aku minta bulan purnama? Nggak lah, nanti kalau nggak bisa turun ke bumi lagi bagaimana?"
105.6K viewsCompletedAdded to Library 112 Times as puisi rembulan
Read
+Library
Sang Kupu-Kupu Malam

Sang Kupu-Kupu Malam

Part 15 Keesokan harinya, Elora terbangun dengan kepala yang berat dan perasaan campur aduk. Cahaya pagi yang masuk melalui jendela kecil ruangan tempat ia tidur terasa begitu asing. Matanya terpejam beberapa saat, mencoba mengingat apa yang telah terjadi. Segera, ingatan itu kembali—momen yang hangat, yang penuh dengan ketegangan dan perasaan yang tak terucapkan. Dan di balik semuanya, ada satu hal yang mengganggu pikirannya: apa arti dari malam itu?
911 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as puisi rembulan
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status