Filtrar por
Status de atualização
TodosEm andamentoConcluído
Ordenar por
TodosPopularRecomendaçãoAvaliaçõesAtualizado
Between Two Loves

Between Two Loves

Bab 26 Mualnya Mera Mentari telah mengakhiri tugasnya untuk menerangi dunia. Berganti peran kepada sang rembulan. Meski cahaya bulan remang dan tidak seterang si raja siang, namun justru remang itu menciptakan syahdu bagi sebuah pasangan yang sedang duduk menikmati waktu mereka di restauran legendaris.
1016.4K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 475 Vezes como puisi rembulan
Ler
+Biblioteca
Satu Malam dengan Raja Naga

Satu Malam dengan Raja Naga

Tak ada rembulan. Tak ada kilau bintang. Tapi dunia tidak gelisah. Karena malam gelap bukan berarti malam hilang. Ia hanya sedang memberi ruang. --- Di tengah Teman Sunyi, orang-orang mulai meletakkan batu kecil di lingkaran tanah kosong. Batu-batu itu tak diberi nama. Tak diberi warna. Tak diberi fungsi.
101.9K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 70 Vezes como puisi rembulan
Ler
+Biblioteca
Mencarimu dalam Bimbang

Mencarimu dalam Bimbang

Namun, kini ku temukan sajak yang ku tunggu Rembulan itu kini bergulir dalam irama laguku Dan ku nikmati cinta yang ku janjikan pada-Mu Tuhan, Berikan aku sehelai kain panjang Agar ku dapati terbang Bersama bidadari yang kau kirimkan Irama keyword terus berkerlik, mengetuk titik tombol hurup demi hurup, hingga tersurat gagasan cantik penuh rima. Coretan warna bertumpu pada kekokohan sebuah dinding. Angin rindu bertiup, bagai gunung dan lembah yang membekukan jalan. Sungguh, dingin sekali.
103.0K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 97 Vezes como puisi rembulan
Ler
+Biblioteca
SANG KUPU-KUPU MALAM

SANG KUPU-KUPU MALAM

Kini dia berguling-guling diselimut hingga tubuhnya terbungkus seperti kepompong. “Biasanya aku terbangun di malam hari untuk melayani orang, sekarang aku jadi sulit tidur malam hari.” seraya menghela napas. Hingga menjelang pagi dia pun menguap lalu merebahkan tubuh dan tidur. Dia tidur di pagi hari dan terbangun saat matahari sudah terbenam. “Hoaammm….sudah jam enam sore ternyata.”
1.5K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 37 Vezes como puisi rembulan
Ler
+Biblioteca
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Susan membujuk putranya untuk tidur dengan mata merah, lalu duduk melamun cukup lama di sofa untuk memastikan kalau dirinya benar-benar terlahir kembali. Rasa sakit yang menusuk hati belum juga hilang, membuat tangan dan kakinya lemas. Dia mengangkat ponselnya dengan tangan gemetar. Wenny terus memperbarui akun media sosialnya.
17.2K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 567 Vezes como puisi rembulan
Ler
+Biblioteca
Kehidupan Kedua : Terbangun Di Tubuh Putri Kerajaan

Kehidupan Kedua : Terbangun Di Tubuh Putri Kerajaan

Ia mengambil gulungan itu perlahan, memperhatikan setiap huruf seolah sedang menikmati bacaan yang sangat memuaskan. Setelah beberapa detik hening, sudut bibirnya terangkat. Sebuah senyum puas. Dingin, licik, dan menakutkan. Terbit di wajahnya. “Rembulan durung dhuwur... nanging wewayanganing pati wis nyedhaki,” ucapnya ringan, seolah membicarakan hal sepele seperti menjemput tamu undangan. Ia bilang, bulan belum tinggi, tapi bayang-bayabg kematian sudah dekat.
1.6K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 34 Vezes como puisi rembulan
Ler
+Biblioteca
Miliarder Tampan Itu Jodohku!

Miliarder Tampan Itu Jodohku!

di situ tertulis sebuah puisi, Engkau laksana bulir embun pagi, menyejukkan, setelah jiwa beradu dengan malam yang kelam. Engkau laksana temaram bulan, mendamaikan, seusai perjalanan panjang tanpa arahan tujuan. Engkau laksana angin yang bergerak perlahan, meneduhkan, sesudah perang melawan ketidak pastian. Ijinkan aku untuk masuk ke dalam bilikmu.
3.8K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 116 Vezes como puisi rembulan
Ler
+Biblioteca
Aira's

Aira's

Aira's PURNAMA RASA Hari ini purnama menjadi raja Bintang senantiasa bermanja pada malam Purnama menerima tawa Hanyut pada nada, serayu malam Desir darah mengempas nestapa Rangkulan penuh adalah arti Senyum mengembang bak purnama Selaras dengan hati mengucap bahagia pada sebait puisi Malam memanglah temaram Nyaris, purnama datang nestapa hilang Tidak ada lara, terhempaskan oleh malam Meski sunyi, sedu-sedan tiada datang Bahagia tentang rasa Disenyumkan oleh purnama walau sekejap Namun, mata berbinar layaknya bulan purnama Purnama rasa dalam hati mengucap. ————
1014.8K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 564 Vezes como puisi rembulan
Ler
+Biblioteca
Mantiko Sati - Kitab 1: Harimau Dewa

Mantiko Sati - Kitab 1: Harimau Dewa

“Bergelora, membakar apa saja yang berani mendekatinya. Tapi rembulan…, rembulan terlalu lembut untuk berlaku kasar pada makhluk duniawi. Dia tetap tenang, meski asap kabut menutupi, walau mendung pekat menghalangi, dia tetap tenang dengan cahayanya yang lembut. Cahaya yang lembut yang juga mampu memberikan ketenangan pada setiap makhluk yang mencari makan di malam hari.” “Seperti pelanduk?” “Seperti pelanduk[1],” ulang Sialang Babega dan mengusap-usap kepala sang anak. “Tidakkah kau merasa tenang, Buyung? Kau lihatlah rembulan itu, Nak.” Buyung mengikuti jari telunjuk sang ayah. Sang bocah tersenyum menatap purnama yang begitu indah di atas sana. “Kau merasa tenang?”
9.8105.0K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 2.8K Vezes como puisi rembulan
Show Reviews (41)
Ler
+Biblioteca
Srigede Hanif
saya lihat banyak novel baru yang rilis, tapi ko yg Sibunian Tongga terkesan tidak dlirik sama pihak GN,, apakah sesulit itu untuk mnerbitkan novel baru dsini?, babang Tothor ayo dong lebih smangat lagi ngajuinnya biar novel Sibunian Tongga sgera rilis, sdikit kurang sabar nih nunggunya, T.T
malapalas
BACA novel berjudul :CEWEK AGRESIF VS COWOK POLOS. kalian akan menemukan dari percintaan remaja sampai dewasa yang bakal bikin kita gemas sendiri, seru, ketawa ngakak bahkan geregetan dan terharu setelah beberapa tokoh bermunculan semua. Jangan lupa vote dan komen ya. Mksh.
Read All Reviews
Gara-gara Talak Tiga

Gara-gara Talak Tiga

Tersenyum, ketika melihat rembulan yang bersinar sangat indah. "Kamu lihat bulan itu?" tanyanya dengan menunjuk ke arah langit. "Dia tetap bersinar meski tidak ada lagi yang melihatnya, keindahannya hanya sesaat dinikmati oleh orang-orang seperti kita, tapi dia tetap bertahan. Aku harap kamu akan menjadi rembulan bagi setiap orang yang menyayangimu!" tambah Mas Kelvin.
9.840.7K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 1.2K Vezes como puisi rembulan
Ler
+Biblioteca
ANTERIOR
1
...
45678
...
10
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status