Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
My Boyfriend

My Boyfriend

Rembulan Malam Rembulan malam berbalut sepi Suasana dingin merayu hati Cahya di bulan ikut menghiasi Nuansa misteri menyelimuti Hilang pandangan di dalam mata Bayanganmu menepi di angkasa Entah berapa lama kau disana Sehingga diriku ingin bersua ______________________ Malam yang sangat berbeda dirasakan oleh kedua insan yang terpisah akan jarak dan waktu.
4.2K viewsOngoingAdded to Library 104 Times as puisi rembulan
Read
+Library
Rembulan di Langit Kinanah

Rembulan di Langit Kinanah

Zea balas menatapnya dengan tatapan jahil. *** Gemercik hujan masih terdengar di luar sana. Di tengah kegelapan malam, samar-samar terlihat dedaunan pohon yang basah karena air hujan telah mengguyur tanah Magelang sejak siang tadi. Di depan meja rias, Zea tengah duduk menatap diri sembari mendengar suara gemercik hujan yang masih turun.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as puisi rembulan
Read
+Library
Alisya

Alisya

Pada dingin udara malam Aku berteman rembulan Aku menatap, tersenyum padanya Rembulan sanksi bisu, Aku berpeluk kertas Menyelami bacaan Menggoreskan simbol pada secarik kertas Pada rembulan, aku bercerita Tentang hari ini, yang aku dambakan Dan sekarang terwujud, Rembulan dan Bintang Terimakasih Juna menatap Aiys, "Selamat sayang," katanya pelan. Aiys terdiam mendengar ucapan Juna, segera Aiys mengangguk. "Terimakasih," senyumnya.
3.3K viewsOngoingAdded to Library 116 Times as puisi rembulan
Read
+Library
Status Kontrak dengan Kakak Angkat

Status Kontrak dengan Kakak Angkat

Tanpa sengaja, netranya tertuju pada tulisan yang ada pada layar monitor. Di bawah cahaya rembulan yang temaram, ada setitik rasa yang berbisik lirih, ingin digenggam. Merangkul asa dalam sebuah kekaguman kalam, menenggelamkan jiwa dalam kerinduan malam. Pena asmara ikut menari indah, meliukkan setiap bait rindu yang memuncah. Angin lembut mengalunkan nada dawai, seolah tidak ingin kalah,
103.0K viewsOngoingAdded to Library 108 Times as puisi rembulan
Show Reviews (8)
Read
+Library
Arwend Arau
Hai, selamat datang di cerita pertama Arwend Arau. Terima kasih yang sudah baca dan meramaikan cerita ini. Jangan lupa tinggalkan ulasannya ya. Ulasan yang positif dan membangun supaya lebih semangat lagi untuk up cerita, ...
Herti Herti
cerita nya aku suka,sepertinya akan banyak sekali rahasia didalam ceritanya,dan bikin penasaran,saya suka nama tokoh nya,semangat terus Thor semoga kisah nya menginspirasi banyak orang,dan tetap sehat agar bisa terus berkarya tentunya,dan memberikan semangat kpda semua orang untuk membaca...️
Read All Reviews
PELAKOR ITU SAUDARA KEMBARKU

PELAKOR ITU SAUDARA KEMBARKU

Ia melirik ke arah Rembulan yang tampak sekali menyembunyikan senyum di bibirnya. "Kamu dari mana?" ujar Rembulan sambil mendelik. Ridwan hanya tersenyum kecil. "Kamu mencariku, artinya kamu nggak bisa jauh dariku. Dan itu juga artinya kita itu berjodoh, Rembulan sayang. Jodoh itu tidak pernah salah," jawab Ridwan sambil mengedipkan matanya. "Kamu ini selalu saja menyebalkan," bantah Rembulan.
10.4K viewsCompletedAdded to Library 355 Times as puisi rembulan
Read
+Library
CINTA DIBALIK CADAR

CINTA DIBALIK CADAR

Kertas bernuansa hijau dengan sebuah tulisan tangan yang begitu indah. Hingga setelahnya, aku pun mulai membacanya. Putri Bulan Malam kian menjelang Sejauh mata memandang Hanya ada ribuan bintang Yang cahayanya terang benderang Aku masih disana Memandang penuh pesona Menghadirkan tanda tanya Dimana putri bulanku berada Aku tak mau merindu Yang pada akhirnya berakhir pilu Aku hanya ingin merindu
9.723.7K viewsCompletedAdded to Library 474 Times as puisi rembulan
Read
+Library
Rembulan dalam Dekapan Langit

Rembulan dalam Dekapan Langit

Rembulan Kusumaning Ayu, si cantik nan polos yang membuat Beni benar-benar tergila-gila. “Jangan diam, Lan,” kata Beni lagi. Dia benar-benar berharap akan mendapatkan sambutan indah dari Bulan tentang perasaannya. Beni tidak peduli apa kata orang, asal Bulan mau dengannya, dia akan terjang apa pun rintangan yang ada. Termasuk, kalau harus membawa Bulan kabur.
877 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as puisi rembulan
Read
+Library
Suami Penggantiku Kakak Iparku

Suami Penggantiku Kakak Iparku

"Maaf sebelumnya Ibu Layla, jika kedatangan surat saya ini mengganggu ketenangan Ibu Layla. Namun saya tidak dapat menahan perasaan saya terhadap Ibu. Mungkin ini terlalu cepat. Saya sangat mengagumi Ibu Layla, jika Ibu berkenan saya bersedia menjadi bagian dari hidup Ibu. Ijinkan saya mengungkapkan isi hati ini melalui sajak! Engkau laksana rembulan yang menyinari kegelapan malam, sinarmu teduh yang membuat siapapun menatapmu tak pernah bosan. Engkau laksana matahari pagi, yang memberikan kehangatan dari dinginnya malam. Engkau laksana embun pagi yang memberikan setetes kesejukan. Engkau bagaikan bunga mawar, yang menebarkan aroma wewangian yang semerbak, namun berduri.
102.0K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as puisi rembulan
Read
+Library
PUDING JELLY

PUDING JELLY

Apakah pantas untuk aku membagi siksa ini denganmu? "Dan kamu tahu, aku ingin selalu menjadi bintang. Tak ingin meninggalkan langit. Meneranginya di dalam gelap malam dengan sinarku yang kecil. Berjanji akan selalu menemaninya. Tak akan membiarkannya kesepian. Meskipun jika langit hanya akan selalu erat memeluk rembulan yang di cintainya." Katanya lagi. Aku tak bisa membendung air mataku. Apa yang di katakannya adalah benar. Dan aku tahu jika langit yang kamu maksud itu adalah aku Al. Yang buta akan sinar rembulan yang palsu. Bahkan hanya melihat bintang jika mereka muncul bersama. Dan tak peduli ketika hanya melihat satu saja yang bercahaya. Padahal sebenarnya mereka tak pernah kemana-mana.
5.2K viewsOngoingAdded to Library 167 Times as puisi rembulan
Read
+Library
Skandal Asmara Putri yang Terlarang

Skandal Asmara Putri yang Terlarang

POV Matilda Bulan memancarkan cahaya pucat di atas balkon, cahayanya lembut namun jauh. Aku bersandar pada pagar yang dingin, hawa dinginnya meresap melalui telapak tanganku dan naik ke lenganku, seolah mencoba membuatku mati rasa dari dalam. Udara malam menggigit kulitku yang terbuka, menerpa helai rambutku ke wajahku yang menempel di pipiku yang basah oleh air mata. Di bawah, laut bergejolak dalam kegelapan. Ombaknya menghantam tebing dengan irama yang menghipnotis, tanpa henti, mencerminkan pikiran-pikiran yang tak dapat kubungkam betapa pun aku mencoba dengan putus asa.
103.7K viewsCompletedAdded to Library 99 Times as puisi rembulan
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status