Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Wanita Masa Depan CEO Muda

Wanita Masa Depan CEO Muda

Hati terbisu, merindu yang tiada Rindu itu bagai bunga yang layu Di taman hati yang sepi dan sunyi Kucoba menyusun kata-kata indah Namun tetap saja, rindu tak terucap Seiring waktu berlalu tanpa henti Kerinduan ini semakin terukir dalam jiwa Oh, ribuan pagi yang menyelinap Seperti embun pagi yang merindu matahari (Puisi karya Swonos) Seusai menuliskannya Zahira pun tergugu, ia tidak tahan ingin bertemu dan memeluk Hasan, ia sangat merindukannya. Tapi ia juga tak ingin merengek pada suaminya untuk segera pulang, ia tidak mau menghalangi Hasan mengejar cita-citanya. Ia tidak mau tangisannya kelak akan memberatkan langkah suaminya di medan perang. Bagaimana pun ia ingin menjadi istri yang baik
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai puisi rendah hati
Baca
+Pustaka
Cinta Setengah Hati

Cinta Setengah Hati

Jika mereka sedang terlibat perang dingin namun dimata tamu lain mereka terlihat seperti pasangan yang dimabuk asmara karena sang pria sedikitpun tidak ingin menjauh dari wanitanya. Siang menjelang sore, kapal membawa mereka menuju sebuah pantai, Pantai Tanjung Pasir. Pasir putih terhampar sepanjang bibir pantai menyambut kedatangan mereka. Lagi dan lagi mereka dibuat kagum dengan hasil karya Tuhan yang luar biasa atas pulau kecil ini. Betapa Tuhan begitu mencintai pulau ini hingga hampir disetiap sudutnya dapat memberikan kekaguman bagi siapa yang melihatnya. Betapa Tuhan menjaga Pulau ini agar tetap alami disaat hampir di semua tempat berlomba untuk melakukan pembangunan besar-besaran.
19.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 398 kali sebagai puisi rendah hati
Baca
+Pustaka
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

*** Puisi Kerinduan *** Kurangkai sebait puisi sederhana Tempatku menuangkan segala asa Kupersembahkan khusus untukmu Wahai ... sang pemilik rindu Di sini ku terdiam Terbelenggu tabir hitam Entah kapan engkau datang Membawa secercah harapan Wahai ... sang Bayu Cukuplah engkau bersamaku Mendengarkan nyanyian pilu Dari jiwa yang terpaku Walau lelah Walau payah
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai puisi rendah hati
Baca
+Pustaka
Dinginnya Hati, Hangatnya Cinta

Dinginnya Hati, Hangatnya Cinta

gumam Stella dalam hati. Aksa pun memandang ke arah Stella dan berkata dalam hati, "Sepertinya apa yang dikatakan para pelayan di rumah ini ada benarnya. Untuk menjadi lebih baik dan damai, kamu harus merendahkan diri." "Sepertinya aku tidak hanya harus merendahkan diri satu dua kali saja. Sifat ini memaksaku untuk terus merendahkan diri di hadapannya terus-menerus," sambung Aksa berbicara dalam hati.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai puisi rendah hati
Baca
+Pustaka
Hati yang lemah

Hati yang lemah

"Wahai kaum adam, ketahuilah! selain hati rapuh kalian yang mudah terkoyak, ingatlah bahwa hati kaum hawa bahkan lebih rapuh lagi dari pada kalian dan jika hati kalian bisa terkoyak hanya karena hembusan angin, hati perempuan dapat terkoyak bahkan sebelum anginnya berhembus, hati kami berada satu langkah dari pada kalian dalam hal mudah untuk tersakiti, sekian! terima kasih atas perhatiannya!" Fera mengakhiri pidato singkat tak bermanfaatnya di depan kelas, dan tanpa ba bi bu dia langsung saja kembali ke tempat duduknya di iringi dengan suara jangkrik yang bergema diseluruh kelas. Teman-teman sekelas dan guru bahasa Indonesianya menatap kearahnya dengan mulut terbuka lebar, seolah tidak perc
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai puisi rendah hati
Baca
+Pustaka
Cinta Dalam Hati

Cinta Dalam Hati

Kesedihan bergelayut mesra di sanubari, mengenang seraut wajah yang sudah menorehkan luka di sana. Namun, Tania masih saja mencintai seraut wajah di balik awan biru. Menari-nari di balik bintang dan rembulan, menarik-nariknya untuk mengenang tentang sebuah rasa. Ia terdiam dengan seribu bahasa, kini ia merasa bagaikan seekor pungguk yang merindukan rembulan, "Betapa menderitanya, si Pungguk ini. Mengharap sesuatu yang tak, pasti!" lirihnya.
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 247 kali sebagai puisi rendah hati
Baca
+Pustaka
Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu

Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu

Zivanya terdiam meresapi kata-kata Kaivan yang begitu dalam. “Kamu tahu kenapa aku mencintaimu? Bukan karena kamu sempurna. Tapi karena di dunia yang isinya orang-orang palsu, kamu adalah orang paling jujur yang pernah aku temui. Kamu jujur dengan lukamu, jujur dengan ketakutanmu, jujur dengan kekuranganmu. Kamu apa adanya. Dan itu yang paling aku suka. Jadi tolong, berhenti memosisikan diri seolah kamu adalah pilihan kedua yang terpaksa aku ambil. Kamu adalah satu-satunya tujuan yang aku kejar selama tahun-tahun belakangan. Kamu, Kaisar, dan segala kerumitan kalian, itu adalah satu-satunya hal yang ingin aku sebut sebagai rumah.”
9.9102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai puisi rendah hati
Tampilkan Ulasan (32)
Baca
+Pustaka
Aurora Aurora
MASIH UNTUNG ADA KARAKTER KAIVAN DISINI, WALAUPUN CUMA CERITA FIKSI, CERITA INI TERKADANG SUKA BENERAN ADA DI KEHIDUPAN NYATA..!! MUNGKIN KALAU GA ADA KARAKTER KAIVAN, ZIVA BISA MATI BUNUH DIRI KALI...!!!
Mrs.B
Maaf thor, izin promosiin novel teman ya. Seru nih. Judulnya "DI ANTARA SUAMIKU DAN SAHABATNYA: RAHASIA DI BALIK KEHAMILANKU." Premis: Seorang istri yang terjebak di antara suami dan sahabat suaminya harus menyimpan rahasia kehamilan yang bisa menghancurkan pernikahan sekaligus persahabatan mereka.
Baca Semua Ulasan
Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

"Semua itu nggak akan pernah bisa kamu berikan." Rangga terhuyung mundur beberapa langkah, seolah-olah seluruh kekuatannya baru saja direnggut paksa dari tubuhnya. Binar cahaya di matanya perlahan-lahan meredup, lalu padam. "Lintang," gumamnya lirih. "Hubungan kita selama bertahun-tahun ini, apa kamu benar-benar nggak merindukannya sedikit pun?"
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai puisi rendah hati
Baca
+Pustaka
Pintu Tertutup, Begitu Juga Hatiku

Pintu Tertutup, Begitu Juga Hatiku

Aku tidak akan pernah memaafkanmu. Halaman terakhir itu ditulis dengan tulisan yang berantakan, penuh dengan keputusasaan. Dharma membaca setiap kata, dan dadanya seperti dibelah dua. Ia bisa membayangkan betapa dingin dan putus asanya aku saat menulis kata-kata itu. Bisa membayangkan air mata yang jatuh di setiap hurufnya.
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai puisi rendah hati
Baca
+Pustaka
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Kenapa Ginos merebutnya lagi? Susan merasa seperti ada batu berat yang menekan hatinya. Dia berjongkok untuk menyeka air mata Julian dan menelepon Ginos. Tidak ada yang menjawab setelah menelepon lima kali berturut-turut, tetapi Wenny memperbarui postingan lagi. [Selamat untuk putri kesayanganku, Nana, yang menjadi satu-satunya murid guru Joses. Bakat dan kerja kerasmu akhirnya terlihat olehnya, senang banget!]
17.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 653 kali sebagai puisi rendah hati
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status